Berita (137)

13 Maret 2018

Lailatul Zuhri Indriani, lahir di Tanjung Alam tepat pada tanggal 29 Maret 1995 silam. Merupakan salah satu mahasiswi Fakultas Pertanian, program studi Agroteknologi 2013. Lahir dari pasangan Drs. Delwijhon Sandre dan Yenni Sastri, SH.

Menjadi mahasiswa di Fakultas Pertanian bukanlah impian utamanya. Akan tetapi ketika mendapatkan motivasi semasa BAKTI, semangatnya bangkit untuk membuktikan bahwa menjadi Sarjana Pertanian bukanlah hal yang buruk.

Gadis yang akrab disapa Laila ini pun mulai belajar lebih giat dan mengenal ilmu pertanian lebih dalam lagi. Cemooh teman-teman semasa sekolahnya yang memandang sebelah mata Fakultasnya ingin ia patahkan. Untuk membantu mewujudkan hal tersebut, ia juga aktif menjadi salah satu anggota unit kegiatan mahasiswa tingkat Universitas yaitu UKPM Genta Andalas. Tidak hanya sekedar belajar menjadi seorang jurnalis, ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bisa menggali informasi pertanian ke pejabat-pejabat terkait di sekitar kota Padang. Dengan tambahan skill tersebut ia akhirnya bisa memperdalam ilmu pertanian dari kasus di lapangan. Apalagi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang potensi pertaniannya tergolong tinggi.

Selama di Genta Andalas, ia harus membagi waktu antara aktivitas jurnalis dan akademiknya yang begitu padat. Diamanahkan sebagai Pimpinan Divisi Produksi UKPM Genta Andalas periode 2015/2016, ia berhasil menerbitkan beberapa tabloid, update tulisan di portal berita, dan menulis di koran lokal seperti Padang Ekspress. Bahkan pada November 2015, ia sempat diamanahkan sebagai Ketua Panitia Seminar Nasional Bersama Kemal Pahlevi dan Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional III.

Aktivitas jurnalis yang tak kenal waktu juga tak menghalanginya untuk fokus pada akademik. Setiap semester nilai Indeks Prestasi yang diraihnya tak pernah berada di bawah 3,0. Ia cukup pandai dalam membagi waktu antara organisasi dan akademik. Bahkan selama 7 bulan penelitian tanaman tomat di Kabupaten Agam, ia masih aktif menulis untuk portal berita.

Pada wisuda I 2018 ini, ia akhirnya berhasil meraih tiga gelar yang mungkin menjadi impian semua wisudawan saat prosesi wisuda tiba. Yang pertama gelar sarjana, yang kedua sebagai Lulusan Terbaik dari Fakultas Pertanian dengan predikat sangat memuaskan, dan yang ketiga sebagai Bintang Aktivis Kampus perwakilan UKPM Genta Andalas.

Terakhir pesan darinya adalah untuk jangan patah semangat melawan keadaan yang tidak sesuai dengan kehendak kita. Buktikan bahwa kita bisa dan akan menjadi yang terbaik dari yang bisa.

 

Laila – LN Subag Akademik & Kemahasiswaan

09 Maret 2018

Nevia Prima Vera merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas program studi Agroteknologi. Merupakan salah satu Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda 1 tahun 2018. Sejak masuk ke dunia kampus pada tahun 2013, Nevia aktif di berbagai organisasi mulai dari Relawan Sosial BEM KM UNAND, Forstudi FP Unand, dan BEM KM FP UNAND.

Tidak hanya di dalam kampus, ia juga aktif di organisasi ekstra kampus yaitu Forum Indonesia Muda, HMI Komisariat Pertanian Unand, Tabloid Pertanian Suara Afta, dan Minangkabau Bussines School and Entrepreneurship Center (MBS-EC).

Aktif di berbagai organisasi tidak membuatnya melupakan prestasi akademis. Selama masa perkuliahan, ia adalah penerima beasiswa PPA (Penunjang Prestasi Akademik) selama 2 tahun penerimaan berturut-turut dan merupakan peserta Student Exchange ke An Giang University Vietnam. Belajar dari pengalaman menjadi mahasiswa yang aktif dalam organisasi, menurutnya pembelajaran tentang kehidupan yang sebenarnya tidak sepenuhnya didapat di bangku perkuliahan tetapi harus dilengkapi dengan pengalaman dalam beroganisasi.

 

Nevia  –  LN Subag Akademik & Kemahasiswaan

07 Maret 2018

Kurnia Afridilla biasa dipangil Dilla. Diterima di Universitas Andalas melalui jalur SNMPTN pada tahun 2013 di Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi. Ketika semester 5, Dilla mengambil bidang kajian ilmiah Pemuliaan Tanaman dengan konsentrasi Ilmu Benih. Ayah seorang pedagang kaki lima di Pasar Raya, ibu seorang ibu rumah tangga. Terlahir sebagai anak ke dua dari 4 bersaudara yang dibesarkan di Kota Padang Perum. Banuaran blok G8.

Sejak semester 1 sudah aktif  berorganisasi di kampus. Mengawali organisasi dengan mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh BEM KM FP UNAND yang bernama FYWC. Pelatihan yang dijalani selama 1 periode kepengurusan (kurang lebih 1 tahun) memberikan banyak pengalaman. Mengikuti banyak kegiatan, Dilla sudah terbiasa menjadi panitia acara yang diadakan oleh BEM KM FP UNAND maupun acara teman-teman angkatkan.

Lulus dari FYWC, bergabung di BEM KM FP UNAND menjadi staf dinas Advokasi untuk Kabinet Faperta Bersatu periode 2014/2015. Dinas Advokasi merupakan dinas yang mendampingi mahasiswa dalam mengatasi setiap permasalahan di Fakultas Pertanian khususnya dan memberikan pelayanan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. Disini Dilla mendapatkan tantangan untuk menerima berbagai macam pengaduan mahasiswa yang tentunya pengaduan tersebut akan diproses terlebih dahulu sebelum dicarikan solusinya. Disamping itu dinas Advokasi ini merupakan fasilitator pihak dekanat dengan mahasiswa.

Setelah masa kepengurusan selesai, Dilla ingin mewujudkan cita-citanya yang ingin menjadi anggota BEM KM UNAND. Pada Kabinet Bangkit dan Solid BEM KM UNAND periode 2015/2016 menjadi staff Kementerian Sosial Politik bidang Kesejahteraan Mahasiswa. Bidang Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan dinas Advokasi di BEM Fakultas. Perbedaannya terletak pada cakupan kerja. Dinas Advokasi bekerja untuk mahasiswa Fakultas, sedangkan Kesma bekerja untuk mahasiswa semua Fakultas. Seiring berjalannya waktu, Dilla diangkat menjadi kepala bidang Kesma menggantikan kepala bidang sebelumnya yang mengundurkan diri karena alasan tertentu. Tentu saja tugas yang diemban menjadi lebih dari sebelumnya.

Menyelesaikan satu periode kepengurusan, melanjutkan pengabdian di Kabinet berikutnya. Dilla diberikan amanah menjadi Sekretaris Menteri Kesejahteraan Mahasiswa dan Masyarakat BEM KM UNAND Kabinet Sinergis dan Responsif periode 2016/2017. Bersama anggota Kemenkesma bekerja sama untuk menjadi fasilitator pihak rektorat dengan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan mahasiswa UNAND.

 

Dilla  –  LN Subag Akademik & Kemahasiswaan

03 Maret 2018

Ultari Wahyuni anak pertama dari pasangan Zulkaimi dan Elfamira, yang dilahirkan di Tembilahan, 30 Agustus 1995. Dibesarkan di salah satu kabupaten di Riau yaitu Indragiri Hilir khususnya Tembilahan. Memulai pendidikan di SDN 028 Tembilahan, MTsN Tembilahan, Man 2 Model Pekanbaru hingga akhirnya menyelesaikan studi S1 nya di Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Bukan hal yang mudah bagi Tari untuk menyelesaikan masa studi S1 selama 4 tahun 2 bulan dengan tetap bisa menjalankan tanggungjawab di organisasi. Selama masa perkuliahan, selain menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai mahasiswa, juga aktif dalam beberapa organisasi. Diantaranya diamanahkan menjadi Bendahara GMIT FP UNAND periode 2014/2015, staff UKMF AgITC FP UNAND periode 2015, Sekretaris Departemen Humas GMIT FP UNAND periode 2015/2016, dan diamanahkan menjadi Koordinator Wilayah I FOKUSHIMITI periode 2015-2017.

Semua amanah dan tanggungjawab memiliki tantangan yang berbeda-beda. Karena itu Tari harus bisa memanajemen waktu untuk kuliah, belajar, dan beroganisasi. Disatu sisi Tari harus menyelesaikan masa studi tepat waktu dan tetap bertanggungjawab terhadap amanah organisasi. Awal mula belajar beroganisasi itu di GMIT FP UNAND, hingga akhirnya diperkenalkan dengan organisasi FOKUSHIMITI, di organisasi ini Tari belajar menjadi pemimpin di sebuah wilayah dalam jangka waktu yang tidak sebentar, bukan hanya mengkoordinir mahasiswa Ilmu Tanah di Universitas Andalas saja, tetapi juga harus mengkoordinir mahasiswa Ilmu Tanah di 6 Universitas lainnya yang berada di Sumatera.

Dengan menjadi Koordinator Wilayah ini Tari bisa membawa nama Universitas Andalas di kancah nasional. Dua tahun menjadi pemimpin wilayah itu bukan hal yang mudah, Tari harus bisa tetap menomorsatukan Universitas Andalas tanpa melupakan 5 Universitas lainnya. Banyak yang didapatkan dari berorganisasi, diantaranya belajar menjadi seorang pemimpin yang luarbiasa, pribadi yang peduli akan semuanya, memanajemen waktu, pentingnya kerjasama, serta memperluas jaringan pertemanan.

Tari telah menyelesaikan masa studi di Fakultas Pertanian Universitas Andalas dalam jangka waktu yang tidak sebentar, Fakultas yang banyak mengajarkan akan sulitnya kehidupan, akan sulitnya petani-petani diluar sana, sedangkan tidak semua orang merasakannya. Karena sesuai slogan pertanian ”no farm, no food, no life”. Tidak ada petani, kita tidak akan makan, dan dengan tidak makan, kita tidak akan hidup. Harapannya kedepannya, agar Fakultas Pertanian bisa lebih terkenal, maju, membanggakan baik dari segi akademik maupun organisasi, mencetak kader-kader yang berguna untuk masyarakat, nusa, bangsa dan negara. Sehingga Fakultas Pertanian bisa menjadi Fakultas bergengsi yang menjadi saingan untuk Fakultas lainnya. Karena “Fakultas Pertanian lah juaranya”.

Sebagai alumni Fakultas Pertanian, Tari melihat pertanian Indonesia sudah lebih maju tetapi untuk inovasi teknologi masih jauh kurang dibandingkan negara lainnya. Tentunya banyak harapan untuk pertanian Indonesia kedepannya diantaranya teknologi yang berguna untuk pertanian Indonesia bisa lebih canggih lagi sehingga tidak ada petani yang melakukan pekerjaan dengan lelah tetapi upah payah, masyarakat Indonesia bisa mencintai produk pertanian lokal, dan kehidupan petani bisa lebih sejahtera.

 

Tari – LN Subag Akademik & Kemahasiswaan