Berita (147)

07 Maret 2018

Kurnia Afridilla biasa dipangil Dilla. Diterima di Universitas Andalas melalui jalur SNMPTN pada tahun 2013 di Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi. Ketika semester 5, Dilla mengambil bidang kajian ilmiah Pemuliaan Tanaman dengan konsentrasi Ilmu Benih. Ayah seorang pedagang kaki lima di Pasar Raya, ibu seorang ibu rumah tangga. Terlahir sebagai anak ke dua dari 4 bersaudara yang dibesarkan di Kota Padang Perum. Banuaran blok G8.

Sejak semester 1 sudah aktif  berorganisasi di kampus. Mengawali organisasi dengan mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh BEM KM FP UNAND yang bernama FYWC. Pelatihan yang dijalani selama 1 periode kepengurusan (kurang lebih 1 tahun) memberikan banyak pengalaman. Mengikuti banyak kegiatan, Dilla sudah terbiasa menjadi panitia acara yang diadakan oleh BEM KM FP UNAND maupun acara teman-teman angkatkan.

Lulus dari FYWC, bergabung di BEM KM FP UNAND menjadi staf dinas Advokasi untuk Kabinet Faperta Bersatu periode 2014/2015. Dinas Advokasi merupakan dinas yang mendampingi mahasiswa dalam mengatasi setiap permasalahan di Fakultas Pertanian khususnya dan memberikan pelayanan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. Disini Dilla mendapatkan tantangan untuk menerima berbagai macam pengaduan mahasiswa yang tentunya pengaduan tersebut akan diproses terlebih dahulu sebelum dicarikan solusinya. Disamping itu dinas Advokasi ini merupakan fasilitator pihak dekanat dengan mahasiswa.

Setelah masa kepengurusan selesai, Dilla ingin mewujudkan cita-citanya yang ingin menjadi anggota BEM KM UNAND. Pada Kabinet Bangkit dan Solid BEM KM UNAND periode 2015/2016 menjadi staff Kementerian Sosial Politik bidang Kesejahteraan Mahasiswa. Bidang Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan dinas Advokasi di BEM Fakultas. Perbedaannya terletak pada cakupan kerja. Dinas Advokasi bekerja untuk mahasiswa Fakultas, sedangkan Kesma bekerja untuk mahasiswa semua Fakultas. Seiring berjalannya waktu, Dilla diangkat menjadi kepala bidang Kesma menggantikan kepala bidang sebelumnya yang mengundurkan diri karena alasan tertentu. Tentu saja tugas yang diemban menjadi lebih dari sebelumnya.

Menyelesaikan satu periode kepengurusan, melanjutkan pengabdian di Kabinet berikutnya. Dilla diberikan amanah menjadi Sekretaris Menteri Kesejahteraan Mahasiswa dan Masyarakat BEM KM UNAND Kabinet Sinergis dan Responsif periode 2016/2017. Bersama anggota Kemenkesma bekerja sama untuk menjadi fasilitator pihak rektorat dengan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan mahasiswa UNAND.

 

Dilla  –  LN Subag Akademik & Kemahasiswaan

03 Maret 2018

Ultari Wahyuni anak pertama dari pasangan Zulkaimi dan Elfamira, yang dilahirkan di Tembilahan, 30 Agustus 1995. Dibesarkan di salah satu kabupaten di Riau yaitu Indragiri Hilir khususnya Tembilahan. Memulai pendidikan di SDN 028 Tembilahan, MTsN Tembilahan, Man 2 Model Pekanbaru hingga akhirnya menyelesaikan studi S1 nya di Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Bukan hal yang mudah bagi Tari untuk menyelesaikan masa studi S1 selama 4 tahun 2 bulan dengan tetap bisa menjalankan tanggungjawab di organisasi. Selama masa perkuliahan, selain menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai mahasiswa, juga aktif dalam beberapa organisasi. Diantaranya diamanahkan menjadi Bendahara GMIT FP UNAND periode 2014/2015, staff UKMF AgITC FP UNAND periode 2015, Sekretaris Departemen Humas GMIT FP UNAND periode 2015/2016, dan diamanahkan menjadi Koordinator Wilayah I FOKUSHIMITI periode 2015-2017.

Semua amanah dan tanggungjawab memiliki tantangan yang berbeda-beda. Karena itu Tari harus bisa memanajemen waktu untuk kuliah, belajar, dan beroganisasi. Disatu sisi Tari harus menyelesaikan masa studi tepat waktu dan tetap bertanggungjawab terhadap amanah organisasi. Awal mula belajar beroganisasi itu di GMIT FP UNAND, hingga akhirnya diperkenalkan dengan organisasi FOKUSHIMITI, di organisasi ini Tari belajar menjadi pemimpin di sebuah wilayah dalam jangka waktu yang tidak sebentar, bukan hanya mengkoordinir mahasiswa Ilmu Tanah di Universitas Andalas saja, tetapi juga harus mengkoordinir mahasiswa Ilmu Tanah di 6 Universitas lainnya yang berada di Sumatera.

Dengan menjadi Koordinator Wilayah ini Tari bisa membawa nama Universitas Andalas di kancah nasional. Dua tahun menjadi pemimpin wilayah itu bukan hal yang mudah, Tari harus bisa tetap menomorsatukan Universitas Andalas tanpa melupakan 5 Universitas lainnya. Banyak yang didapatkan dari berorganisasi, diantaranya belajar menjadi seorang pemimpin yang luarbiasa, pribadi yang peduli akan semuanya, memanajemen waktu, pentingnya kerjasama, serta memperluas jaringan pertemanan.

Tari telah menyelesaikan masa studi di Fakultas Pertanian Universitas Andalas dalam jangka waktu yang tidak sebentar, Fakultas yang banyak mengajarkan akan sulitnya kehidupan, akan sulitnya petani-petani diluar sana, sedangkan tidak semua orang merasakannya. Karena sesuai slogan pertanian ”no farm, no food, no life”. Tidak ada petani, kita tidak akan makan, dan dengan tidak makan, kita tidak akan hidup. Harapannya kedepannya, agar Fakultas Pertanian bisa lebih terkenal, maju, membanggakan baik dari segi akademik maupun organisasi, mencetak kader-kader yang berguna untuk masyarakat, nusa, bangsa dan negara. Sehingga Fakultas Pertanian bisa menjadi Fakultas bergengsi yang menjadi saingan untuk Fakultas lainnya. Karena “Fakultas Pertanian lah juaranya”.

Sebagai alumni Fakultas Pertanian, Tari melihat pertanian Indonesia sudah lebih maju tetapi untuk inovasi teknologi masih jauh kurang dibandingkan negara lainnya. Tentunya banyak harapan untuk pertanian Indonesia kedepannya diantaranya teknologi yang berguna untuk pertanian Indonesia bisa lebih canggih lagi sehingga tidak ada petani yang melakukan pekerjaan dengan lelah tetapi upah payah, masyarakat Indonesia bisa mencintai produk pertanian lokal, dan kehidupan petani bisa lebih sejahtera.

 

Tari – LN Subag Akademik & Kemahasiswaan

01 Maret 2018

Darmasraya (Unand) – Universitas Andalas memperpanjang perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dalam bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Perencanaan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Darmasraya.

Perpanjangan kerjasama ini ditandai dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Andalas dengan Pemkab Dharmasraya yang ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA dan Bupati Pemkab Darmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan pada Rabu (28/2) di Gedung Auditorium Dharmasraya.

Tampak hadir dalam penandatanganan MoU ini, Rektor Universitas Andalas Terdahulu, Prof. Dr. Musliar Kasim, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, Wakil Rektor IV, Dr. Endry Martius, M.Sc, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Munzir Busniah, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Dr. Irawati M. Nur, Wakil Dekan II Fakultas Pertanian, Dr. Faidil Tanjung, Kepala Jurusan Kampus III Fakultas Pertanian, Ketua DPRD Dharmasraya Masrul Ma'as dan sejumlah Kepala OPD terkait.

Bupati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemkab Dharmasraya mengatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan keberadaan Kampus III Universitas Andalas di Darmasraya.

Menurutnya sektor pendidikan merupakan salah satu focus utama pembangunan pemerintah daerah saat ini.

Ia berharap dengan adanya kerjasama ini akan lebih mempermudah masing-masing pihak dalam melaksanakan perannya dalam dunia pendidikan khususnya dalam bidang pertanian.

Senada dengan itu Rektor Universitas Andalas mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Dharmasraya  atas komitmennya untuk terus memajukan dunia pendidikan terutama Kampus III Universitas Andalas Darmasraya.

“Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah agar terwujudnya sinergitas antar masing-masing pihak dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat serta perencanaan pembangunan Kabupaten Dharmasraya,”ujarnya.

Setelah penandatanganan MoU kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum yang diikuti oleh mahasiswa dan siswa SLTA sederajat di Dharmasraya dengan Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim sebagai pemateri yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Untuk materi yang disampaikan adalah peranan sektor pertanian untuk masa depan bangsa indonesia.

  

Humas dan Protokol Unand

28 Februari 2018

Muhammad Iko Matul Hakh biasa dipanggil Iko, lahir di Toboh Apar, Padang Pariaman 6 Juni 1995 sebagai anak ke 9 dari 10 bersaudara, dari pasangan Syamsuddin dan Yurhani. Pendidikan Sekolah Dasar ditempuh di SD N O9 SINTOGA Kab. Padang Pariaman (2001-2007). Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditempuh di SMP N 02 SINTOGA Kab. Padang Pariaman (2007-2010). Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Nan Sabaris Kab. Padang Pariaman (2010-2013). Pada tahun 2013 diterima di Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Program Studi Ilmu Tanah melalui jalur undangan (SNMPTN).

Semester 1 dan 2 tinggal di Asrama Menpera Unand dan aktif sebagai anggota DEPAKESMA (Departemen Kesejaheraan Mahasiswa) yang beranggotakan seluruh ketua lantai dari seluruh asrama Unand. Prestasi yang pernah ditorehkan selama di Asrama yaitu pernah meraih juara 2 Lomba Nasyid Tingkat Mahasiswa Se-Kota Padang yang diadakan oleh BEM KM FKM Unand pada tahun 2013 serta diberi kepercayaan untuk mengisi acara pada beberapa event yang diadakan oleh pengelola Asrama.

Selama menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Tanah, aktif di UKMF BEM KM FP UNAND periode 2015/2016 sebagai staff Infokom (Informasi Komunikasi) dan sekaligus juga aktif di UKMF GMIT FP UNAND Periode 2015/2016 sebagai Kepala Departemen HUMAS (Hubungan Mahasiswa). Selama menjabat Sebagai Kepala Departemen HUMAS pernah bertindak sebagai ketua delegasi sekaligus peserta yang mewakili Unand untuk mengikuti rangkaian acara dan perlombaan Jambore Ilmu Tanah Indonesia yang diadakan di Palembang pada tahun 2016.

Alhamdulilah dari beberapa perlombaan tersebut Iko dengan dua rekan tim yaitu Youngky Kurniawan dan Elsa Lolita Putri berhasil membawa Unand meraih Juara 1 Lomba Soil Judging Contest. Selain itu juga pernah mendapat penghargaan dari Rektor sebagai Mahasiswa Berprestasi tahun 2016 yang membawa nama Fakultas Pertanian.

 

Iko – LN Subag Akademik & Kemahasiswaan