

PADANG – Dalam upaya terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FAPERTA UNAND) menyelenggarakan "Workshop Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Outcome-Based Education (OBE)". Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS pada hari pertama. Dalam sambutannya, Belialu menegaskan bahwa perubahan paradigma pendidikan tinggi saat ini menuntut transisi dari pendekatan teacher-centered menuju student-centered learning berbasis Outcome-Based Education (OBE) .
"Penyusunan kurikulum berbasis OBE bukan hanya sekadar tuntutan administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan mutu dan daya saing lulusan. Sebagai institusi pengembang ilmu pertanian, kita dituntut merancang kurikulum yang responsif terhadap pertanian modern, ketahanan pangan, perubahan iklim, dan transformasi digital," papar Dekan di hadapan para dosen Fakultas Pertanian yang hadir.
Dekan juga menyoroti prestasi membanggakan dari sejumlah Program Studi (Prodi) di lingkungan FAPERTA UNAND. Saat ini, Prodi S1 dan S2 Ilmu Tanah telah berhasil meraih akreditasi Internasional. Sementara itu, Prodi S1 dan S2 Proteksi Tanaman, serta S2 Agronomi telah menyandang status akreditasi Unggul. Beliau berharap rumusan kurikulum baru ini dapat mendorong prodi-prodi lain untuk segera menyusul pencapaian akreditasi Unggul dan Internasional.
Rangkaian Kegiatan dan Pendalaman Materi
Berlangsung selama dua hari penuh, kegiatan workshop ini dipandu langsung oleh Wakil Dekan I FAPERTA UNAND, Ir. Gusmini, SP, MP, PhD., yang bertindak sebagai moderator.
Pada hari pertama, Sabtu (28/02/2026), agenda difokuskan pada pembedahan kurikulum OBE yang dibagi ke dalam dua sesi utama:
Sesi 1: "Pembahasan Kurikulum OBE" yang disampaikan secara komprehensif oleh Dr. Eng. Lusi Susanti, S.T., M.Eng.
Sesi 2: "Aplikasi MyFaperta dalam Kurikulum OBE" yang dipaparkan oleh Hendrio Laksamana, mengulas integrasi sistem informasi digital fakultas guna mendukung kelancaran kurikulum baru tersebut.

Memasuki hari kedua, Minggu (01/03/2026), fokus beralih pada penyusunan dokumen turunan berupa Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Menghadirkan Ir. Jonrinaldi, ST, MT, Ph.D, IPU, ASEAN Eng, ESLog, hari kedua ini berlangsung sangat interaktif.
Setelah pendalaman teori mengenai "Pembahasan RPS OBE" di sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bedah dokumen pada sesi kedua. Dalam sesi "Implementasi Luaran Dokumen RPS OBE" ini, perwakilan masing-masing prodi diminta untuk memaparkan draf RPS mereka secara bergantian. Draf tersebut kemudian dikulik dan dievaluasi secara langsung oleh narasumber guna memastikan keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), proses pembelajaran, hingga instrumen asesmen yang terukur.


Melalui kegiatan ini, kurikulum di FAPERTA UNAND diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif yang statis, melainkan "dokumen hidup" yang terus dievaluasi dan diadaptasi. Dengan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, riset, dan studi kasus, lulusan FAPERTA UNAND siap menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.