Berita (81)

23 Mei 2017

Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada Sabtu 20 Mei 2017 melaksanakan Penyerahan Ijazah Sarjana dan Magister pada Wisuda II Tahun 2017. Penyerahan Ijazah dan pelepasan mahasiswa Program Sarjana dan Magister di laksanakan di Gedung E Universitas Andalas. Sebanyak 60 orang yang terdiri dari Program Sarjana sejumlah 57 yang terdiri dari 24 orang Laki-laki dan 33 orang Perempuan.     Sedangkan Program Magister 3 orang, 2 orang Laki-laki dan 1 orang Perempuan.  

Wisuda Fakultas Pertanian di buka secara resmi oleh Dekan Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi. Wisuda II ini merupakan wisuda pertama bagi Wakil Dekan I, II dan III yang dilantik pada 17 Maret 2017.

Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian diberikan penghargaan  langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian kepada Khairul Fahmi Purba dari Prodi Agribisnis dengan IPK 3,84 predikat lulus Dengan Pujian dan Armina Mustika dari Prodi Agroteknologi dengan IPK 3,64 predikat lulus Sangat memuaskan.

Pada wisuda II ini Dekan juga melepas mahasiswa asing dari Vietnam yang belajar pada Program Pascasarjana Fakultas Pertanian yaitu Nguyen Van Tai dan Nguyen Thi Phuong Thao.

Khairul Fahmi Purba, SP sebagai wakil wisudawan memberikan ungkapan singkat berupa ucapan terima kasih kepada dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan proses pembelajaran dan pelayanan selama di Fakultas Pertanian. Ucapan ini juga disampaikan perwakilan orangtua kepada dosen dan tenaga kependidikan dan memberikan semangat bagi wisudawan bahwa proses belum selesai untuk mewujudkan cita-cita.

Diiringi dengan lagu “Bunda” salah seorang wisudawan mencurahkan ungkapan perasaan kepada orang tua atas pengorbanan dalam membesarkan mereka,  ungkapan rasa ini disampaikan oleh wisudawan Walmadri, SP yang diamini oleh wisudawan lainnya. Dekan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada wisudawan dan orangtua wisudawan serta berpesan agar para wisudawan dapat mengamalkan ilmu yang dipelajari diperkuliahan selama ini.

Munzir Busniah juga menyampaikan bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional para mahasiswa/alumni untuk bangkit memajukan dunia usaha di bidang pertanian sehingga kita ikut berperan di dalam pembangunan Indonesia. Bangunlah reputasi anda mulai hari ini karena kesuksesan di mulai dari komitmen yang dipatri di dalam diri, pesan Dekan kepada wisudawan dan wisudawati.

 

 LN – Subag Akademik & Kemahasiswaan

02 Mei 2017

Pelatihan Hibridisasi dan Propagasi Tanaman Hias untuk  Guru-guru Biologi SMA/SMK se-Sumatera Barat merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang ke-62. Kegiatan ini bertujuan selain sebagai bentuk kegiatan pengabdian dosen-dosen Fakultas Pertanian kepada masyarakat, juga sebagai wahana sosialisasi program studi yang baru seperti Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Ilmu Tanah, ataupun juga Prodi Agroteknologi kepada guru-guru se-Sumatera Barat.

Kegiatan yang baru dilakukan untuk pertama kali juga dimaksudkan sebagai wahana bagi guru-guru biologi tersebut mengenal Fakultas Pertanian Universitas Andalas sehingga mereka dapat menyampaikan informasi yang tepat kepada murid-murid SMA yang akan melanjutkan studi S1 di Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Pelatihan Hibridisasi dan Propagasi Tanaman Hias bagi guru-guru Biologi merupakan kegiatan yang dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk dapat melakukan hibridisasi/persilangan dan propagasi/perbanyakan tanaman baik secara generatif maupun vegetatif serta dapat menerapkan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) bagi keperluan propagasi, pembentukan arsitektur tanaman dan pembungaan pada tanaman hias.

Penngetahuan dan keterampilan ini diharapkan dapat disebarluaskan kepada murid-murid SMA serta dapat diaplikasikan untuk mengembangkan budidaya tanaman hias di sekolah masing-masing.

Kegiatan pelatihan yang diadakan pada tanggal 29 April dan 6 Mei 2017 dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MS yang dihadiri oleh Dinas Pendidikan serta guru-guru se-Sumatera Barat sebagai peserta.

Bentuk dari kegiatan ini menurut panitia Dr.P.K. Dewi Hayati, SP, MSi dalam bentuk pemberian materi dan diskusi, demonstrasi dan pelatihan serta open laboratorium dan pengenalan program Studi.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

21 April 2017

Fakultas Pertanian Universitas Andalas memulai program baru dengan Motivation Training and Alumni Gathering. Kegiatan ini bertujuan memberikan support bagi Mahasiswa Fakultas Pertanian dengan merangkul para alumni bersama-sama bersinergi untuk memberikan yang terbaik bagi Fakultas Pertanian khususnya. Alumni dapat memberikan wawasan baru sedangkan mahasiswa mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, ujar Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi pada pembukaan acara Talk Show : Mental Juara, Kita Punya!.

Hadir pada acara ini H. Mahyeldi Ansyarullah, SP Ketua DPP IKA FPUA yang merupakan alumni angkatan 86, praktisi pendidikan Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS alumni angkatan 78, dan beberapa alumni lainnya yang berkecimpung di dunia usaha.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah, SP mengatakan seorang petarung harus memiliki kesabaran yang merupakan kunci sebuah kesuksesan. Masyarakat Sumatera Barat memiliki jiwa nasionalisme kuat yang merupakan modal besar. Intinya Mahyeldi mengatakan bahwa mental juara harus memiliki semangat sebagai petarung, kesabaran untuk terus bekerja berbuat sehingga tujuan tercapai, memilki responsibility dan membangun silaturrahmi. 

Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS sebagai praktisi pendidikan mengatakan untuk menjadi juara tidak secara tiba-tiba tapi melalui perjalanan yang panjang. Jiwa petarung harus memilki kompetensi  seperti potensi pengetahuan (knowledge), potensi keterampilan (skill) dan memilki sikap (attitute) yang dibangun sejak dini. 

Disisi lain alumni Fajaruddin alumni angkatan 75 yang pernah menjabat Wakil Dinas Pariwisata Sumbar mengatakan bahwa keberhasilan seseorang adalah dapat melakukan interaksi dengan lintas ilmu atau pekerjaan.

 Sedangkan Dr.Ir. Yuzirwan Rasyid, MS dosen Fakultas Pertanian mengatakan bahwa mental juara dapat dimiliki seseorang apabila dia dengan kemampuannya dapat membaca situasi serta menempatkan diri dengan benar.

 Diskusi yang alot antar mahasiswa yang dimoderatori Prof.Dr.Ir. Helmi membawa pencerahan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian yang memadati Convention Hall Universitas Andalas. 

Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim mengatakan bahwa kunci sukses seseorang adalah berani dan bertanya. Dan jadikan kiprah disektor pertanian sebagai panggilan jiwa.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

19 April 2017

Rabu, 19 April 2017 Forum Studi Dinamika Islam (FORSTUDI) Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengangkatkan seminar nasional pertanian dalam rangkaian acara Agriculture Islamic Fair (AIF) yang merupakan acara Milad forstudi yang ke-26. Seminar nasional ini mengangkatkan tema “ Potensi Dan Hambatan Indonesia Menuju Swasembada Pangan” yang diadakan di Convention Hall Universitas Andalas. Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber yaitu bapak Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS (Menteri Pertanian periode 2004-2009) dan bapak Ir. Effendi, MP (Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat). Acara ini juga dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Walikota Padang, bapak Ir. Mahyeldi, SP.

Tema ini diangkatkan dengan dilandasi isu dibidang pertanian yang berkembang saat ini berkaitan dengan peningkatan swasembada pangan, yang harapannya bisa menjawab pertanyaan mendasar tentang ”bagaimana cara peningkatan swasembada pangan dilakukan serta bagaimana menghadapi impor dan sejauh mana impor dilakukan” seperti yang di sampaikan oleh moderator Rafnel Azhari SP, M.Si pada saat memulai acara.

Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS, dalam penyampaiannya menjelaskan tentang ketahanan pangan berkelanjutan berbasis pangan lokal. Bahwa dalam menjalankan swasembada pangan bukan berarti kita sama sekali tidak menjalankan impor. Sebab persoalan swasembada pangan erat kaitannya dengan selera, sehingga terjadi keterbutuhan dan ketergantungan terhadap produk- produk yang tidak bisa dihasilkan sendiri dan harus terus menerus dipenuhi, yang tentu saja hanya dapat di penuhi melalui impor. Lebih lanjut Anton menjelaskan, bahwa swasembada pangan dapat dilakukan dengan penguatan pangan lokal. Adapun tantangan menuju swasembada pangan di Indonesia kedepannya ialah penduduk semakin bertambah serta jumlah lahan yang semakin menyusut. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahan pangan di Indonesia antara lain seperti : peningkatan produksi pangan, pengamanan hasil produksi pangan, diversifikasi pangan, pengembangan pangan olahan berbasis pangan lokal dan produk diversivikasi.

Sementara Ir. Effendi, MP selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat, lebih banyak menjelaskan kondisi pangan di Sumatera Barat, secara umum ketersediaan pangan di Sumatera Barat, khususnya beras mengalami surplus, sementara dari segi konsumsi Sumatera Barat termasuk 6 daerah pengkonsumsi pangan terbesar di Indonesia. Namun demikian keadaan ini bukanlah sesuatu yang menggembirakan karena dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus menerus akan menimbulkan kerawanan pangan. Dengan angka konsumsi yang cukup besar tersebut, maka provinsi Sumatera Barat menargetkan pengurangan konsumsi beras untuk menjaga ketahanan pangan di Sumatera Barat. Menurut Effendi solusi yang tepat untuk mengatasi ketahanan pangan adalah diversifikasi pangan.

Seminar ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua Narasumber dan juga Moderator yang telah memandu jalannya seminar.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan