

Padang, 23 Juli 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas sukses menyelenggarakan kegiatan Panen Jagung Bersama sebagai puncak dari program MBKM Agripreneur Acceleration Program (MBKM AAP) yang digelar di Kebun Percobaan (Lahan Basah) Fakultas Pertanian UNAND.
Program MBKM AAP merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian UNAND dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan PT BISI International Tbk., yang bertujuan untuk memperkuat keterampilan kewirausahaan agribisnis mahasiswa melalui pengalaman praktik langsung di lapangan. Program ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian yang sebelumnya telah menjalani seluruh rangkaian proses produksi pertanian, mulai dari pembukaan lahan, penanaman benih, perawatan tanaman, hingga panen.


Kegiatan panen jagung ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan PT BISI International Tbk., serta sejumlah undangan dari dalam dan luar lingkungan Fakultas Pertanian UNAND. Dari internal fakultas, turut hadir pimpinan fakultas, ketua departemen, koordinator program studi, dosen, dosen pendamping lapangan MBKM AAP, serta para mahasiswa peserta program.
Sementara dari luar Fakultas Pertanian UNAND, hadir pula Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Taman Siswa Padang, Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Ekasakti, Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Negeri Padang, dan Ketua Departemen Agroindustri Universitas Negeri Padang.
Wakil Dekan I Fakultas Pertanian UNAND dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program MBKM AAP, khususnya kepada mitra industri yang telah memberikan pendampingan teknis dan dukungan sarana produksi pertanian.
Panen jagung ini bukan hanya menjadi akhir dari sebuah rangkaian pembelajaran, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mencetak generasi petani dan pengusaha pertanian masa depan. Diharapkan, kolaborasi antara Fakultas Pertanian UNAND dengan mitra industri seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan PT BISI International Tbk. ini dapat terus berlanjut dan berjalan dengan baik ke depannya, demi mendukung penguatan kompetensi mahasiswa serta kemajuan sektor pertanian nasional.

Padang, 18 Juli 2025 – Fakultas Pertanian Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka perumusan Visi, Misi, dan Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Pertanian untuk periode 2025–2030. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 18 Juli 2025 pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Balai Sidang Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc., Fakultas Pertanian Unand, dengan pelaksanaan secara hybrid (luring dan daring melalui Zoom Meeting) untuk mengakomodasi kehadiran stakeholder yang berhalangan hadir secara langsung.
FGD ini bertujuan untuk meninjau dan menyempurnakan Visi dan Misi Fakultas Pertanian, serta menyusun arah kebijakan strategis Fakultas untuk lima tahun ke depan. Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS, yang menyampaikan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam merancang masa depan fakultas yang adaptif terhadap perubahan zaman dan tantangan global.


Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan Fakultas Pertanian oleh Wakil Dekan I, Ir. Gusmini, SP., MP., Ph.D., yang menjelaskan capaian, tantangan, dan potensi yang dimiliki fakultas selama beberapa tahun terakhir.
Sesi selanjutnya diisi dengan pemaparan dari berbagai stakeholder, baik dari kalangan akademisi eksternal, wirausaha, pengguna lulusan dari sektor perusahaan, pemerintahan, badan litbang, perbankan, hingga alumni dan mahasiswa. Masing-masing menyampaikan pandangan, masukan, serta harapan terhadap arah pengembangan fakultas di masa mendatang.
Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada para narasumber dan stakeholderyang hadir, serta sesi foto bersama sebagai penanda kolaborasi dan komitmen bersama untuk kemajuan Fakultas Pertanian Universitas Andalas.



Padang, 26 Juni 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) menerima kunjungan kerja dari Fakultas Pertanian Universitas Riau dalam rangka kegiatan Sharing Informasi dan Wawasan Pengembangan Kurikulum yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Juni 2025, bertempat di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2, Fakultas Pertanian UNAND.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan Fakultas Pertanian UNAND, di antaranya Wakil Dekan I dan II, Ketua dan Sekretaris Departemen Sosial Ekonomi, Koordinator dan Sekretaris Program Studi Agribisnis serta Penyuluhan Pertanian, Kepala Kantor, Manajer Pendidikan, Kemahasiswaan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Manajer SDM, Teknologi Informasi, Kerjasama dan Alumni, serta Kasi Keuangan dan Aset.
Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang saling tukar informasi serta memperkaya wawasan dalam upaya pengembangan kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap tantangan dunia pertanian yang dinamis. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Fakultas Pertanian kedua universitas dapat terus saling menginspirasi dan memperkuat mutu pendidikan tinggi pertanian di Indonesia, sejalan dengan visi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Padang, 24 Juni 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Manajer, serta Serah Terima Jabatan Ketua dan Sekretaris Departemen, Ketua dan Sekretaris Program Studi, yang berlangsung khidmat dan lancar di Balai Sidang Prof. Jurnalis Kamil.
Keputusan Rektor Universitas Andalas terkait pengangkatan dan pemberhentian pejabat struktural dibacakan oleh Kasi Keuangan dan Aset Fakultas, Bapak Nasrizal, S.E. Kemudian, pengambilan sumpah jabatan serta pelantikan dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S. dan didampingi oleh Rohaniwan Ihsanul Fikri, S.Hi, M.Ag.


Pejabat baru yang dilantik adalah:
Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan antara pejabat lama dan baru, sebagai berikut:
Ketua Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
Pejabat Lama: Ir. Gusmini, S.P., M.P., Ph.D.
Pejabat Baru: Dr. Mimien Harianti, S.P., M.P.
Sekretaris Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
Pejabat Lama: Dr. Mimien Harianti, S.P., M.P.
Pejabat Baru: Ir. Oktanis Emalinda, M.P.
Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian
Pejabat Lama: Dr. Devi Analia, S.P., M.Si.
Pejabat Baru: Rika Hariance, S.P., M.Si.
Ketua Program Studi Proteksi Tanaman
Pejabat Lama: Dr. Jumsu Trisno, S.P., M.Si
Pejabat Baru: Dr. Ir. Eka Candra Lina, S.P.,M.Si, IPM
Setelah seluruh prosesi, Dekan Fakultas menyampaikan sambutan serta apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasinya, sekaligus memberikan harapan kepada pejabat baru untuk terus meningkatkan kinerja dan sinergi dalam mewujudkan visi Fakultas Pertanian.



Padang, 11 Juni 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) bersama Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk "Evaluasi dan Proyeksi Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan di Sektor Pertanian." Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Sidang Prof. Jurnalis Kamil, Fakultas Pertanian UNAND, pada Rabu, 11 Juni 2025, dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Sebelum kuliah umum dimulai, kegiatan diawali dengan pertemuan antara rombongan Ombudsman dan jajaran pimpinan Universitas Andalas. Rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Rektor I UNAND, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., di Ruang Rektor UNAND sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang terjalin.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama Yeka Hendra Fatika, S.P., Anggota Ombudsman RI. Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti berbagai temuan krusial terkait pelayanan publik di sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa potensi maladministrasi masih dapat terjadi di seluruh lini, dari hulu hingga hilir, dalam penyelenggaraan pelayanan publik di sektor tersebut.
Acara ini dipandu oleh moderator Dr. Yenni Oktavia, S.Pi., M.Si., yang memandu jalannya diskusi secara interaktif antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, terutama terkait solusi konkret dalam mengatasi persoalan pelayanan publik di sektor pertanian.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya pengawasan pelayanan publik, sekaligus mendorong lahirnya kontribusi pemikiran untuk perbaikan tata kelola sektor pertanian di Indonesia.

Padang, 03 Mei 2025 - Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar Wisuda II Tahun 2025 yang bertempat di Balai Sidang Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc Fakultas Pertanian. Pada Wisuda II ini, Fakultas Pertanian mewisuda sebanyak 140 orang wisudawan yang terdiri dari :
Pada kesempatan Wisuda II hari ini, Dekan Fakultas Pertanian Bapak Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS menyampaikan sambutannya sebagai berikut:
Bangsa dan negara yang besar serta kuat mereka akan memiliki harga diri yang tinggi dan selalu merasa lebih hebat dari bangsa dan negara yang lain di dunia ini. Itulah yang ditunjukkan oleh Presiden Amerika Serikat Sekarang, Donald Trump dengan motonya “Make America Great Again”.
Pada wisuda 1 Februari yang lalu, kita membahasa tentang langkah Trump yang sempat menghebohkan dunia dengan ini mencaplok negara lain untuk menjadi negara bagian Amerika Serikat dan sekarang Presiden yang kontroversial ini membuat kebijakan yang lebih kontorversial lagi yang membuat ekonomi dunia terguncang yang dikenal dengan nama “Kebijakan Tarif Impor Trump”. Kebijakan impor trump ini merupakan suatu kebijakan dengan menaikkan pajak produk yang masuk ke negara AS. Yang membuat banyak negara protes adalah tariff yang dikenakan sudah gila-gilaan sehingga membuat negara lain panik. Sebagai contoh Indonesia dikenakan tariff sebesar 32% dan yang paling besar adalah China dengan tariff pada awalnya sebesar 104 %. Trump Ingin menunjukkan bahwa dia memiliki kuasa atas dunia dan berharap negara lain untuk datang dan memohon kepadanya agar bernegosiasi tentang tariff tersebut. Namun ada satu negara besar di dunia yang berani dan tidak tunduk terhadap kebijakan ini yaitu China. Awalnya China dikenakan tariff sebesar 104% dan China melawan dan akhirnya Trump tidak ingin malu dan menaikkan tariff menjadi 145% dengan tujuan agar China melunak. Namun, sebagai bangsa yang besar, malahan China berani melawan dan menaikkan harga tariff untuk produk AS yang masuk ke negaranya.
Mungkin kita semua bertanya, mengapa China mampu melawan AS?
Karena mereka merupakan bangsa yang besar dan negara yang kuat dan mandiri secara ekonomi sehingga mereka tidak bergantung dengan negara lain. Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia tentu khawatir dengan kebijakan trump ini sehingga Pemerintah mengirimkan utusan yaitu Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Sri Mulyani dan Airlangga Hartato untuk berdiskusi dengan Pemerintah AS tentang kebijakan tariff mereka. Dan inilah yang diinginkan oleh Amerika.
Memang secara umum kita tidak melihat ada dampaknya terhadap Indonesia khususnya bidang pertanian, tetapi jika kita lihat secara seksama dan lebih dalam lagi, kebijakan ini tentu akan mengkhawatirkan ekonomi Indonesia terutama di bidang pertanian.
Mengapa?
Karena kita tahu bahwa masih banyak produk pertanian Indonesia yang diekspor ke luar negeri dalam bentuk bahan mentah seperti CPO sawit, biji kakao, karet dan banyak lainnya. Kita tahu, ketiga tanaman perkebunan ini terutama sawit merupakan sumber pemasukan utama devisa kita dari bidang pertanian sehingga kebijakan ini tentu akan berdampak pada industri pertanian di Indonesia dan yang membuat kita lebih khawatir adalah karena Indonesia masih bergantung terhap dolar Amerika Serikat untuk kegiatan transaksi perdagangan. Jika tariff ini diberlakukan, maka tentu pajak yang dikenakan akan tinggi dan akan berdampak terhadap semua lini di Indonesia.
Ananda mahasiswa yang berbahagia,
Sebagai Alumni Pertanian, saya berharap ananda semua bisa menjadi agen perubahan untuk pertanian Indonesia. Sebenarnya dengan adanya kebijakan trum ini, ini akan membuat bangsa kita meng uprade kualitanya mulai dari SDM kita sehingga kita tidak lagi menjual hasil pertanian kita dalam bentuk mentah ke luar negeri tetapi bisa menjadis eperti China, bangsa yang maju yang sudah bisa berdikari secara ekonomi.
Bagaimana kita menjadi bisa menjadi negara yang mandiri? Dimulai dari mana? Yaitu berdaulat di bidang pertanian.
Kita tahu bahwa pertanian merupakan kebutuhan dasar manusia, sepertti semboyan kita
No farm, No Food, No Life.
Saatnya kita menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang bisa mengelola pertanian kita sendiri. Semua amanah ini ada berada di pundak ananda semua karena anandalah yang akan mejadi pemimpin di Indonesia emas tahun 2045 nanti.
Wisudawan/ wisudawati beserta wisudawan/ wisudawati yang berbahagia
Saya tidak bosan-bosannya selalu mengingkatkan di acara wisuda bahwa salah satu tuntutan dalam dunia yang terdigitalisasi saat ini adalah lulusan yang bisa mengaplikasikan teknologi digital atau IT dan bahasa inggris karena kedua soft skill ini penting untuk menjawab tantangan lulusan yang berdaya saing global kedepannya.
Terakhir dalam sambutan saya ini, Diharapkan ananda semua, setelah mendapatkan pekerjaan nanti bisa melapor kepada pihak Fakultas agar bisa didata untuk data di Fakultas Kita Fakultas dan Universitas. Selalu ingat bahwa, kita sebagai bagian dari keluarga Fakultas Pertanian Universitas Andalas harus selalu berkontribusi dalam pembangunan nasional sesuai dengan slogan Kampus kita yaitu “Untuk Kedjajaan Bangsa”.
Sebelum saya tutup sambutan ini, karena ijazah merupakan kebanggaan kita semua, untuk itu, saya pesan kepada ananda semua, jangan lupa Foto ijazahnya ya karena mana tahu suatu saat akan ditanyakan orang.
Padang, 22 April 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas menerima kunjungan dari PT Graha Inti Jaya, salah satu anak perusahaan dari Julong Group Indonesia. Kunjungan yang berlangsung pada hari Selasa ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga sebagai langkah awal dalam menjalin kerja sama strategis antara dunia industri dan akademisi.
Dalam kesempatan tersebut, PT Graha Inti Jaya juga melaksanakan proses rekrutmen untuk program Management Trainee, sebuah program unggulan yang bertujuan mencetak calon pemimpin masa depan di bidang pertanian dan perkebunan yang diikuti oleh alumni S1 dan S2 dari Fakultas Pertanian turut serta dalam proses seleksi ini.
Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Departemen, Koordinator Program Studi, serta tim dari PT Graha Inti Jaya. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di sektor pertanian dan perkebunan.

.jpeg)

Fakultas Pertanian Unand menyerahkan Sertifikat Uji Kompetensi kepada 48 (empat puluh delapan) Mahasiswa aktif Faperta. Penyerahan Sertifikat ini langsung di serahkan oleh Wakil Dekan I Faperta (Dr. Ir. Agustian) mewakili Ketua LSP Unand kepada mahasiswa yang lulus pada skim fasilitator Pertanian Organik, Kultur Jaringan, Pemasaran Agribisnis, Asisten Perkebunan.
.png)

.jpeg)
.jpeg)

Padang, Selasa 18 Februari 2025, Fakultas Pertanian Universitas menggelar kegiatan Guest Lecture yang bertemakan Innovative Purification Technology For Multi-Polluted Soil Using Nano-Calcium And Future Applications. Narasumber Guest Lecture kali adalah Prof. Yoshiharu Mitoma dari Chuo University, Tokyo, Japan. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Sidang Prof. Jurnalis Kamil,M.Sc, Ph.D Fakultas Pertanian Unand, yang dihadiri oleh pimpinan Faperta Unand, Dosen dan Mahasiswa Faperta Unand.

Padang (UNAND) – Universitas Andalas resmi melantik Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Kedokteran (FK) untuk periode 2025–2030 yang diselenggarakan di Convention Hall Kampus Limau Manis pada Selasa (11/2) dan turut diiringi dengan purna bakti beberapa pejabat struktural.
Dekan terpilih Faperta adalah Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS kembali dipercaya untuk memimpin dalam periode keduanya, sedangkan FK terpilih Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, yang menggantikan Prof. Dr. dr. Afriwardi, Sp.KO.
Sebagai bentuk apresiasi, Universitas Andalas memberikan piagam penghargaan kepada pejabat sebelumnya, termasuk Prof. Dr. dr. Afriwardi, Sp.KO., Ir. Irfan Kagami, M.Pd., dan Destrinnita, SE atas kontribusi mereka selama masa jabatan.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi mereka, khususnya Prof. Dr. dr. Afriwardi, Sp.KO., yang berhasil membuka 11 program studi baru selama masa kepemimpinannya.
Rektor juga menitipkan beberapa pesan kepada dekan baru untuk memaksimalkan kontribusi fakultas dalam beberapa aspek strategis, yakni Efisiensi Anggaran, berkaitan dengan program pemerintah mengenai efesiensi anggaran dan sebagai bidang yang merasakan dampak tersebut, kedua fakultas diharapkan mampu mengoptimalkan anggaran yang tersedia untuk mendukung kegiatan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat secara maksimal.
Lalu, internasionalisasi, mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Universitas Andalas, internasionalisasi menjadi prioritas yang dapat diperkuat tidak hanya melalui akreditasi internasional, tetapi juga dapat dilakukan dengan mendatangkan dosen tamu, mengirim mahasiswa ke luar negeri, serta menarik mahasiswa dan profesor asing untuk berkontribusi.
Selanjutnya, Penguatan Riset dan Publikasi. Universitas Andalas memiliki target untuk mempublikasikan 1.000 artikel terintegrasi internasional tiap tahunnya. Tahun lalu berhasil menghasilkan 1.003 publikasi terindeks Scopus. Rektor berharap tidak hanya kuantitas tapi juga kuaslitas harus dicapai dalam publikasi ini.
Kemudian, membangun kerja sama progresif, disampaikannya Universitas Andalas memiliki alumni yang berhasil dibidangnya masing-masing oleh karena itu untuk memperkuat dan memperbesar jaringan harus mampu menjaga relasi yang ada untuk mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan kebijakan nasional.
Lalu, Transformasi Digital, dikatakannya proses digitalisasi harus terus dilanjutkan untuk mendukung proses belajar yang efisien dan modern hal ini tentu didulumg dengan sarana dan prasarana yang memadai dan mendukung. Selain proses belajar, manajemen universitas juga sudah mulai dilakukan secara digital seperti soal keuangan dan administrasi.
Seterusnya, Peningkatan Kapasitas SDM. Rektor mengungkapkan fakultas diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Terakhir, Penguatan Program Pengabdian Masyarakat, Universitas Andalas akan terus memperkuat kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program berbasis riset dan inovasi.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Universitas Andalas berharap Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian dapat semakin berkontribusi dalam menciptakan inovasi di bidang kesehatan dan ketahanan pangan, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional. “Dalam hal ini pemanfaatan aplikasi UNAND HUB juga perlu terus disosialisasikan ke masyarakat untuk mengakomodir kebutuhan masyararakat.