Seminar Nasional Pertanian “Potensi dan Hambatan Indonesia Menuju Swasembada Pangan” yang diselenggarakan oleh FORSTUDI Fakultas Pertanian Universitas Andalas

19 April 2017

Rabu, 19 April 2017 Forum Studi Dinamika Islam (FORSTUDI) Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengangkatkan seminar nasional pertanian dalam rangkaian acara Agriculture Islamic Fair (AIF) yang merupakan acara Milad forstudi yang ke-26. Seminar nasional ini mengangkatkan tema “ Potensi Dan Hambatan Indonesia Menuju Swasembada Pangan” yang diadakan di Convention Hall Universitas Andalas. Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber yaitu bapak Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS (Menteri Pertanian periode 2004-2009) dan bapak Ir. Effendi, MP (Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat). Acara ini juga dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Walikota Padang, bapak Ir. Mahyeldi, SP.

Tema ini diangkatkan dengan dilandasi isu dibidang pertanian yang berkembang saat ini berkaitan dengan peningkatan swasembada pangan, yang harapannya bisa menjawab pertanyaan mendasar tentang ”bagaimana cara peningkatan swasembada pangan dilakukan serta bagaimana menghadapi impor dan sejauh mana impor dilakukan” seperti yang di sampaikan oleh moderator Rafnel Azhari SP, M.Si pada saat memulai acara.

Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS, dalam penyampaiannya menjelaskan tentang ketahanan pangan berkelanjutan berbasis pangan lokal. Bahwa dalam menjalankan swasembada pangan bukan berarti kita sama sekali tidak menjalankan impor. Sebab persoalan swasembada pangan erat kaitannya dengan selera, sehingga terjadi keterbutuhan dan ketergantungan terhadap produk- produk yang tidak bisa dihasilkan sendiri dan harus terus menerus dipenuhi, yang tentu saja hanya dapat di penuhi melalui impor. Lebih lanjut Anton menjelaskan, bahwa swasembada pangan dapat dilakukan dengan penguatan pangan lokal. Adapun tantangan menuju swasembada pangan di Indonesia kedepannya ialah penduduk semakin bertambah serta jumlah lahan yang semakin menyusut. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahan pangan di Indonesia antara lain seperti : peningkatan produksi pangan, pengamanan hasil produksi pangan, diversifikasi pangan, pengembangan pangan olahan berbasis pangan lokal dan produk diversivikasi.

Sementara Ir. Effendi, MP selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat, lebih banyak menjelaskan kondisi pangan di Sumatera Barat, secara umum ketersediaan pangan di Sumatera Barat, khususnya beras mengalami surplus, sementara dari segi konsumsi Sumatera Barat termasuk 6 daerah pengkonsumsi pangan terbesar di Indonesia. Namun demikian keadaan ini bukanlah sesuatu yang menggembirakan karena dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus menerus akan menimbulkan kerawanan pangan. Dengan angka konsumsi yang cukup besar tersebut, maka provinsi Sumatera Barat menargetkan pengurangan konsumsi beras untuk menjaga ketahanan pangan di Sumatera Barat. Menurut Effendi solusi yang tepat untuk mengatasi ketahanan pangan adalah diversifikasi pangan.

Seminar ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua Narasumber dan juga Moderator yang telah memandu jalannya seminar.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

Read 35 times