Items filtered by date: Juli 2018
09 Juli 2018 In Berita

Memasuki pasar  global, persyaratan dari produk pertanian yang ramah lingkungan akan menjadi primadona. Sehingga, upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dilakukan dengan memanfaatkan agen hayati. Trichordema  spp. adalah salah satu agen hayati  yang berfungsi sebagai biopestisida, biodekomposer dan revitalisasi tanaman. Dalam media perkembangannya, jamur Trichordemaspp dapat dikembangbiakkan pada bahan yang mengandung selulosa. Menurut Wijaya tahun 2012, ampas tebu masih mengandung selulosa yang dapat digunakan sebagai media perkembangbiakkan jamur.

Di sisi lain, Nagari Lawang KecamatanMaturKabupatenAgam, Sumatera Barat adalah nagari yang tidak hanya memiliki potensi wisata, tapi juga berpotensi di bidang pertanian. Berdasarkan data dari kantor kenagarian Lawang, luas perkebunan tebu di nagari ini mencapai 392 ha dengan hasil produksi mencapai angka 5 kwintal/ ha.Tanaman tebu di olah menjadi gulasaka. Produksi gulasaka di nagari Lawang bisa mencapai 50.000 ton per tahun. Tanaman tebu di olah menjadi gulasaka. Produksi gulasaka di nagari Lawang bisa mencapai 50.000 ton per tahun.

Namun, dari hasil pengolahan tebu sangat banyak dihasilkan limbah atau yang dikenal separah (ampas tebu) belum dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan dan bermasalah terhadap kebersihan di nagari. Hal inilah yang melatar belakangi pengabdian masyarakat dari mahasiswa Pertanian Universitas Andalas, yang diketuai oleh Amalina Wahyuni dengan anggota Trisna Ayu Wandira, Ronauli Fernandes. Simanjuntak dan Apdi Masela Mirsal dan dibina langsung oleh Dosen Fakultas Pertanian Dr. Eka Candra Lina S.P, M.Si.

Perlunya dilakukan pemberian edukasi mengenai pemanfaatan limbah tebu menjadi pupuk organik dengan agen hayati, maka tim memberi judul pengabdian ini adalah TRIMA DIA PAS DIPANDANG (Trichoderma dengan Media Ampas Tebu Dicampur Pupuk Kandang Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Nagari Lawang, Agam). Pengabdian ini merupakan salah satu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat yang didanai ristekditi pada tahun 2018.

Senin, 9 Juli 2018, tim melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan ampas tebu untuk pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB di aula kantor walinagari Lawang dan Tigo Balai. Acara yang dihadiri oleh wali jorong, kelompok tani, pengusaha tebu dan beberapa tokoh masyarakat dibuka oleh walinagari Lawang yang diwakilkan oleh A. Dt. Kodoh Nan Tuo sebagai Kepala Urusan Pelayanan Nagari Lawang. Dalam sambutannya, pihak dari nagari sangat mengapresiasi program pemanfaatan separah (ampas tebu) sebagai bentuk pemberdayaan untuk masyarakat Lawang. “Jadi program ko hendaknya memang sampai ka lapangan, bateknis pemanfaatan separah, dengan harapannyo, nagari Lawang bisa menjadi pusat produksi pupuk organik jamur ko dari limbah tabu tadi.” ujar beliau.

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh salah satu anggota tim, Trisna Ayu Wandira (Nana) yang menjelaskan terkait peran Trichoderma, pentingnya pemanfaatan ampas tebu hingga teknik pengembangbiakkan Trichoderma dengan media ampas tebu dan langkah – langkah aplikasinya dalam pencampuran dengan pupuk kandang. Di akhir penjelasannya Nana menyampaikan agar masyarakat Lawang bisa menjadi model pertanian organik Sumatera Barat dengan penggunaan agen hayati Trichoderma untuk biopestisida dan biodekomposer  serta menjadi starter sentral produksi Trichoderma media  ampas tebu.

Sosialisasi ini menarik perhatian peserta dan meningkatkan keingintahuan peserta lebih lanjut terkait program tim pengabdian yang akan diadakan selanjutnya,“Usul dari kami nan di siko, maklum, kami ko urang kampuang jadi handaknyo indak sekedar sosialisasi se dari adik – adik, tapi ado langsuang praktek ka lapangan. Jadi bilo jadwal awak basamo bisa belajar langsuangka lapangan”. Tim pengabdian segera merespondengan baik dan segera merencanakan kegiatan untuk menindaklanjuti sosialisasi ini dengan melakukan aplikasi ke lapangan beberapa hari ke depan.

Untuk kegiatan di lapangan tim pengabdian telah melakukan persiapan. Ketua tim menyebutkan bahwa sebelum turun ke masyarakat tim sudah melakukan optimasi di Pariaman terkait teknik pengembangbiakkan Trichoderma dengan ampas tebu bersama Prota Andalasia, dan telah melakukan optimasi teknik pencampuran agen hayati Trichoderma dengan pupuk kandan di Padang. “Di samping itu, kami juga telah membeli dan menyediakan segala alat dan bahan untuk praktek ke lapangan. Saat ini sedang merencanakan jadwal turun ke lapangan terkait aplikasi dari sosialisasi hari ini” ujar Melin sebagai ketua tim.

 

Tim PKM Pengabdian Masyarakat

(Amalina, Trisna, Ronauli, Apdi)

04 Juli 2018 In Pengumuman

Bagi mahasiswa/mahasiswi yang berminat mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah, dapat dilihat syarat dan ketentuannya disini

03 Juli 2018 In Pengumuman

Berdasarkan hasil rapat Tim Program Kegiatan Optimalisasi Lahan Kementerian Pertanian Tahun 2018 dan Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, ditetapkan Tenaga Pendamping yang dinyatakan LULUS Seleksi Wawancara bisa dilihat disini