Berita (133)

26 Januari 2018

Inspiring Session and Alumni Gathering Fakultas Pertanian : Angkatan 1991

Mahasiswa asal serius dan tekun dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi, ditambah pula dengan ikut berorganisasi, tidak perlu khawatir setelah menamatkan studi. Dunia kerja pasti menanti, tidak hanya terkait dengan bidang pertanian tapi juga dunia lain yang tak bersinggungan dengan ilmu yang dituntut saat kuliah.

Demikianlah benang merah yang disampaikan sejumlah alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FPUA) angkatan 91 di hadapan ratusan mahasiswa FPUA di plaza HPT FPUA, kampus Unand, Limau Manis, Padang.

Dalam acara inspiring session dan alumni gathering bertemakan ‘Alumni Fakultas Pertanian Bisa Berkiprah Dimana Saja”, ditampilkan tujuh alumni FPUA ’91 dengan profesi beragam. Mereka berbagi cerita, pengalaman saat melewati dunia belajar dan dunia kerja. Bahkan tidak jarang, jatuh bangun dialami demi menggapai kesuksesan.

Misalnya, Dr. Suharyanto, peneliti pada Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Dia menekuni dunia ini, karena memang saat kuliah hobi soal meneliti, apalagi di laboratirium, Dan setamat kuliah, ia diterima sebagai PNS di Kementan, dunia meneliti itu terus digeluti.

“Melangkah ke sana tidak mulus. Untung dulu saya juga aktif berorganisasi sehingga berbagai tantangan bisa dilewati,” kata Suharyanto yang kini bertugas di Bangka Belitung (Babel).

Tak jauh beda, juga dilakoni Dr. Reflinur, peneliti yang berkiprah di Kementan, Jakarta. Hebatnya, kapasitasnya juga diasah di negara Jepang. Kata Reflinur, kuncinya harus giat, serius dan tekun untuk sukses. “Tapi jangan serius terus. Rontok rambut nanti,” katanya.

Yang agak beda, Effendi yang kini menggeluti dunia wartawan. Aneh, karena kuliah hampir enam tahun di FPUA dan harapan banyak orang kelak pasti berurusan dengan pertanian dan perkebunan, ternyata tidak. Terdampar di dunia wartawan.

“Wartawan adalah profesi mulia dan dihargai. Menjadi pilar keempat di republik ini setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif,” kata alumni jurusan Budidaya Pertanian yang sering juara lomba menulis wartawan ini.

Yang juga jauh dari bidang keilmuan yang dituntut saat kuliah, dialami Ronny Jaya. Sang demonstran dan ‘anak band’ kampus ini jago soal dunia Informasi Teknologi (IT). Sejak kuliah, aktivis pencinta alam ini sudah diakui kehebatannya dalam bidang IT. “Pantas saja sekarang lebih profesional soal IT. Tapi kita nggak nyangka, kuliah di Pertanian, tapi jago di dunia IT,” ujar seorang mahasiswa.

Begitu pula Alvino Martha, praktisi perkebunan. Dia sudah malang melintang di sana dan reputasi hebatnya membuat Alvino kini lebih berkelas. “Asal mau dan gigih, pasti ada jalan,” katanya.

Sri Yuli Handayani, konsultan perkebunan juga mengatakan hal senada. Gigih, serius dan ingat Sang Pencipta niscaya, semua urusan beres.” Jangan anggap sepele semua urusan, meski terasa enteng, “kata satu-satunya perempuan yang tampil di acara tersebut yang sekaligus juga pengusaha cukup beken di Medan.

Terakhir Sulfa Azmi, adVokat yang membuat mahasiswa terkejut. Sebelum advokat, Azmi sudah malang melintang di dunia perbankan. Bahkan dia termasuk langka, saat kuliah sudah ditawari kerja. Azmi menerimanya dan menekuni kedua dunia itu dengan sempurna. Sukses keduanya, kuliah cepat selesai.

Acara yang dipandu oleh dosen FPUA Dr. PK Dewi Hayati itu cukup alot karena banyak mahasiswa yang bertanya kepada kakak kelas mereka yang bekerja di beragam dunia. “Kegiatan ini sangat bagus, memberikan motivasi kepada mahasiswa, bagaimana menghadapi dunia kerja. Semoga keberhasilan alumni FPUA angkatan 91 ini mampu melecut semangat mahasiswa,’ kata Dekan FPUA Dr. Munzir Busniah.

Di penghujung acara, perwakilan alumni FPUA angkatan 91 memberikan sejumlah buku kepada fakultas yang diterima Dekan FPUA. Bahkan sejumlah mahasiswa yang bertanya dapat pula bingkisan dari alumni. “Hebat-hebat alumni FPUA angkatan 91 ko,” ujar mahasiswa lainnya. (givo - Harian Singgalang) https://hariansinggalang.co.id/asal-serius-dan-tekun-dunia-kerja-menanti/

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan

26 Januari 2018

Inspiring Session and Alumni Gathering Fakultas Pertanian : Angkatan 1991

Kuliah tamu diberikan oleh Reflinur, SP. MSi, Ph.D yang merupakan salah seorang peneliti di Balai Penelitian Biogen, Bogor dengan topik “ Advanced Breeding and Current Status of Research in Plant Breeding in Indonesia”. Dihadapan dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang diwakili dari prodi Agroteknologi, HPT, Agribisnis dan mahasiswa yang umumya  berasal dari peminatan Pemuliaan Tanaman.

Reflinur, SP. MSi, Ph.D merupakan alumni angkatan 1991 yang memberikan kuliah tamu pada Jum’at pagi dalam satu rangkaian acara Reuni Angkatan 1991 sebagai bentuk bakti kepada almamater Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Dr. Reflinur menamatkan studi dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas tahun 1996 pada program Hama dan Penyakit Tumbuhan, kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang Bioteknologi di Institut Pertanian Bogor dan Ph.D pada bidang Plant Breeding di Seoul National University di Korea Selatan.

Saat ini Dr. Reflinur banyak melakukan penelitian berkaitan dengan program pemuliaan tanaman yang berkaitan dengan penggunaan marka molekuler untuk membantu program pemuliaan tanaman terutama padi yang berkaitan dengan resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman.

Dalam pemaparannya Dr Reflinur membuka peluang kerjasama dengan dosen staf pengajar dan mahasiswa Fakultas Pertanian dalam bidang penelitian dan juga praktek kerja / magang.

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan

12 Januari 2018

Agripreneur Challenges 2018 Fakultas Pertanian Unand

Rangkaian acara Agripreneur Challenges 2018 berlanjut ke kegiatan Pelatihan Kewirausahaan yang bertempat di Ruang Seminar Dosen Lantai III pada Sabtu 10 Februari 2018. Pelatihan ini kembali melibatkan lembaga Social Service Center Faperta Unand sebagai panitia, dan mahasiwa Fakultas Pertanian Universitas Andalas sebagai peserta Pelatihan Kewirausahaan.

Pemateri pertama, Sovia Lorent, enterpreneur sekaligus motivator dan progamer NLP (Neuro Linguistik Program) yang sangat menginspirasi. Mahasiswa diajak untuk mengenali passion­-nya sendiri dan diberi arahan untuk menetapkan resolusi-resolusi yang hendak dicapai. Lebih dari itu, mahasiswa dibangun kesadarannya untuk berwirausaha. Pelajaran berharga yang bisa dipetik yaitu kita tidak hidup untuk penilaian orang lain, lakukan, dan terus berusaha sehingga menjadi orang yang berhasil. Bahwa menjadi gagal bukan sesuatu yang harus disesali, karena setelah gagal dan bangkit lagi, keberhasilan itu akan terasa begitu indah.

Selanjutnya, materi Bussiness Plan diberikan oleh  Dr. Eka Candra Lina, SP. MSi. (Dosen Program Studi Agroteknologi) dan Hasnah, SP. DipAgec. , M.Ec., Ph.D. (Dosen Program Studi Agribisnis) yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok.

Mengundang juga tiga Dosen Agribisnis, Rika Hariance, S.P., M.Si., Dwi Evaliza, Ir. M.S., dan Lora Triana, S.P., M.M. Mahasiswa yang hadir pada pelatihan tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok besar dan masing-masing dipandu oleh satu orang dosen. Selanjutnya mereka dibimbing untuk menemukan ide bisnis di bidang pertanian dan cara membuat proposal bussiness plan yang baik.

Rangkaian kegiatan Agripreneur Challenges 2018 ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran berwirausaha khususnya di bidang pertanian dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa. Karena, sangat disayangkan apabila para penyandang status mahasiswa tetapi masih apatis dan selfish, tidak memikirkan kemajuan dirinya dan negara ini.

 

SSC - LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

09 Januari 2018

Agripreneur Challenges 2018 Fakultas Pertanian Unand

Program Kewirausahaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas 2018 yang dibungkus dalam Agripreneur Challenges (AC) 2018 adalah program kewirausahaan Faperta yang bertujuan mendorong mahasiswa menjadi wirausaha di bidang pertanian, ujar Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi. AC-FPUA 2018 terdiri dari serangkaian kegiatan yaitu kuliah umum kewirausahaan dan pelatihan kewirausahaan yang akan diadakan pada Minggu 10 Februari di Ruang Sidang Dosen Fakultas Pertanian.

Launching “Agripreneur Challenges 2018”, diawali dengan kuliah umum yang bertajuk Kiat Sukses jadi Wirausaha Pertanian di Convention Hall Universitas Andalas. Kuliah umum ini melibatkan lembaga mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Social Service Center Faperta Unand. Secara istimewa mengundang pemateri yang luar biasa, seorang alumni Fakultas Teknologi Pertanian angkatan 2009, Sujatmiko, S.TP. Beliau merupakan pengusaha pupuk organik yang sukses.

Usahanya sudah mampu memenuhi permintaan pasar terhadap pupuk hingga ke Jawa Timur. Secara khusus beliau menceritakan pembangunan usaha pupuknya yang tak mulus. Beliau sangat menginspirasi para peserta kuliah umum yang hadir,  yang rata-rata dari mereka adalah mahasiswa pertanian yang memang ingin berwirausaha. Terlihat antusiasme peserta pada kuliah umum yang sangat menarik tersebut. Hingga pada sesi diskusi, banyak dari mereka yang melempar pertanyaan kepada pemateri.

Dalam suatu kesempatan, beliau menyiratkan pesan bahwa mungkin orang lain akan meremehkan usaha kita pada awalnya, tapi dengan niat dan kerja keras, kita bisa membuat diri kita tidak pantas lagi untuk diremehkan.

 

SSC - LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan