Berita (153)

13 September 2018

Tenaga Kependidikan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Ratna Dewi, S.Kom  mendapat penghargaan dari Rektor Universitas Andalas dengan prestasi sebagai Tenaga Akademik Berprestasi I pada Dies Universitas Andalas ke 62, Kamis 13 September 2018 di Convention Hall. Status Pegawai Negeri Sipil dengan masa kerja 19 tahun Ratna diberi tugas di Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan sebagai Pengolah Data Akademik sekaligus juga sebagai Administrator aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIA) Fakultas Pertanian .

Lahir di Padang 2 Februari 1967, Ratna Dewi, S.Kom dengan Nomor Induk Pegawai (NIP) 196702021999032004 sebagai Admin SIA yang mengelola sistem untuk semua Mahasiswa S1, S2 dan S3 memang sangat berat, namun pekerjaan ini memberikan kepuasan tersendiri kata Ratna sambil tersenyum. Rasanya ada tanggungjawab moril harus diselesaikan sesuai dengan jadwal dan waktu yang ditentukan, imbuhnya lagi.

Pernah mengikuti pelatihan di Gamatechno UGM Jogjakarta bersama dengan Tim ICT Unand serta beberapa kali mengikuti pelatihan di LPTIK dalam pengembangan aplikasi SIA yang diperuntukkan untuk Fakultas. Penyebaran ilmu perlu untuk pendukung pelaksanaan kerja serta memberi kesempatan penjenjangan karir bagi setiap staf pelaksana, begitu juga dengan Ratna yang sekarang diberi tugas mengepalai urusan akademik.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

16 Agustus 2018

Sekretariat dan Tim Ahli Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggrakan kegiatan Focus Group Discussin (FGD) dalam rangka menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik dengan mengikut sertakan Dosen Fakultas Pertanian se Sumatera Barat, Dinas Pertanian Propinsi/Kabupaten/Kota, Biro Hukum Pemerintah Sumatera Barat, Mahasiswa Program Magister dan Program Doktor serta peserta lainnya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Balitbu dll untuk menjaring masukan dari pakar dan stakesholders yang concern terhadap permasalahan pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik guna penyempurnaan RUU ini. 

Kegiatan yang digelar pada hari Senin 6 Agustus 2018 di ruang sidang lantai 2 Fakultas Pertanian sangat bermanfaat dalam bidang pertanian. Paparan yang diberikan Prof.Dr.Ir. Sobir, MS pakar IPB mengatakan bahwa kepulauan Indonesia memiliki keragaman lingkungan yang tinggi sehingga memiliki potensi genetik sangat tinggi, ada 47 ekosistem. Sumber Daya Genetik merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yaitu keragaman makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungan hidupnya yang terdiri dari keragaman ekosistem, spesies dan genetik.  

Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi yang telah membuka acara ini dan juga sekaligus sebagai pembicara pada sesi pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Plasma Nutfah (KHPN) mengatakan banyaknya atau macam variasi, bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terdapat pada berbagai tingkatan makhluk hidup. Sedangkan Dr.Ir. Ellina Mansyah, MP dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Kementan mengatakan ada 3 subjek kata kunci dari kegiatan ini yaitu pelestarian, pemanfaatan serta sumber daya genetik berkelanjutan. 

Kegiatan FGD ini diakhiri dengan diskusi alot antar pakar, stakeholder yang hadir yang dipimpin oleh Prof.Dr.Ir. Irfan Suliansyah, MS.

 

                                                                                    LN – Subag Akademik & Kemahasiswaan

 

10 Juli 2018

Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi selaku Penangungjawab kegiatan Upaya Khusus Alat-alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menyampaikan sambutan pada bimbingan teknis bagi alumni pendamping Alsintan yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian Selasa 10 Juli 2018, sesuai aturan yang ada serta koordinasi dari Pusat bahwa kegiatan ini membutuhkan keikutsertaan alumni  Universitas sebagai tenaga pendamping yang mengerti kondisi Pertanian di Indonesia khususnya Sumatera Barat. Program yang dijalankan selama 2 (dua) bulan membutuhkan 24 orang tenaga pendamping untuk 7 Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat. Bimbingan teknis diperlukan sebagai petunjuk bagi tenaga pendamping untuk melaksanakan kegiatan Inventarisasi Alsintan yang diberikan pemerintah kepada Petani/Kelompok Tani melalui Dinas Pertanian, ujar Munzir Busniah.

Mengikuti pembekalan/Bimtek, menyusun rencana kerja pendampingan di wilayah pendampingan sesuai dengan kurun waktu yang ditetapkan, melaksanakan pendampingan yang meliputi pengarahan pelaksanaan program kepada petani/kelompok tani penerima bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) sesuai wilayah pendampingan serta melaksanakan arahan/bimbingan dari Dosen Pendamping dan petugas Pemda setempat. Dan melakukan sinergitas dengan seluruh pelaksana pendampingan lainnya petani/kelompok tani penerima bantuan Alsintan di wilayah pendampingan juga melakukan validasi data secara periodik tentang jumlah dan penggunaan Alsintan yang dibagikan ke petani/kelompok tani serta melaporkan pelaksanaan kegiatan secara periodik (harian, mingguan, bulanan) kepada Dosen Pendamping, ujar Dr.Ir. Adrinal, MS selaku Dosen Pendamping Lapangan untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.

Nara sumber pada kegiatan Bimtek Ir. Candra, MSi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat  memberikan paparan “Kebijakan dan Target Pencapaian Inventaris Alsintan untuk Swasembada Pangan Propinsi Sumatera Barat”, sedangkan Ir. Syafrizal, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan paparan mengenai “Optimalisasi Penggunaan Alsintan” dan “Tata cara penyelesaian SPJ oleh Alumni Tenaga Pendamping” diberikan oleh Dr.Ir. Faidil Tanjung, MSi.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

25 Juni 2018

Guna mendukung swasembada berkelanjutan, Kementerian Pertanian telah memfasilitasi penyediaan alsintan melalui kegiatan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan substantif yaitu semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta lemahnya permodalan petani untuk mengakses kepemilikan alsintan. Diharapkan pemanfaatan alsintan dapat optimal dalam mendukung percepatan pengolahan tanah dan penyediaan air irigasi sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi dalam kuantitas maupun kualitas secara lebih efektif dan efisien.

Fakultas Pertanian Universitas Andalas sebagai institusi pendidikan ikut serta mendukung kegiatan ini dengan mengadakan perekruitmen tenaga pendampingan bersama dengan Fakultas Pertanian Universitas Syahkuala Aceh, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dibawah koordinator STPP Medan yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian.

Persyaratan keikutsertaan adalah alumni Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian, memiliki komitmen dalam mensukseskan program pemerintah seta memiliki kepedulian terhadap petani. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Sumatera Barat dan tidak sedang terlibat dalam program/kegiatan pemerintah yang lain seperti PWMP, SPR, dll. Dan tentunya diutamakan yang memiliki alat transportasi sendiri karena faktor lokasi yang akan dituju yang tersebar di Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, ujar Ketua Pelaksana UPSUS Alsintan 2018 Dr.Ir. Irawati, M.Rur.Sc.

Selanjutnya Ketua Pelaksana mengatakan bahwa Alumni Pendamping yang akan direkruit diperuntukkan untuk daerah Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang dan Kabupaten Solok.

Rekruitmen yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian pada Senin 25 Juni 2018 merupakan tahapan seleksi tahap 2. Seleksi wawancara yang diikuti 48 orang peserta merupakan saringan dari 210 orang pelamar. Dari hasil wawancara nanti akan terjaring 24 orang alumni pendamping yang akan diberi Bimbingan Teknis (Bimtek) pada bulan Juli 2018.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan