Berita (75)

21 April 2017

Fakultas Pertanian Universitas Andalas memulai program baru dengan Motivation Training and Alumni Gathering. Kegiatan ini bertujuan memberikan support bagi Mahasiswa Fakultas Pertanian dengan merangkul para alumni bersama-sama bersinergi untuk memberikan yang terbaik bagi Fakultas Pertanian khususnya. Alumni dapat memberikan wawasan baru sedangkan mahasiswa mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, ujar Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi pada pembukaan acara Talk Show : Mental Juara, Kita Punya!.

Hadir pada acara ini H. Mahyeldi Ansyarullah, SP Ketua DPP IKA FPUA yang merupakan alumni angkatan 86, praktisi pendidikan Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS alumni angkatan 78, dan beberapa alumni lainnya yang berkecimpung di dunia usaha.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah, SP mengatakan seorang petarung harus memiliki kesabaran yang merupakan kunci sebuah kesuksesan. Masyarakat Sumatera Barat memiliki jiwa nasionalisme kuat yang merupakan modal besar. Intinya Mahyeldi mengatakan bahwa mental juara harus memiliki semangat sebagai petarung, kesabaran untuk terus bekerja berbuat sehingga tujuan tercapai, memilki responsibility dan membangun silaturrahmi. 

Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS sebagai praktisi pendidikan mengatakan untuk menjadi juara tidak secara tiba-tiba tapi melalui perjalanan yang panjang. Jiwa petarung harus memilki kompetensi  seperti potensi pengetahuan (knowledge), potensi keterampilan (skill) dan memilki sikap (attitute) yang dibangun sejak dini. 

Disisi lain alumni Fajaruddin alumni angkatan 75 yang pernah menjabat Wakil Dinas Pariwisata Sumbar mengatakan bahwa keberhasilan seseorang adalah dapat melakukan interaksi dengan lintas ilmu atau pekerjaan.

 Sedangkan Dr.Ir. Yuzirwan Rasyid, MS dosen Fakultas Pertanian mengatakan bahwa mental juara dapat dimiliki seseorang apabila dia dengan kemampuannya dapat membaca situasi serta menempatkan diri dengan benar.

 Diskusi yang alot antar mahasiswa yang dimoderatori Prof.Dr.Ir. Helmi membawa pencerahan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian yang memadati Convention Hall Universitas Andalas. 

Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim mengatakan bahwa kunci sukses seseorang adalah berani dan bertanya. Dan jadikan kiprah disektor pertanian sebagai panggilan jiwa.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

19 April 2017

Rabu, 19 April 2017 Forum Studi Dinamika Islam (FORSTUDI) Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengangkatkan seminar nasional pertanian dalam rangkaian acara Agriculture Islamic Fair (AIF) yang merupakan acara Milad forstudi yang ke-26. Seminar nasional ini mengangkatkan tema “ Potensi Dan Hambatan Indonesia Menuju Swasembada Pangan” yang diadakan di Convention Hall Universitas Andalas. Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber yaitu bapak Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS (Menteri Pertanian periode 2004-2009) dan bapak Ir. Effendi, MP (Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat). Acara ini juga dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Walikota Padang, bapak Ir. Mahyeldi, SP.

Tema ini diangkatkan dengan dilandasi isu dibidang pertanian yang berkembang saat ini berkaitan dengan peningkatan swasembada pangan, yang harapannya bisa menjawab pertanyaan mendasar tentang ”bagaimana cara peningkatan swasembada pangan dilakukan serta bagaimana menghadapi impor dan sejauh mana impor dilakukan” seperti yang di sampaikan oleh moderator Rafnel Azhari SP, M.Si pada saat memulai acara.

Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS, dalam penyampaiannya menjelaskan tentang ketahanan pangan berkelanjutan berbasis pangan lokal. Bahwa dalam menjalankan swasembada pangan bukan berarti kita sama sekali tidak menjalankan impor. Sebab persoalan swasembada pangan erat kaitannya dengan selera, sehingga terjadi keterbutuhan dan ketergantungan terhadap produk- produk yang tidak bisa dihasilkan sendiri dan harus terus menerus dipenuhi, yang tentu saja hanya dapat di penuhi melalui impor. Lebih lanjut Anton menjelaskan, bahwa swasembada pangan dapat dilakukan dengan penguatan pangan lokal. Adapun tantangan menuju swasembada pangan di Indonesia kedepannya ialah penduduk semakin bertambah serta jumlah lahan yang semakin menyusut. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahan pangan di Indonesia antara lain seperti : peningkatan produksi pangan, pengamanan hasil produksi pangan, diversifikasi pangan, pengembangan pangan olahan berbasis pangan lokal dan produk diversivikasi.

Sementara Ir. Effendi, MP selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat, lebih banyak menjelaskan kondisi pangan di Sumatera Barat, secara umum ketersediaan pangan di Sumatera Barat, khususnya beras mengalami surplus, sementara dari segi konsumsi Sumatera Barat termasuk 6 daerah pengkonsumsi pangan terbesar di Indonesia. Namun demikian keadaan ini bukanlah sesuatu yang menggembirakan karena dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus menerus akan menimbulkan kerawanan pangan. Dengan angka konsumsi yang cukup besar tersebut, maka provinsi Sumatera Barat menargetkan pengurangan konsumsi beras untuk menjaga ketahanan pangan di Sumatera Barat. Menurut Effendi solusi yang tepat untuk mengatasi ketahanan pangan adalah diversifikasi pangan.

Seminar ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua Narasumber dan juga Moderator yang telah memandu jalannya seminar.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

04 April 2017

Kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi mahasiswa/alumni tenaga pendamping dalam Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan dan Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB) ini bertujuan untuk menyampaikan rangkaian program yang telah disusun sedemikian rupa oleh Kementerian Pertanian agar dapat didampingi dan disukseskan oleh semua pihak yang terkait.  Dengan pembekalan yang diberikan diharapkan semua mahasiswa/alumni yang terlibat dalam kegiatan ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan terarah. Dan mahasiswa/alumni sebagai tenaga pendamping dapat memahami tugas dan fungsinya dalam program UPSUS swasembada pangan dan SIWAB tahun 2017 di Sumatera Barat, laporan singkat yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Prof.Dr.Ir. Aswaldi Anwar, MP. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2015, dan pada tahun 2016 diikuti oleh 8 orang dosen pendamping serta 78 orang mahasiswa/alumni. Pada tahun 2017 juga diikuti oleh 8 orang dosen pendamping dengan 88 orang mahasiswa/alumni yang tersebar di 8 Kabupaten.

Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa ini merupakan langkah awal untuk memulai proses membangun reputasi atau jenjang karier dalam bekerja. Mahasiswa yang ikut pada program ini adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan 6 semester  yang seharusnya mempunyai peluang kesempatan untuk belajar mengaplikasikan ilmunya, imbuh Munzir Buzniah bahwa adanya perpindahan dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor IV Dr.Ir. Endri Martius, MSc yang dihadiri oleh Dosen pendamping untuk 8 Kabupaten di Sumatera Barat menyampaikan bahwa kelangkaan pangan merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri, ini dapat dilihat dari kejatuhan suatu negara. Pesan WR IV kepada mahasiswa/alumni jangan perlakukan petani/orang desa sebagai objek tapi perlakukan sebagai patner kerja.

Akhirkata WR IV mengucapkan atas nama Universitas selamat kepada Fakultas Pertanian yang telah sukses menjalankan program Pemerintah pada tahun 2015 dan 2016 dan diharapkan dengan tambahan program SIWAB pada tahun 2017 akan memberikan nilai tambah bagi program yang akan dijalankan ini.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

30 Maret 2017

Kembali aksi mahasiswa kampus III Unand Kabupaten Dharmasraya mendapatkan pujian dari masyarakat. Pasalnya, mereka kembali menolong orang yang sedang membutuhkan darah. Ini merupakan suatu kegiatan positif yang dilakukan para generasi muda, calon pemimpin bangsa.

Sebelumnya, Rahmad Hidayat BP 16 menyumbang darahnya kepada salah seorang pasien RSUD Sungai Dareh yang menderita gagal ginjal. Kali ini, Cardova Van Islami BP 16 menyumbang darahnya untuk pasien sakit kanker serviks level 4. “Alhamdulillah anak-anak kampus III Unand memberikan pertolongan kepada tante saya. Semoga darah yang disumbangkan dapat menolong tante saya yang saat ini terbaring lemah di rumah sakit,” ungkap Suci.

Aksi sosial yang dilakukan oleh mahasiswa kampus III Unand ini sungguh perbuatan yang sangat terpuji. Semoga mahasiswa mahasiswa lainnya dapat mengikuti jejak-jejak mahasiswa Unand ini. “Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, kami mahasiswa kampus III Unand siap membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan,” jelas Cardova yang dimainkan oleh Ferry, Arby dan Rahmat. (Beda Ekspres).

 

                                                  Subag Akademik & Kemahasiswaan