Faperta Universitas Andalas - September 2021
21 September 2021 In News

rps1

rps2

rps3

Bukittinggi, Gedung Kediaman Bung Hatta, Faperta Unand yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan I Dan Wakil Dekan III bersama Gubernur Sumbar, BBSDLP, Dinas Pertanian, Peternakan, Kehutanan, BPTP, dan instansi terkait lainnya melakukan diskusi permasalahan pertanian di sumatera barat. Diskusi ini di moderatori lansung oleh Gubernur Sumatera Barat. 

21 September 2021 In News

Pandai Sikek, Tanah Datar, Dekan Fakultas Pertanian Unand (Dr. Ir. Indra Dwipa, MS) Bersama Wadek I (Dr. Ir. Agustian) Dan Wadek III (Dr. Ir. Reflinaldon, MSi) serta beberapa Dosen Faperta dalam kegiatan penanaman bawang merah varietas unggul dengan Gubernur Sumatera Barat, Kepala BBDSLP, Bupati Tanah Datar, Dinas Pertanian Sumbar, dan Dinas Peternakan. Acara ini dilakukan setelah kegiatan panen bawang merah.

Dalam kegiatan Ini Dekan Faperta Unand, menyampaikan kepada masyarakat dan petani bawang pandai sikek bahwa fakultas pertanian unand siap dan akan selalu mendukung kegiatan pertanian di pandai sikek dengan memberikan pelatihan, seminar, dan kunjungan rutin untuk mewujudkan pertanian sumbar maju. 

ps3

ps34

21 September 2021 In News

Pandai Sikek-Tanah Datar, Selasa 21 September 2021- Faperta Unand, Dekan Fakultas Pertanian Unand (Dr. Ir. Indra Dwipa, MS), Wakil Dekan I (Dr. Ir. Agustian), Wakil Dekan III (Dr. Ir. Reflinaldon, MSi), dan beberapa Profesor Faperta Unand mengahadiri acara BBSDLP Sumbar dalam kegiatan panen pertama dan penanaman bawang merah di lahan percontohan bawang  yang berkisar 10 hektar. Acara ini dihadiri lansung oleh Gubernur Sumatera Barat (H. Mahyeldi Ansharullah, SP) dan ketua BBSDLP (Dr. Husnain, SP, MP), Bupati Tanah Datar (Eka Putra, SE), Dinas Pertanian Sumbar, dan Dinas Peternakan, dan beberapa instansi terkait lainnya. 

Varietas Bawang Merah yang di panen dan di budidayakan di pandai sikek merupakan salah satu varietas unggul (batu ijo) yang diinisialisasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Kementan RI.

Hasil panen yang mencapai 18 ton per hektar jauh lebih tinggi dari varietas lokal yang hanya 12-13 ton per hektare sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan petani. Apalagi masa panen juga hanya 70 hari. Ini sangat sesuai dengan RPJMD Sumbar 2021-2026 yang salah satunya memang fokus pada sektor pertanian. Ke depan akan diupayakan pengembangan teknologi hilirisasi dari produk pertanian Sumbar agar harga komoditas bisa tetap terjaga sehingga petani benar-benar diuntungkan. (H. Mahyeldi Ansharullah, SP)

 ps

 ps1

15 September 2021 In News

Seleksi Program Teladan 2022 Afirmasi

Menindaklanjuti informasi dari Tanoto Foundation tentang program teladan 2022 Afirmasi dengan syarat dan prosedur terlampir. Permohonan dikirimkan via WhatsApp (0823 8256 8282) ke bidang akademik Faperta Unand dalam format .Pdf atau .Rar. Pengiriman berkas kami terima paling lama Rabu, 22 September 2021

Halaman 1 dari 2