Berita (133)

26 Oktober 2017

Seminar Nasional Meningkatkan SDM Pertanian dan Ketahanan Pangan merupakan rangkaian kegiatan Dies ke 63 Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang diadakan pada Kamis 26 Oktober 2017 di lantai 5 Gedung Perpustakaan Universitas Andalas. Hadir pada acara ini Seluruh Dosen Fakultas Pertanian, Mahasiswa, Dinas Tanaman Pangan/Instasi Pemerintah, Dekan Fakultas Pertanian PTS, Instansi/Perusahaan Negara dan Swasta, Bank Nagari, BNI, LSM Pertanian, UMKM, BEM/HIMA/UKF Fakultas Pertanian serta Perwakilan Tim Pendamping UPSUS APBN-P.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi menyampaikan bahwa kegiatan Seminar Nasional merupakan salah satu dari beberapa kegiatan dalam memperingati Dies Fakultas Pertanian yang ke 63 yang jatuh pada bulan November. Seminar ini sekaligus untuk menjawab kesiapan Mahasiswa sebagai generasi muda untuk menjadi Wira Usaha Muda, petani handal dimasa yang akan datang.

Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan seminar oleh Wakil Rektor III Prof.Dr.Ir. Hermansah, MS, MSc mengatakan bahwa ketahanan pangan adalah tantangan dimasa depan termasuk pada peningkatan produksi beras. Prof.Dr.Ir. Hermansah, MS, MSc yang juga dosen Fakultas Pertanian berharap mahasiwa Fakultas Pertanian dimasa yang akan datang dapat menjadi Pelaku Utama Pertanian.

Wakil Rektor III pada kesempatan ini menyerahkan Surat Izin Pendirian Program Studi Penyuluhan Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas dengan Nomor 271/KPT/I/2017 kepada Koordinator Prodi Dr. Sri Wahyuni, SP, MSi. Pada tahun akademik 2017/2018 Prodi Penyuluhan Pertanian telah menerima 31 orang mahasiswa baru pada Jalur Mandiri.

Sesi acara seminar yang dimoderatori Dr.Ir. Hery Bachrizal Tanjung, MS dengan narasumber Dr.Ir. Rani Mutiara Kepala Bagian Perencanaan Badan Penyuluhan Pertanian SDM Kementan RI, Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS Pakar Budidaya Pertanian Universitas Andalas, Prof.Dr. Helmi, MSc Pakar Pembanguan Pertanian Universitas Andalas serta Ir. Joni Dewan Penasehat AFTA dan Mantan Kadis Pertanian Sumatra Barat. 

Dr. Rani Mutiara mengatakan bahwa sasaran strategis pemerintah dalam hal ini Kementan adalah swasembada pangan dan dapat mengurangi impor, dengan mencanangkan 5 komoditas tanaman pangan menjadi 13 komoditas tanaman pangan. Pemerintah juga berusaha dalam pengembangan penyuluhan yang berbasis TIK, adanya regenerasi petani dengan bekerjasama antara Kementan dengan Universitas. 

Sementara itu Prof.Dr. Helmi, MSc mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas ekonomi dibidang pertanian yaitu dengan mengintegrasikan dimensi kewirausahaan dalam mengembangkan pertanian dan ketahanan pangan. 

Dosen sekaligus Pakar Budidaya Pertanian Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS mengatakan sektor pertanian tidak berkembang, bagaimana meningkatkannya. Sedangkan tamatan Fakultas Pertanian 50% lulusannya tidak bekerja di sektor pertanian. Ini yang menjadi tantangan, imbuh Musliar Kasim. Apa yang dilakukan Perguruan Tinggi, mungkin dapat merekruit calon mahasiswa dari kalangan petani dan jika memungkinkan dapat bekerjasama dengan Pemda, kurikulum lebih banyak teknis, kurangnya skill hanya ilmu pengetahuan saja dan perlu memberikan kuliah kerja praktek/magang, lebih jauh paparan Musliar Kasim . 

Dewan Penasehat AFTA Ir. Joni mengatakan pentingnya akan pemberdayaan petani karena petani merupakan pelaku utama, kemampuan petani sangat bervariasi dan terbatas serta petani yang kuat akan memberikan hasil yang maksimal.

Kesempatan bertanya dipergunakan dengan baik oleh semua peserta, antusias dengan kebijakan pemerintah serta harapan dan peningkatan SDM  menjadikan diskusi pada seminar nasional ini sangat luar biasa respon peserta dalam menjawab harapan dan tantangan masa datang.

 

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

19 Oktober 2017

Tujuan diadakannya Lokakarya bagi Jurusan Ilmu Tanah adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan Program Studi Sarjana dan Pascasarjana Ilmu Tanah dan sekaligus Prodi S1 Ilmu Tanah yang akan reakreditasi pada tahun 2018, ujar Dr.Ir. Aprisal dalam pembukaan singkat Lokakarya Menjawab Tantangan Kompetensi Lulusan Prodi S1 dan Prodi S2 melalui Kurikulum Riset Terpadu di Era Global. Lokakarya ini juga menjawab tantangan yang akan dihadapi pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hadir pada acara ini seluruh staf pengajar Jurusan Ilmu Tanah, Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah seluruh angkatan serta Alumni. Tamu undangan lainnya dari Dinas Lingkungan Hidup, Global Atmosfir Watch, Incasi Raya, serta dari Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Propinsi Sumatera Barat.

Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa lokakarya yang diadakan ini agar dapat lebih meningkatkan kualitas dari kurikulum yang telah ada. Salah satu dari mata kuliah pada kurikulum yang baru yaitu mata kuliah Kerja Praktek/Magang sangat diharapkan memberikan suatu motivasi dan kesiapan mahasiswa bersaing di dunia usaha. 

Prof.Dr.Ir. Herviyanti, MS selaku Ketua Jurusan dan sekaligus Koordinator Program Studi Sarjana memberikan gambaran kepada narasumber tentang Jurusan Ilmu Tanah, staf pengajar dan laboratorium yang dimiliki. Lokakarya yang dimoderatori Dr.Ir. Agustian dengan narasumber Prof.Dr.Ir. Sudarsono, MSC Guru Besar IPB/BAN-PT, Dr.Ir. Maswar Bahri, M.Agric.Sc dari BPT Bogor dan Dr.Ir. Erna Suryani, MSi dari Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementan serta Hartanto, ST, MM dari Global Atmosfir Watch (GAW) Koto Tabang, semoga dapat menjawab tantangan di era global.

 

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

19 Oktober 2017

Sosialisasi kuliah Kerja Praktek/Magang dihadiri 125 lebih mahasiswa Fakultas Pertanian Angkatan 2015 dan 2016. Mata Kuliah Kerja Praktek/Magang merupakan mata kuliah wajib Fakultas yang tertuang pada Kurikulum 2017 yang telah disahkan oleh Rektor Universitas Andalas.

Dekan Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi pada pembukaan sosialisasi mengatakan bahwa yang melatar belakangi ditawarkannya mata kuliah Kerja Praktek/Magang adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 ayat 2 dan pasal 36 ayat 3. Kuliah Kerja Praktek/Magang adalah kegiatan kerja mandiri mahasiswa berupa tinjauan/kerja lapangan yang menyangkut dengan kegiatan perencanaan, operasional, dan system pengelolaan kegiatan dan pengelolaan lingkungan dalam bidang pertanian, di bawah supervise seorang dosen pembimbing yang merupakan salah satu syarat menyelesaikan pendidikan program S1 pada Fakultas Pertanian Universitas Andalas, paparan Dekan Fakultas Pertanian.

Angkatan kerja harus ada kompetisi untuk dapat bersaing di dunia usaha, ujar Wakil Dekan I Dr.Ir. Irawati M.Rur.Sc memulai sosialisasinya. Ia mengatakan tujuan kuliah Kerja Praktek (KP)/Magang adalah untuk membentuk pola pikir mahasiswa dalam melihat suatu masalah dan sekaligus memberikan alternatif solusinya. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus, serta mendapat kesempatan mempelajari seluk beluk standar kerja. Dan juga meningkatkan penguasaan keterampilan dan keahlian tertentu, serta menjadi bekal dan jembatan dalam menjalani karir yang sesungguhnya. Syarat KP/Magang minimal telah lulus 70 SKS dan dapat dijadikan bahan untuk tugas akhir. Proses pendaftarannya nanti akan dilakukan secara online, untuk tahap awal ditawarkan kepada mahasiswa angkatan 2015 sebagai mata kuliah pilihan dan akan dievaluasi hasilnya untuk menjadi acuan bagi angkatan 2016 sebagai mata kuliah Wajib. Antusias mahasiswa pada mata kuliah ini dan banyaknya pertanyaan membuktikan kesungguhan bahwa tantangan masa depan adalah jawaban saat mahasiswa masih berada di dalam dunia kampus. 

 

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

02 Oktober 2017

310 calon Pendamping Tani dari Perguruan Tinggi (PT) dan Pemuda Tani untuk UPSUS Komoditas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan APBN-P Tahun 2017 mendapat bimbingan teknis di Fakultas Peternakan Unand, Sabtu (30/9/2017).

Ketua Panita, Prof Aswaldi Anwar, MS mengatakan, pelaksanaan program APBN-P disepakati untuk Sumatera Barat akan didampingi 310 pendamping tani yang terdiri dari 230 alumni Fakultas Pertanian dan Peternakan serta 80 orang dari Pemuda Tani. “Untuk kegiatan ini juga dilibatkan 31 Dosen Pembimbing yang terdiri dari 21 orang Dosen Pertanian dan 10 Dosen Peternakan,” jelas Aswaldi.

Prof Aswaldi yang juga koordinator perguruan tinggi mitra menjelaskan, kegiatan pendampingan Upsus APBN-P sudah harus dimulai di awal Oktober. “Tanggal 4 Oktober Tenaga Pendamping harus turun ke lapangan, dan pada Desember laporan harus masuk,” jelasnya. Untuk itu, Aswaldi meminta Pendamping Tani bergerak cepat dan efektif, sehingga program UPSUS APBN-P 2017 bisa sukses. “Bimtek ini adalah bekal untuk ke lapangan bagi para calon Pendamping Tani, sehingga bisa melakukan pendampingan dengan maksimal,” jelasnya.

Dekan Fakultas Pertanian Unand, Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi menjelaskan, komoditi yang akan didampingi para Pendamping Tani nantinya adalah komoditi jeruk, bawang putih, karet, kedelai, dan peternakan. Munzir berpesan kepada pendamping tani agar selama melakukan pendampingan, dapat memperoleh pengalaman berharga. Diharapkan Tenaga Pendamping Tani ke depannya bisa jadi pelaku bisnis di dunia pertanian. “Program ini diharapkan dapat juga melahirkan petani dan pebisnis muda di bidang pertanian. Selama ini dunia pertanian didominasi kaum tua. Pendamping Tani diharapkan bisa menggerakkan anak muda untuk menjadi petani sekaligus pebisnis di bidang pertanian,” ujar Munzir.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Sumbar, Nurkholis mengatakan, kegiatan ini adalah pembekalan bagi para calon Pendamping Tani jelang turun ke lapangan. Selain mempersiapkan Pemuda Tani untuk menjadi Pendamping Tani, menurutnya Gempita juga diberi kepercayaan oleh Kementerian Pertanian untuk mempersiapkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Bidang Pertanian. (Kabar Sumbar)

 

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan