Berita (137)

24 Agustus 2018

Jum’at 24 Agustus 2018 Rektor Prof.Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mewisuda lulusan program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor di Gedung Auditorium Universitas Andalas. Sebanyak 280 orang Wisudawan Lima orang diantara adalah Wisudawan Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Lulusan dari program studi Agronomi wisudawan berjumlah 4 orang sedangkan dari program studi Ilmu Ekonomi Pertanian 1 orang.

Afrima Sari, SP dengan predikat lulus Sangat Memuaskan dan IPK 3,72 menamatkan studi selama 1 tahun 6 bulan, Nugraha Ramadhan, SP dengan predikat lulus Dengan Pujian dan IPK 3,9 lama studi 1 tahun 9 bulan sedangkan Linda Febriyetty, SP dengan predikat lulus Memuaskan dan IPK 3,2 menamatkan studi 4 tahun 4 bulan dan Hafnes Wahyuni, SP dengan predikat lulus Dengan Pujian dan IPK 3,86 menyelesaikan studi selama 1 tahun 11 bulan pada Program Studi S2 Agronomi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Fastabiqul Khairad, SP dengan predikat lulus Dengan Pujian dan IPK 3,75 menyelesaikan studi selama 1 tahun 11 bulan pada Program Studi S2 Ilmu Ekonomi Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Bidang Ilmu yang ditempuh bukanlah sebagai jaminan untuk memperoleh pekerjaan, ini yang dialami Linda Febriyetty SP, MP yang seorang pengusaha biro travel PT Daffa Tjipta Holiday di Pasaman tetap punya semangat walau pekerjaan tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang didalaminya.  Semoga ini juga pendorong wisudawan lainnya dan penyemangat bahwa lulusan pertanian dapat berkiprah dalam bidang apa saja yang penting ada kemauan.

 

Selamat dan semoga sukses........

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

09 Agustus 2018

Sebanyak 576 orang Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Pertanian Universitas Andalas telah melaksanakan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan Dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) Universitas selama 2 hari.  Pada hari ketiga pelaksanaan dilakukan di Fakultas masing-masing. Mahasiswa Baru angkatan 2018 ini diterima dalam 3 jalur penerimaan SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN dengan jumlah penerimaan pada Prodi Agroteknologi sejumlah 120 orang, Prodi Agribisnis sejumlah 112 orang dan Prodi Ilmu Tanah berjumlah 104 orang sedangkan Prodi Agroekoteknologi berjumlah 86 orang dan Prodi Proteksi Tanaman 105 orang serta Prodi Penyuluhan Pertanian 49 orang.

Penyambutan Mahasiswa Baru diterima langsung Dekan Fakultas Pertanian di Gedung Pertemuan Plaza HPT, dengan semarak jargon membuat suasana perkenalan Fakultas menjadi hangat. Dekan, Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi pada awal sambutannya memperkenalkan Pimpinan Fakultas, Jurusan dan Program Studi serta Dosen Fakultas Pertanian. Sejarah lahirnya Fakultas Pertanian hingga sekarang ini diceritakan secara ringkas agar Maba dapat menghayati sisi perjuangan keberadaan Fakultas Pertanian, tujuan serta prospek lulusan yang berdaya saing.

Sesi selanjutnya pemaparan oleh Wakil Dekan I tentang proses pembelajaran, perkuliahan serta pemanfaatan Sistem Informasi Akademik. Penyelenggaraan dan pengelolaan jurusan dan program studi serta peluang karir di paparkan oleh Ketua serta Koordinator Program Studi masing-masing.

Sesi terakhir quality time bagi Mahasiswa Baru bersama Penasehat Akademik (PA) yang merupakan perkenalan Mahasiswa dengan Dosen berlangsung selama lebih dari satu jam. Kegiatan hari pertama ditutup dengan ucapan .......Selamat datang Mahasiswa-Mahasiswi Terbaik Fakultas Pertanian, ditunggu potensimu......

 

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

11 Juli 2018

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi secara resmi melepas Calon Jemaah Haji Fakultas Pertanian. Jemaah yang akan berangkat Bapak Prof.Dr. Aswaldi Anwar dan istri, Ibu Prof.Dr. Melinda Noer dan suami, Bapak Dr. Yaherwandi dan istri, Bapak Dr. Benni Satria dan istri, Ibu Rini Hakimi, MSi serta Ibu Verindra Munzir istri dari Dekan Fakultas Pertanian.

Bapak Ustadz Rusja Rustam dalam ceramah singkat mengatakan beribadah haji dilakukan dengan niat yang ikhlas kepada Allah. Rangkaian ibadah haji hanya dilakukan di Makkah, sedangkan ke Madinah hanya melakukan ziarah, laksanakanlah waktu sebaik-baiknya dalam menjalankan ibadah di Makkah ujarnya. Ustadz juga mengingatkan lakukanlah manasik yaitu latihan sebelum berhaji, bacalah bacaan yang hafal dan ingatlah kembali berhaji harus dengan niat yang ikhlas dan mempunyai ilmu yaitu dengan melakukan latihan manasik serta halal yaitu berangkat dengan harta yang bersih.

Munzir Busniah selaku Dekan Fakultas Pertanian memberikan sambutan singkat bahwa pelaksanaan haji di Indonesia membutuhkan waktu yang lama, dengan daftar tunggu lebih dari 10 tahun. Dan Dekan mengingatkan di Makkah kondisi saat ini musim panas jadi jagalah kesehatan, minum air agar kondisi tubuh tetap normal serta lakukanlah rukun haji dengan baik.

Prof.Dr. Aswaldi Anwar mewakili calon jemaah haji menyampaikan permohonan maaf jika ada kata dan perbuatan yang salah yang telah dilakukan kepada keluarga besar Fakultas Pertanian, agar perjalanan ibadah ini menjadi lebih ringan dan diridhoi Allah SWT, aamiin.

Segenap keluarga besar Fakultas Pertanian mendo’akan semoga Bapak dan Ibu calon jemaah haji Fakultas Pertanian dalam menjalankan ibadah haji dikuatkan, dimudahkan, dilancarkan semoga menjadi haji yang mabrur, aamiin.

 

LN - Subag Akademik & Kemahasiswaan

09 Juli 2018

Memasuki pasar  global, persyaratan dari produk pertanian yang ramah lingkungan akan menjadi primadona. Sehingga, upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dilakukan dengan memanfaatkan agen hayati. Trichordema  spp. adalah salah satu agen hayati  yang berfungsi sebagai biopestisida, biodekomposer dan revitalisasi tanaman. Dalam media perkembangannya, jamur Trichordemaspp dapat dikembangbiakkan pada bahan yang mengandung selulosa. Menurut Wijaya tahun 2012, ampas tebu masih mengandung selulosa yang dapat digunakan sebagai media perkembangbiakkan jamur.

Di sisi lain, Nagari Lawang KecamatanMaturKabupatenAgam, Sumatera Barat adalah nagari yang tidak hanya memiliki potensi wisata, tapi juga berpotensi di bidang pertanian. Berdasarkan data dari kantor kenagarian Lawang, luas perkebunan tebu di nagari ini mencapai 392 ha dengan hasil produksi mencapai angka 5 kwintal/ ha.Tanaman tebu di olah menjadi gulasaka. Produksi gulasaka di nagari Lawang bisa mencapai 50.000 ton per tahun. Tanaman tebu di olah menjadi gulasaka. Produksi gulasaka di nagari Lawang bisa mencapai 50.000 ton per tahun.

Namun, dari hasil pengolahan tebu sangat banyak dihasilkan limbah atau yang dikenal separah (ampas tebu) belum dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan dan bermasalah terhadap kebersihan di nagari. Hal inilah yang melatar belakangi pengabdian masyarakat dari mahasiswa Pertanian Universitas Andalas, yang diketuai oleh Amalina Wahyuni dengan anggota Trisna Ayu Wandira, Ronauli Fernandes. Simanjuntak dan Apdi Masela Mirsal dan dibina langsung oleh Dosen Fakultas Pertanian Dr. Eka Candra Lina S.P, M.Si.

Perlunya dilakukan pemberian edukasi mengenai pemanfaatan limbah tebu menjadi pupuk organik dengan agen hayati, maka tim memberi judul pengabdian ini adalah TRIMA DIA PAS DIPANDANG (Trichoderma dengan Media Ampas Tebu Dicampur Pupuk Kandang Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Nagari Lawang, Agam). Pengabdian ini merupakan salah satu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat yang didanai ristekditi pada tahun 2018.

Senin, 9 Juli 2018, tim melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan ampas tebu untuk pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB di aula kantor walinagari Lawang dan Tigo Balai. Acara yang dihadiri oleh wali jorong, kelompok tani, pengusaha tebu dan beberapa tokoh masyarakat dibuka oleh walinagari Lawang yang diwakilkan oleh A. Dt. Kodoh Nan Tuo sebagai Kepala Urusan Pelayanan Nagari Lawang. Dalam sambutannya, pihak dari nagari sangat mengapresiasi program pemanfaatan separah (ampas tebu) sebagai bentuk pemberdayaan untuk masyarakat Lawang. “Jadi program ko hendaknya memang sampai ka lapangan, bateknis pemanfaatan separah, dengan harapannyo, nagari Lawang bisa menjadi pusat produksi pupuk organik jamur ko dari limbah tabu tadi.” ujar beliau.

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh salah satu anggota tim, Trisna Ayu Wandira (Nana) yang menjelaskan terkait peran Trichoderma, pentingnya pemanfaatan ampas tebu hingga teknik pengembangbiakkan Trichoderma dengan media ampas tebu dan langkah – langkah aplikasinya dalam pencampuran dengan pupuk kandang. Di akhir penjelasannya Nana menyampaikan agar masyarakat Lawang bisa menjadi model pertanian organik Sumatera Barat dengan penggunaan agen hayati Trichoderma untuk biopestisida dan biodekomposer  serta menjadi starter sentral produksi Trichoderma media  ampas tebu.

Sosialisasi ini menarik perhatian peserta dan meningkatkan keingintahuan peserta lebih lanjut terkait program tim pengabdian yang akan diadakan selanjutnya,“Usul dari kami nan di siko, maklum, kami ko urang kampuang jadi handaknyo indak sekedar sosialisasi se dari adik – adik, tapi ado langsuang praktek ka lapangan. Jadi bilo jadwal awak basamo bisa belajar langsuangka lapangan”. Tim pengabdian segera merespondengan baik dan segera merencanakan kegiatan untuk menindaklanjuti sosialisasi ini dengan melakukan aplikasi ke lapangan beberapa hari ke depan.

Untuk kegiatan di lapangan tim pengabdian telah melakukan persiapan. Ketua tim menyebutkan bahwa sebelum turun ke masyarakat tim sudah melakukan optimasi di Pariaman terkait teknik pengembangbiakkan Trichoderma dengan ampas tebu bersama Prota Andalasia, dan telah melakukan optimasi teknik pencampuran agen hayati Trichoderma dengan pupuk kandan di Padang. “Di samping itu, kami juga telah membeli dan menyediakan segala alat dan bahan untuk praktek ke lapangan. Saat ini sedang merencanakan jadwal turun ke lapangan terkait aplikasi dari sosialisasi hari ini” ujar Melin sebagai ketua tim.

 

Tim PKM Pengabdian Masyarakat

(Amalina, Trisna, Ronauli, Apdi)