Berita (147)

10 Februari 2018

Sabtu 10 Februari 2018 Fakultas Pertanian Universitas Andalas melepas wisudawan/ti Program Pascasarjana di Plaza HPT Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penyelenggaraan Wisuda I khusus Program Pascasarjana pada kesempatan kali ini berbeda, dengan pemindahan jambul langsung oleh Dekan dan penyerahan ijazah diberikan oleh Wakil Dekan I Fakultas masing-masing yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Andalas.

Pelepasan wisudawan program Pascasarjana Magister Pertanian terdiri dari 34 orang. Program Studi Agronomi 22 orang wisudawan, Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian 10 orang wisudawan dan Program Studi Ilmu Tanah 2 orang wisudawan. Wisudawan dengan Lulusan Terbaik langsung diberikan Rektor kepada wisudawan Fakultas. Salah satunya Ayu Kurnia Ilahi, SP, MP wisudawan Fakultas Pertanian dengan IPK 3,92 angkatan 2015 predikat lulus Dengan Pujian yang lulus pada tanggal 11 Agustus 2017 masa studi dua tahun nol bulan.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian mengatakan bahwa acara pelepasan wisudawan di Fakultas merupakan acara silaturrahmi, mempererat dan saling mengenal antara dosen dan keluarga wisudawan. Wisuda kali ini sangat luar biasa, pertama jumlah yang banyak dari biasanya ujar Dekan Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi. Kedua meluluskan angkatan pertama program Fast Track sebanyak 15 orang wisudawan. Dan ketiga melepas 4 orang wisudawan asal Vietnam program kerjasama dengan An Giang University - Vietnam.

Alvindo Dermawan, SP, MP dalam ungkapan kata, mengucapkan terima kasih kepada dosen dan tenaga kependidikan sehingga menjadi insan yang cerdas dan semoga dapat bersaing tinggi di dalam masyarakat dan dunia kerja. Sementara itu wakil orang tua menyampaikan sepatah kata yang berharap ilmu yang diperoleh hendaknya dapat menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan dalam dunia kerja ujar Maijon Disman, SH orangtua wisudawan Syajratu Emmal Khairati, SP, MSi.

 
LN – Subag Akademik & Kemahasiswaan

27 Januari 2018

Inspiring Session and Alumni Gathering Fakultas Pertanian : Angkatan 1991

Reuni yang digagas alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas angkatan 1991 (FPUA ’91), tidak saja sekadar malapeh taragak, tapi juga memberi arti pada almamater. Alumni ditampilkan sebagai dosen undangan memberikan kuliah dan memberikan motivasi kepada mahasiswa oleh alumni yang menggeluti profesi beragam.

Tidak heran, Walikota Padang Mahyeldi yang hadir dalam acara puncak reuni, Sabtu (27/1) di Plaza HPT, FPUA, Limau Manis, Padang, mengapresiasi acara reuni yang digagas oleh alumni FPUA ’91.

“Beberapa waktu lalu, saya juga menghadiri reuni FPUA angkatan ’92 dan angkatan lainnya. Reuni yang digagas alumni FPUA memang beda. Itulah perbedaaan kita, saat kuliah dan dididik selama menjadi mahasiswa FPUA. Ada nilai-nilai lebih yang membuat kiat lebih siap menghadapi dunia baru  setamat kuliah,” ujar Ketum DPP IKA FPUA ini.

Karena itu pula, bila melihat dari proses awal saat menimpa ilmu, wajar jika alumni FPUA siap ditempatkan di mana saja dengan profesi beragam.

Makanya ada alumni FPUA banyak sukses di dunia yang digeluti meski tak ada sangkut pautnya dengan ilmu yang dituntutnya saat kuliah di FPUA. “Tapi itulah kita, alumni FPUA,” kata Ketum DPP FPUA ini di hadapan para alumni FPUA ’91 dan dosen senior Prof Ardi, Dekan FPUA Dr. Munzir Busniah, Dekan Fateta Prof. Santosa.

Dalam acara puncak bertajuk “Taragak Basuo” itu, puluhan alumni dari berbagai daerah datang. “Alhamdullillah, tak menyangka kita hadir sebanyak ini. Luar biasa angkatan 91. Tapi semua rangkaian acara sukses berkat dukungan semua alumni,” kata Azfirwan, mewakili panitia.

Acara ditutup dengan hiburan KIM. Sehari sebelumnya, tujuh alumni dengan profesi beragam memberikan ceramah di hadapan mahasiswa sekaligus memberikan buku kenang-kenangan kepada fakultas yang diterima Dekan FPUA Munzir Busniah. Paginya kuliah umum yang disampaikan alumni Dr. Reflinur, yang juga menuntut ilmu di Korea. (effendi - Harian Singgalang) https://hariansinggalang.co.id/reuni-alumni-fpua-91-memberi-arti-pada-almamater/

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan

26 Januari 2018

Inspiring Session and Alumni Gathering Fakultas Pertanian : Angkatan 1991

Mahasiswa asal serius dan tekun dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi, ditambah pula dengan ikut berorganisasi, tidak perlu khawatir setelah menamatkan studi. Dunia kerja pasti menanti, tidak hanya terkait dengan bidang pertanian tapi juga dunia lain yang tak bersinggungan dengan ilmu yang dituntut saat kuliah.

Demikianlah benang merah yang disampaikan sejumlah alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FPUA) angkatan 91 di hadapan ratusan mahasiswa FPUA di plaza HPT FPUA, kampus Unand, Limau Manis, Padang.

Dalam acara inspiring session dan alumni gathering bertemakan ‘Alumni Fakultas Pertanian Bisa Berkiprah Dimana Saja”, ditampilkan tujuh alumni FPUA ’91 dengan profesi beragam. Mereka berbagi cerita, pengalaman saat melewati dunia belajar dan dunia kerja. Bahkan tidak jarang, jatuh bangun dialami demi menggapai kesuksesan.

Misalnya, Dr. Suharyanto, peneliti pada Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Dia menekuni dunia ini, karena memang saat kuliah hobi soal meneliti, apalagi di laboratirium, Dan setamat kuliah, ia diterima sebagai PNS di Kementan, dunia meneliti itu terus digeluti.

“Melangkah ke sana tidak mulus. Untung dulu saya juga aktif berorganisasi sehingga berbagai tantangan bisa dilewati,” kata Suharyanto yang kini bertugas di Bangka Belitung (Babel).

Tak jauh beda, juga dilakoni Dr. Reflinur, peneliti yang berkiprah di Kementan, Jakarta. Hebatnya, kapasitasnya juga diasah di negara Jepang. Kata Reflinur, kuncinya harus giat, serius dan tekun untuk sukses. “Tapi jangan serius terus. Rontok rambut nanti,” katanya.

Yang agak beda, Effendi yang kini menggeluti dunia wartawan. Aneh, karena kuliah hampir enam tahun di FPUA dan harapan banyak orang kelak pasti berurusan dengan pertanian dan perkebunan, ternyata tidak. Terdampar di dunia wartawan.

“Wartawan adalah profesi mulia dan dihargai. Menjadi pilar keempat di republik ini setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif,” kata alumni jurusan Budidaya Pertanian yang sering juara lomba menulis wartawan ini.

Yang juga jauh dari bidang keilmuan yang dituntut saat kuliah, dialami Ronny Jaya. Sang demonstran dan ‘anak band’ kampus ini jago soal dunia Informasi Teknologi (IT). Sejak kuliah, aktivis pencinta alam ini sudah diakui kehebatannya dalam bidang IT. “Pantas saja sekarang lebih profesional soal IT. Tapi kita nggak nyangka, kuliah di Pertanian, tapi jago di dunia IT,” ujar seorang mahasiswa.

Begitu pula Alvino Martha, praktisi perkebunan. Dia sudah malang melintang di sana dan reputasi hebatnya membuat Alvino kini lebih berkelas. “Asal mau dan gigih, pasti ada jalan,” katanya.

Sri Yuli Handayani, konsultan perkebunan juga mengatakan hal senada. Gigih, serius dan ingat Sang Pencipta niscaya, semua urusan beres.” Jangan anggap sepele semua urusan, meski terasa enteng, “kata satu-satunya perempuan yang tampil di acara tersebut yang sekaligus juga pengusaha cukup beken di Medan.

Terakhir Sulfa Azmi, adVokat yang membuat mahasiswa terkejut. Sebelum advokat, Azmi sudah malang melintang di dunia perbankan. Bahkan dia termasuk langka, saat kuliah sudah ditawari kerja. Azmi menerimanya dan menekuni kedua dunia itu dengan sempurna. Sukses keduanya, kuliah cepat selesai.

Acara yang dipandu oleh dosen FPUA Dr. PK Dewi Hayati itu cukup alot karena banyak mahasiswa yang bertanya kepada kakak kelas mereka yang bekerja di beragam dunia. “Kegiatan ini sangat bagus, memberikan motivasi kepada mahasiswa, bagaimana menghadapi dunia kerja. Semoga keberhasilan alumni FPUA angkatan 91 ini mampu melecut semangat mahasiswa,’ kata Dekan FPUA Dr. Munzir Busniah.

Di penghujung acara, perwakilan alumni FPUA angkatan 91 memberikan sejumlah buku kepada fakultas yang diterima Dekan FPUA. Bahkan sejumlah mahasiswa yang bertanya dapat pula bingkisan dari alumni. “Hebat-hebat alumni FPUA angkatan 91 ko,” ujar mahasiswa lainnya. (givo - Harian Singgalang) https://hariansinggalang.co.id/asal-serius-dan-tekun-dunia-kerja-menanti/

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan

26 Januari 2018

Inspiring Session and Alumni Gathering Fakultas Pertanian : Angkatan 1991

Kuliah tamu diberikan oleh Reflinur, SP. MSi, Ph.D yang merupakan salah seorang peneliti di Balai Penelitian Biogen, Bogor dengan topik “ Advanced Breeding and Current Status of Research in Plant Breeding in Indonesia”. Dihadapan dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang diwakili dari prodi Agroteknologi, HPT, Agribisnis dan mahasiswa yang umumya  berasal dari peminatan Pemuliaan Tanaman.

Reflinur, SP. MSi, Ph.D merupakan alumni angkatan 1991 yang memberikan kuliah tamu pada Jum’at pagi dalam satu rangkaian acara Reuni Angkatan 1991 sebagai bentuk bakti kepada almamater Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Dr. Reflinur menamatkan studi dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas tahun 1996 pada program Hama dan Penyakit Tumbuhan, kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang Bioteknologi di Institut Pertanian Bogor dan Ph.D pada bidang Plant Breeding di Seoul National University di Korea Selatan.

Saat ini Dr. Reflinur banyak melakukan penelitian berkaitan dengan program pemuliaan tanaman yang berkaitan dengan penggunaan marka molekuler untuk membantu program pemuliaan tanaman terutama padi yang berkaitan dengan resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman.

Dalam pemaparannya Dr Reflinur membuka peluang kerjasama dengan dosen staf pengajar dan mahasiswa Fakultas Pertanian dalam bidang penelitian dan juga praktek kerja / magang.

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan