Berita (111)

24 November 2017

Talkshow Peran Pemuda dan Petani dalam Risko di Bidang Pertanian merupakan salah satu acara yang termasuk dalam rangkaian Alek Gadang Masyarakat Pertanian (AGMP), yang dihadiri oleh LSM, Akademisi di Bidang Hama Tanaman Pangan, Petani dan Mahasiswa.

Talkshow ini berkaitan dengan salah satu program kerja BEM KM Faperta yang diangkat oleh Dinas Sosial sebagai wadah untuk mempertemukan Petani, Akademisi, LSM dan Mahasiswa terkait dengan Ketahanan Pangan yang merupakan topik penting yang harus disadari oleh Mahasiswa sebagai Agent of Change.

Talkshow ini terdiri dari dua materi yaitu ancaman hama terhadap ketahanan pangan dan asuransi pertanian.

Talkshow ini diangkatkan karena keresahan dan fakta di lapangan tentang banyaknya petani mengeluh akibat “bencana” yang diterima pertanaman budidaya mereka. Ketahanan pangan dilihat dari segi aman dari hama (opt), aman dari kerusakan, aman dari gagal panen dan aman dari pestisida.

Asuransi pertanian merupakan solusi untuk meminimalisir resiko dan dampak yang ditimbulkan dari ancaman dibidang pertanian, seperti ancaman gagal panen yang disebabkan bencana alam, hama (opt), yang disesuaikan dengan kriteria asuransi yang ditawarkan.

Petani dan mahasiswa diharapkan peka terkait ketahanan pangan, yang merupakan salah satu tiang untuk kokohnya suatu negara. Asuransi pertanian merupakan program yang dibuat Pemerintah terkait hal tersebut, sehingga dapat menjamin kelangsungan usaha tani.

Pemateri dalam talkshow ini adalah Ibu Dr. My Syahrawati, SP, MSi selaku Akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jemari Sakato oleh Bapak Niko Rinaldi, S.IP yang pastinya dimoderatori oleh dosen kece yang selalu membangun jaringan dan aksi nyata yaitu Bapak Ferdhinal Asful, SP, MSi.

Dalam rangkaian acara ini juga disediakan fasilitas donor darah dengan tujuan mengajak Maperta khususnya agar awam dalam hal mendonorkan darah.

 

Kabinet Karya - Subag Akademik & Kemahasiswaan

22 November 2017

Agriculture Leaders Club (ALC) merupakan keberlanjutan dari Alek Gadang Masyarakat Pertanian (AGMP). ALC mengadopsi teknis diskusi zaman now yang telah diselenggarakan salah satu stasiun televisi yaitu Indonesia Lawyers Club (ILC).

ALC merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan oleh Gubernur BEM KM Faperta yang diangkat oleh Dinas Kajian Pertanian bagi berbagai pihak terutama akademisi dan mahasiswanya yang rindu akan diskusi-diskusi multipihak.

ALC ini merupakan diskusi perdana yang diangkat oleh BEM KM Faperta dimana melibatkan Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pengambil keputusan. Akademisi, LSM sebagai pemerhati dan pengawasan, Petani sebagai objek yang sering menjadi korban dari kebijakan dan keputusan pemerintah serta Mahasiswa sebagai kotrol sosial penggerak dalam melakukan perpanjangan tangan petani, pengawasan kebijakan dan pemerhati keputusan serta yang dengan tegas menyatakan suara untuk perubahan bangsa ini.

ALC kali ini mengangkat tema “Kinerja Ketahanan Pangan Era Jokowi-JK” berbagai macam hadangan, tantangan dan problema yang dikemukakan oleh Dinas Pangan. Dari segi peneliti pangan yang dikemukakan oleh Bapak Musliar Kasim, salah satu masalah kenapa ketahanan pangan sangat susah kembali berjaya di Indonesia karena tidak adanya jaminan harga pasar dari pemerintah sehingga petani bisa memiliki harapan dan keyakinan kuat untuk melakukan produksi dengan giatnya.

LSM yang diwakili oleh Ketua SPI yaitu Bapak Rustam mengatakan sebenarnya semua berawal kalimat pertanian yang halal lagi baik. Semua aktifitas yang halal lagi baik dari mulai kabaikan dalam melakukan pembuatan lahan budidaya, penjagaan ekologi hingga kesejahteraan petani.

Ternyata pada kesempatan ini panitia mendatangkan petani yang sudah mendapatkan pembinaan langsung dari akademisi, yaitu Bapak Rimbra dari UPO Lambung Bukit. Pak Rimbra mengatakan untuk melakukan kegiatan ketahanan pangan seharusnya Pemerintah tidak memberikan racun dan pupuk kimia, sehingga hasil dan produksi tanaman dapat dioptimalkan dengan pupuk organik dengan menekan penggunaan pupuk kimia.

Diskusi berlangsung sangat menarik dan memanas yang dimoderatori oleh Bapak Heri Bachrizal Tanjung, perwakilan mahasiswapun tidak mau kalah memberikan kritik dan saran-saran kebijakan dan beberapa solusi. Memamg Mahasiswa tidak bisa memberikan pengalaman tetapi Mahasiswa menawarkan masa depan!!

 

 

Kabinet Karya - Subag Akademik & Kemahasiswaan

20 November 2017

Pembukaan Alek Gadang Masyarakat Pertanian (AGMP) berlangsung di Aula Fakultas MIPA. AGMP ini merupakan program kerja terobosan baru dari BEM KM Faperta Unand Kabinet Karya. Kabinet Karya melakukan terobosan baru di berbagai elemen dan aspek terbarukan sehingga menjadi batu pijakan untuk Kabinet selanjutnya.

Secara resmi pembukaan kali ini dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi. Pembukaan berjalan sangat khidmat dan antusiasme masyarakat terhadap acara ini tinggi. Dalam AGMP ini terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu Talkshow Nasional Prospek Wirausaha di Bidang Pertanian Pasca Kampus, Debat SMA se-Sumbar, Agriculture Leader Club (ALC), Talkshow Peran Pemuda dan Petani dalam Risiko di Bidang Pertanian, Faperta Award dan Bazar Expo.

AGMP ini memberikan daya tarik tersendiri bagi Pimpinan Fakultas Pertanian, sehingga Pimpinan memberikan apresiasi acara ini dengan mengangkatkan acara AGMP sebagai program dalam perayaan Dies Natalis ke 63 Fakultas Pertanian.

Alhamdulillah di kepemimpinan saudara Ananda Syahputra, terobosan-terobosan sangat banyak dilakukan. Pada acara AGMP kali ini diharapkan usai mengikuti kegiatan ini mahasiswa dapat merasakan euphoria berkegiatan dan berkehidupan di Fakultas Pertanian sehingga memiliki jiwa-jiwa wirausahawan muda pertanian dan juga jiwa petani modern sehingga bisa kembali mengulang masa kejayaan Indonesia di sektor pertanian.

 

 

Kabinet Karya - Subag Akademik & Kemahasiswaan

12 Agustus 2017

Sebagai seorang mahasiswa di Universitas ternama di Indonesia, bahkan kampus yang ia miliki adalah kampus termegah di Asia Tenggara, yakni Universitas Andalas. Ridho Herdi, salah satu mahasiswa BP 16 Kampus III Universitas Andalas mampu meraih prestasi yang sangat membanggakan, dipemilihan Uda Uni Kabupaten Dharmasraya tahun 2017. Ridho berhasil terpilih menjadi uda Duta Lingkungan Hidup.

Bagi Ridho, ini merupakan suatu prestasi yang belum pernah ia bayangkan sama sekali. Bahkan baru tahun ini ia mengikuti ajang pemilihan yang paling bergengsi di tingkat Kabupaten Dharmasraya.

“Alhamdulillah saya meraih prestasi ini, menjadi Uda Duta Lingkungan Hidup. Ini suatu prestasi yang tidak pernah saya bayangkan sama sekali. Bagi saya, untuk ikut ajang pemilihan Uda Uni Dharmasraya merupakan pertama kali. Dan masuk 15 besar saja sudah suatu hal yang membanggakan bagi saya,” ungkap Ridho dengan semangat.

Keikutsertaannya di ajang Uda Uni ini, merupakan keinginannya sendiri. Karena ingin mencari pengalaman dan wawasan pada saat mengikuti ajang yang paling bergengsi di kalangan anak-anak muda Kabupaten Dharmasraya.

“Saya ikut karena keinginan pribadi saya sendiri, namun keputusan untuk ikut pemilihan ini terlebih dahulu saya ijin ke ibu saya. Jika ibu tidak mengizinkan, maka saya tidak akan ikut. Tapi, alhamdulillah ibu saya mengizinkannya. Dan semua prestasi ini tidak lepas dari doa ibu saya,” bebernya lagi.

Ridho merupakan anak dari pasangan Ernawilis dan Alm. Rusdi, ia memiliki keinginan yang sangat mulia. Yakni ingin ikut serta mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Dharmasraya ke dunia luar. “Semoga saya bisa turut serta mempromosikan kebudayaan, pariwisata dan keindahan yang ada di Kabupaten Dharmasraya ke dunia luar,” pungkasnya.(de) (Beda Ekspres)

 

 

Subag Akademik & Kemahasiswaan