Rangkaian Dies Natalis ke 63 Fakultas Pertanian Universitas Andalas, AGMP mengadakan Diskusi – ALC Pertemukan Pemerintah, Akademisi, LSM, Petani dan Mahasiswa

22 November 2017

Agriculture Leaders Club (ALC) merupakan keberlanjutan dari Alek Gadang Masyarakat Pertanian (AGMP). ALC mengadopsi teknis diskusi zaman now yang telah diselenggarakan salah satu stasiun televisi yaitu Indonesia Lawyers Club (ILC).

ALC merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan oleh Gubernur BEM KM Faperta yang diangkat oleh Dinas Kajian Pertanian bagi berbagai pihak terutama akademisi dan mahasiswanya yang rindu akan diskusi-diskusi multipihak.

ALC ini merupakan diskusi perdana yang diangkat oleh BEM KM Faperta dimana melibatkan Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pengambil keputusan. Akademisi, LSM sebagai pemerhati dan pengawasan, Petani sebagai objek yang sering menjadi korban dari kebijakan dan keputusan pemerintah serta Mahasiswa sebagai kotrol sosial penggerak dalam melakukan perpanjangan tangan petani, pengawasan kebijakan dan pemerhati keputusan serta yang dengan tegas menyatakan suara untuk perubahan bangsa ini.

ALC kali ini mengangkat tema “Kinerja Ketahanan Pangan Era Jokowi-JK” berbagai macam hadangan, tantangan dan problema yang dikemukakan oleh Dinas Pangan. Dari segi peneliti pangan yang dikemukakan oleh Bapak Musliar Kasim, salah satu masalah kenapa ketahanan pangan sangat susah kembali berjaya di Indonesia karena tidak adanya jaminan harga pasar dari pemerintah sehingga petani bisa memiliki harapan dan keyakinan kuat untuk melakukan produksi dengan giatnya.

LSM yang diwakili oleh Ketua SPI yaitu Bapak Rustam mengatakan sebenarnya semua berawal kalimat pertanian yang halal lagi baik. Semua aktifitas yang halal lagi baik dari mulai kabaikan dalam melakukan pembuatan lahan budidaya, penjagaan ekologi hingga kesejahteraan petani.

Ternyata pada kesempatan ini panitia mendatangkan petani yang sudah mendapatkan pembinaan langsung dari akademisi, yaitu Bapak Rimbra dari UPO Lambung Bukit. Pak Rimbra mengatakan untuk melakukan kegiatan ketahanan pangan seharusnya Pemerintah tidak memberikan racun dan pupuk kimia, sehingga hasil dan produksi tanaman dapat dioptimalkan dengan pupuk organik dengan menekan penggunaan pupuk kimia.

Diskusi berlangsung sangat menarik dan memanas yang dimoderatori oleh Bapak Heri Bachrizal Tanjung, perwakilan mahasiswapun tidak mau kalah memberikan kritik dan saran-saran kebijakan dan beberapa solusi. Memamg Mahasiswa tidak bisa memberikan pengalaman tetapi Mahasiswa menawarkan masa depan!!

 

 

Kabinet Karya - Subag Akademik & Kemahasiswaan

Read 248 times