Tugas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pelaksana di Lingkungan Fakultas Pertanian UNAND
Tugas dan Tanggung jawab PPID Pelaksana Fakultas
VISI
"PPID Fakultas Pertanian Garda Terdepan dalam Pelayanan Prima Keterbukaan Informasi Publik Untuk Mewujudkan Fakultas Terkemuka dan Bermartabat"
MISI
1. Berorientasi Informasi dan Visualisasi Berbasis Digitalisasi
2. Pelayanan yang Profesional, Transparan, dan Akuntabel
3. Pelayanan Prima terhadap Publik Internal dan Eksternal



Sabtu, 31 Agustus 2024, Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar Wisuda IV Tahun 2024 di Balai Sidang Prof. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc. Ph.d. Pada Kesempatan ini turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ibu Febrina Tri Susila Putri ,SP., M.Si sebagai perwakilan dari IKA FPUA. Pada Wisuda IV ini Dekan Fakultas Pertanian Unand Bapak Dr. Ir. Indra Dwipa, MS menyampaikan pidato dan sambutannya sebagai berikut.
Perkenankan saya selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Faperta Unand Program Sarjana, Magister dan Doktor pada wisuda Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada tanggal 31 Agustus tahun 2024 ini.
Pada acara wisuda hari ini, jumlah wisudawan, wisudawati per prodi sebagai berikut :
Sehingga total yang diwisuda pada hari ini berjumlah 219 orang
Bapak/ Ibu orang tua wisudawan/ wisudawati beserta wisudawan/ wisudawati yang berbahagia
Suatu kebahagiaan tersendiri dari kami dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas bisa bertemu secara langsung dengan Bapak/Ibu dan wisudawan/wisudawati Fakultas Pertanian Unand pada wisuda 4 tahun 2024 ini yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Bagi ananda wisudawan/wisudawati Setelah wisuda ini, perjuangan ananda baru saja dimulai untuk menatap kehidupan ananda kedepannya.
Bapak/Ibu Orang tua beserta wisudawan/i yang berbahagia
Dalam 2 pekan ini, kondisi negara kita agak sedikit panas karena terbitnya putusan MK tentang ambang batas pencalonan kepala daerah yang membuat peta perpolitikan Indonesia semakin menghangat. Setelah putusan MK ini, 2 hari sesudah itu, mahasiswa dan masyarakat hampir di seluruh Indonesia melakukan demonstrasi karena mereka menganggap DPR ingin menganulir keputusan MK ini. Namun, DPR akhirnya tidak jadi melakukan “anulir” terhadap putusan MK ini dan “mengalah” demi keutuhan bangsa ini.
Ketika melihat peristiwa demosntrasi kemarin, yang begitu massiv hampir diseluruh Indonesia, mengingatkan kita pada peristiwa demonstrasi tahun 1998 silam, suatu peristiwa yang menyebabkan presiden Soeharto lengser dari kursi Presiden.
Yang kita khawatirkan dari pergolakan-pergolakan seperti ini adalah dampak terhadap masyakat seperti terhambatnya distrubusi barang-barang terutama barang pokok harian sehingga menyebabkan inflasi harga. Inflasi harga ini akan menyebabkan turunya nilai mata uang rupiah sehingga semakin tidak bernilai.
Namun, inflasi tidak hanya terjadi pada mata uang, tetapi saat ini ada juga Inflasi yang begitu massiv yang terjadi di perguruan tinggi, yaitu inflasi nilai Indeks prestasi mahasiswa atau IPK mahasiswa.
Bapak/Ibu Orang tua beserta wisudawan/i yang berbahagia
Dalam beberapa tahun terakhir ini, ada suatu fenomena menarik yang terjadi pada perguruan tinggi, yaitu mahasiswa menadapkan IP dan IPK yang begitu tinggi sehingga nilai tinggi bagi mahasiswa itu bukan lagi sekedar barang “mewah” lagi.
Fenomena inflasi nilai ini tidak hanya terjadi di satu kampus saja, tetapi hampir di seluruh kampus di Indonesia. Anton Hendranata, Chief Economist PT BRI dan sebagai Dirut BRI Research Institute pernah membuat suatu tulisan yang berjudul Inflasi nilai di perguruan tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, dia terusik akan fenomena ini. Saat ini, IPK mahasiswa 3,0 sudah bertebaran dan banyak pelamar kerja lulusan S1 yang IPK nya diatas 3,5 yang artinya lulus dari perguruan tinggi dengan status “Cumlaude” atau “Dengan Pujian”.
Peristiwa ini sangat bertolak belakang dengan alumni S-1 pada tahun 1980-an, generasi kami dimana untuk mendapatkan IPK 2,75 harus berdarah-darah karena ketatnya pemberian nilai dari dosen. Jika ada mahasiswa yang cumlaude, itu dianggap sebagai dari dunia lain.
Bapak/Ibu Orang tua beserta wisudawan/i yang berbahagia
Fenomena ini tentu juga menjadi catatan bagi perusahaan karena dengan IPK yang tinggi ini, perusahan juga akan menganggap IPK tinggi tidak menjamin kualitas persona lulusan tersebut sesuai yang perusahaan inginkan.
Ada suatu pernyataan menarik dari salah satu petinggi perusahaan perkebunan besar di Sumatera. Dia menyatakan yang dibutuhkan dari lulusan oleh perusahaannya yang pertama adalah attitude, yaitu bagaimana bersikap baru kemudian diikuti oleh keterampilan dan pengetahuan, sehingga IPK bukan menjadi tolok ukur utama dalam mendapatkan pekerjaan di perusahaan mereka.
Ananda yang berbahagia
Lalu, apa yang diharapkan oleh perusahaan pada diri ananda sebagai fresh graduate ini?
Itulah mengapa kita selalu menekankan pentingnya soft skill untuk ananda semua pada saat penyambutan mahasiswa baru karena tujuh soft skill utama inilah yang diharap dunia kerja pada abad 21 ini.
Oleh karena itu, kita sudah memiliki wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill mereka dengan menyediakan banyak pilihan Unit Kegiatan Fakultas sesuai dengan minat dan bakat para mahasiswa.
Ananda wisudawan/I yang berbahagia,
Saat ini, bagi ananda yang berminat menjadi andi negara, pemerintah sudah membuka banyak lowongan CPNS khsusnya di bidang pertanian. Untuk itu, ananda semua bisa berpartisipasi dalam seleksi penerimaan CPNS ini. Mudahan-mudahan, ini menjadi rizki bagi ananda untuk mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan.
Bagi bapak/Ibu dan ananda lulusan magister, ananda juga bisa berkontribusi dalam pembangunan negara ini. Jika masih belum memiliki pekerjaan, saat ini, banyak penerimaan CPNS untuk menjadi dosen atau peneliti di bidang pertanian.
Untuk bapak/ibu lulusan Doktor, karena bapak/ibu ada yang sudah berprofesi sebagai dosen atau peneliti, setelah wisuda ini, semoga novelty dari ilmu yang bapak/ibu lakukan bisa berdampak pada masyarakat.
Aamiiin yaa rabbal’alamiiin.
Bapak/Ibu wisudawan dan wisudawan/i yang berbahagia
Demikian yang dapat saya sampaikan, sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan keluarga. Selamat mengejar prestasi dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara, dan mohon kiranya dapat menjaga nama baik almamater Jangan lupa Profesionalitas dan integritas anda dalam pekerjaan akan turut mengharumkan nama almamater kita, Fakultas Pertanian dan Universitas Andalas.
Selalu ingat bahwa, kita sebagai bagian dari keluarga Fakultas Pertanian Universitas Andalas harus selalu berkontribusi dalam pembangunan nasional sesuai dengan slogan Kampus kita yaitu “Untuk Kedjajaan Bangsa”.





Selamat Datang Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Kampus Hijau, Kampus terbaik di Pulau Sumatera
Kampus penghasil generasi Emas penyumbang Kedjajaan Bangsa
Padang, 09 Agustus 2024, Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) Tahun 2024 yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru Faperta dan Staf Dosen Faperta Unand. Pada kegiatan PKKMB ini, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Bapak Dr. Ir. Indra Dwipa, MS, menyampaikan pesan dan kesan nya kepada seluruh Maba Faperta Unand Tahun 2024.
Ananda semua, ananda baru saja memasuki tahap penting dalam kehidupan ananda. Ananda baru saja melepaskan masa sekolah, masa yang penuh kenangan. Karena masa yang indah adalah masa-masa di sekolah. Anda semua adalah anak-anak muda terpilih karena anda menyisihkan banyak saingan untuk bisa mendapatkan satu kursi disini. Setelah itu, kalian akan memasuki masa krusial saudara, masih dalam proses belajar namun proses belajar yang akan menuntun kalian menjadi apa nantinya, yaitu masa proses pembelajaran di Perguruan Tinggi. "Ujar Dekan Faperta Unand".
Ananda semua,
Selama kurang lebih 4 tahun kedepan, ananda akan menimba ilmu di Fakultas Pertanian Unand yang kita cintai ini. Fakultas Pertanian Universitas Andalas merupakan Fakultas yang sudah banyak menghasilkan lulusan yang berkiprah baik di berbagai bidanh baik sebagai pegawai negeri, dosen di perguruan tinggi negeri dan swasta, perusahaan perkebunan, pengusaha di bidang pertanian, tokoh-tokoh baik di tingkat provinsi hingga nasional dan bahkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Banyak juga kepala-kepala daerah yang berasal dari Alumni faperta Unanda dan Gubernur Sumatera Barat ini, Pak Mahyeldi Ahsharullah adalah Alumni kita, Faperta Unand. Jadi, menjadi bagian dari Fakultas Pertanian Unand ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Selama ini mungkin ananda semua masih ada yang masih merasa minder kuliah di pertanian karena lulusan pertanian kurang dihargai di masyarakat sehingga ananda semua menjadikan pilihan terakhir ketika memilihi program studi. Daripada tidak kuliah, lebih baik menjadi mahasiswa fakultas pertanian. Mulai hari ini, hilangkan lah mindset tersebut karena anak-anak muda seperti ananda semua pemikirannya masih pendek, belum bisa berpikir jauh kedepannya. Memang di masyarakat, Kuliah dipertanian memang tidak sementereng kuliah di Fakultas Kedokteran, Keperawatan, Farmasi atau hukum.
Namun anggapan tersebut salah, ada satu hal yang kita semua lupa bahwa ”Kebutuhan dasar dari makhluk hidup terutama manusia adalah makanan”, "Ujar Dekan Faperta Universitas Andalas" sembari digemuruhi tepuk tangan meriah dari seluruh peserta PKKMB Faperta.



Padang 09 Juli 2024, Fakultas Pertanian Universitas Andalas menerima kunjungan dari Kementerian Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Pusat dengan rangkaian kegiatan berupa "Sosialisasi & Bimbingan Teknis Standar Budidaya Tanaman Hias", dalam rangka penyebarluasan produk terstandar tanaman hias.
Pada kesempatan ini Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Dr. Ir. Indra Dwipa, MS) memberikan sambutan hangat dan meriah serta turut serta langsung dalam agenda kegiatan BSIP hingga selesai. Kepala Pusat Standarisasi Instrumen Hortikultura Ibuk Husnain, SP, MP, Ph.D pada kesempatan ini digantikan oleh Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sumatera Barat Bapak Dr. Rustam, SP, M.Si yang mana keduanya merupakan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala Dinas Pertanian Prov. Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Solok, dan Tentunya narasumber ahli dalam bidang Tanaman Hias dari BSIP Pusat. Kegiatan ini berlangsung di Balai Sidang Prof. Jurnalis Kamil, M.Sc Fakultas Pertanian yang diikuti oleh segenap jajaran Dosen, Mahasiswa Sarjana dan Magister, dan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Andalas.


Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Faperta Unand Program Sarjana, Magister dan Doktor pada wisuda Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada tanggal 15 Juni tahun 2024 ini.
Pada acara wisuda hari ini, jumlah wisudawan, wisudawati per prodi sebagai berikut :
Sehingga total yang diwisuda pada hari ini berjumlah 104 orang.
Untuk program Doktor S3, salah satu wisudawan berasal dari Vietnam. Ini merupakan kebanggaan kita juga karena Faperta Unand juga Go Internasional dan sudah banyak meluluskan mahasiswa asing.
Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian menyampaikan "suatu kebahagiaan tersendiri dari kami dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas bisa bertemu secara langsung dengan Bapak/Ibu dan wisudawan/wisudawati Fakultas Pertanian Unand pada wisuda 3 tahun 2024 ini yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Bagi ananda wisudawan/wisudawati Setelah wisuda ini, perjuangan ananda baru saja dimulai untuk menatap kehidupan ananda kedepannya".
Sumatera Barat merupakan daerah yang disebut “paradise” oleh wisatawan mancanegara karena eloknya alam yang selalu memanjakan mata. Selain itu, paradise ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat sendiri karena selain hanya indah, Sumbar juga memiliki dataran tinggi yang rendah yang memungkinkan semua jenis tanaman bisa tumbuh baik di ranah minang ini. Mungkin inilah yang dimaksud oleh “Koes Plus” dengan lagu “Kolam Susunya”.
Ketika Bapak/Ibu yang berasal dari utara khususnya dari Padang Panjang arah ke utara ketika datang ke Padang untuk menghadiri wisuda anak bapak/Ibu hari ini, mata Bapak/Ibu selalu pasti akan tertuju kearah Gunung Marapi yang selama 6 bulan terakhir menjadi pemberitaan karena erupsi dan belum berhenti hingga saat ini. Selain itu, Bapak/Ibu akan disuguhi oleh pemandangan hamparan lahan pertanian yang hijau diantara gunung Marapi dan Singgalang. Hamparan lahan inilah yang menjadi penyangga kehidupan wilayah Sumatera Tengah dengan menyediakan komoditi hortukultura, ujar Dekan Fakultas Pertanian Unand.
Ketika kita bicara tentang gunung Marapi, maka mata kita tertuju pada duka yang sedang dialami oleh ranah minang kita. Saat ini, Sumatera Barat masih dirundung duka. Duka ini dimulai 6 bulan yang lalu, dimulai ketika pada awal desember 2023 kemarin, gunung Marapi meletus, kemudian diiringi longsong dimana-mana yang sempat memutus jalur transportasi Sumbar-Riau, kemudian beberapa hari sebelum hari raya idul fitri, beberapa nagari disekitar gunung marapi dilanda Galodo atau air bah. Begitu juga di Pesisir Selatan dan sijunjung yang mengalami banjir yang mengakibatkan bannyak jalan utama yang mengubungkan antar provinsi putus. Kemudian yang terakhir, terjadi kembali Galodo yang melanda beberapa kabupaten seperti Agam dan Tanah Datar yang menelan banyak korban jiwa dan membuat jalan Padang-Bukittinggi putus dan belum bisa dilalui hingga saat ini.
Kondisi gunung marapi saat ini yang masih berstatus siaga membuat kegiatan masyarakat disekitar gunung ini dibatasi hingga radius waktu tertentu. Yang paling terdampak dari kejadian ini adalah petani yang berada dalam radius tersebut karena mereka tidak bisa bercocok tanam. Hal ini tentu berdampak terhadap ketersedian sayuran yang berada di pasar menurun sehingga membuat harga komoditi tersebut merangkak naik. Hal ini tidak terlepas dari luasnya lahan yang terdampak dari erupsi gunung marapi sehiangga kegiatan pertanian terhenti. Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, 3.144 ha lahan terdampak dari erupsi gunung marapi dengan rincian di Kabupaten Tanah Datar seluas 2.100 ha berupa lahan hortikultura, 988, 21 ha di Kabupaten Agam masih lahan hortikultura dan 55,92 ha di Kota Padang Panjang dengan lahan yang sama, yaitu hortikultura. Pasca erupsi gunung Marapi pada bulan Januari kemarin saja, harga sawi naik hingga 62%. Kemudian harga buncis sebesar 20 % dan wortel naik sebesar 20%. Belum lagi harga komoditi lainnya yang dibudidayakan disekitar gunung Marapi. Saat ini, Marapi masih belum menunjukkan kapan dia kan berhenti erupsi sehingga ini yang perlu kita waspadai agar kenaikan harga sayuran tidak semakin tinggi.
Karena banyaknya bencana yang terjadi di Sumatera Barat khusunya yang berdampak terhadap pertanian membuat kedepannya perlu suatu kurikulum tentang mitigasi bencana di program-program studi Fakultas Pertanian sehingga dampak bencana terhadap pertanian bisa diminimalisir.
Karena yang paling terdampak dari suatu bencana adalah pertanian, bidang yang menyediakan kebutuhan dasar bagi manusia. Untuk itu, saatnya kedepan, kita sebagai insan pertanian harus siap dengan resiko yang ditimbulkan akibat bencana sehingga kedepannya kita harus “Berdamai dengan bencana”.
Terakhir dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian, berharap kepada semua wisudawan dan wisudawati agar setelah mendapatkan pekerjaan nanti bisa melapor kepada pihak Fakultas agar bisa didata untuk data di Fakultas Kita Fakultas dan Universitas. Selalu jaga nama baik Fakultas Pertanian Universitas Andalas dimanapun berada karena orang akan menilai almamater ananda, bukan diri ananda.

Perkenankan saya selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Faperta Unand Program Sarjana, Magister dan Doktor pada wisuda Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada tanggal 13 Januari tahun 2024 ini.
Pada acara wisuda hari ini, jumlah wisudawan, wisudawati per prodi sebagai berikut :
Sehingga total yang diwisuda pada hari ini berjumlah 40 orang.
Suatu kebahagiaan tersendiri dari kami dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas bisa bertemu secara langsung dengan Bapak/Ibu dan wisudawan/wisudawati Fakultas Pertanian Unand pada wisuda 1 tahun 2024 ini yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Bagi ananda wisudawan/wisudawati Setelah wisuda ini, perjuangan ananda baru saja dimulai untuk menatap kehidupan ananda kedepannya. Tidak terasa kita sudah memasuki tahun 2024, tentunya dengan masuknya tahun baru ini, maka semangat kita pasti juga harus baru. Semoga tahun 2024 ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena jika kita bias lebih baik dibandingkan tahun sebelmunya, maka kita kita adalah orang yang beruntung. Sebaliknya, jika kita lebih buruk dibandingkan tahun kemarin, maka kita adalah orang yang merugi.
Bidang pertanian merupakan bidang yang yang selalu memiliki tantangan kedepannya. Tantannya tidak main-main yaitu bagaimana pertanian bisa tetap menyuplai kebutuhan akan pangan penduduk dunia. Saat ini, jumlah penduduk dunia sudah mendekat 8 miliar dan penduduk Indonesia pada pertengahan tahun 2023 sudah mencapai 278 juta jiwa. Ini merupakan tantangan bagi kita semua karena penduduk Indonesia akan terus bertambah dan lahan akan semakin selalu berkurang akibat pertumbuhan pemukiman.
Selain, itu kondisi iklim global juga menjadi perhatian serius bagi ilmuwan diseluruh dunia karena pada tahun 2023, kita tidak lagi mengalamai “Global Warming” atau pemanasan global, tetapi kita sudah masuk ke era “Global Boiling” atau pendidihan global dimana suhu di permukaan bumi sudah meningkat. Ini akan berdampak pada ketersediaan pangan kita terutama Negara kita, Indonesia.
Perubahan iklim dan krisis pangan global diyakini masih menjadi ancaman serius di tahun 2024. Saat kita kita juga mengalami banjir dimana-mana akibat curah hujan yang tinggi, baik kita di Kota Padang atau Sumatera Barat secara umum, Riau dan beberapa wilayah Indonesia lainnya. Memang pada tahun 2023 hingga awal 2024 ini merupakan hari-hari yang berat bagi kita warga Sumatera Barat karena Gunung Marapi masih mengeluarkan awan panas dan bahkan beberapa hari yang lalu status gunung Marapi sudah dinaikkan menjadi Siaga artinya tidak boleh ada kegiatan di radius 5 km dari puncak Marapi. Kita tahu bahwa di lereng gunung Marapi merupakan sentra tanaman pangan seperti tanaman sayuran yang berperan penting dalam menyangga kebutuhan masyarajat Sumbar dan sekitarnya. Dengan adanya larangan ini maka, kegiatan pertanian yang berada di radius ini juga berhenti sehingga sedikit banyaknya akan berdampak terhadap rantai pasok sayuran di Sumbar.
Saya tidak bosan-bosannya selalu mengingkatkan di acara wisuda bahwa salah satu tuntutan dalam dunia yang terdigitalisasi saat ini adalah lulusan yang bisa mengaplikasikan teknologi digital atau IT dan bahasa inggris karena kedua soft skill ini penting untuk menjawab tantangan lulusan yang berdaya saing global kedepannya. Selalu ingat bahwa, kita sebagai bagian dari keluarga Fakultas Pertanian Universitas Andalas harus selalu berkontribusi dalam pembangunan nasional sesuai dengan slogan Kampus kita yaitu “Untuk Kedjajaan Bangsa”.


Minggu 03 Desember 2023 - Dalam rangka perayaan Dies Natalis Ke 69 Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Pertanian. Kegiatan ini diselenggarakan dalam mewujudkan kolaborasi, kerjasama, dan integrasi sivitas akademika yang bertujuan untuk meningkatkan ikatan silaturrahim dan tentunya ajang aktivitas olah raga. Tidak hanya itu Fakultas Pertanian juga menyiapkan berbagai hadiah berupa doorprize untuk sivitas akademika yang beruntung pada ajang jalan sehat agar lebih meriahnya kegiatan tersebut.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Faperta Unand Program Sarjana, Magister dan Doktor pada wisuda 6 Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada tanggal 2 Desember tahun 2023 ini. Pada acara wisuda hari ini, Faperta Unand meluluskan sebanyak 109 orang wisudawan. Suatu kebahagiaan tersendiri dari kami dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas bisa bertemu secara langsung dengan Bapak/Ibu dan wisudawan/wisudawati Fakultas Pertanian Unand pada wisuda 6 tahun 2023 ini yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Bagi ananda wisudawan/wisudawati Setelah wisuda ini, perjuangan ananda baru saja dimulai untuk menatap kehidupan ananda kedepannya.
Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2023. Tahun 2023 ini merupakan hari yang berat tidak hanya bagi kita namun juga bagi dunia. Pada awal tahun, dunia masih berusaha bangkit dari pandemi covid-19, kemudian dunia juga masih dibayangi oleh dampak perang Rusia dan Ukraina. Cobaan bagi dunia tidak hanya berhenti di awal tahun, pada pertengahan tahun, kita mulai menghadapi fenomena El-Nino, kemudian disusul oleh berita bahwa India mulai menghentikan ekspor berasnya sehingga berdampak terhadap kenaikan beras di Indonesia. Tidak hanya berhenti disini, pada bulan oktober dunia kembali dikejutkan oleh perang antara Hamas-Israel yang ditakuti oleh dunia sebagai pembuka perang dunia ke-3 karena banyak kepentingan negara besar dunia disana. Ketakutan warga dunia ini wajar karena Perang Rusia dan Ukraina belum selesai, sudah muncul perang baru di Timur Tengah yang mana dibelakang kedua pihak yang berkonflik juga terlibat pada perang Rusia-Ukraina.
Ketika kita dihadapkan dengan perang, maka hanya satu hal yang perlu kita perlu perhatikan yaitu ketersediaan pangan. Semua perang yang terjadi di dunia disebabkan oleh Sumber Daya Alam dan untuk menopang suatu perang, maka kebutuhan logistik yaitu kebutuhan makanan merupakan hal utama yang harus dipersiapkan. Mungkin masih sedikit yang mengetahui bahwa Amerika Serikat bisa memenangi perang dunia kedua adalah karena mereka bisa memastikan asupan makanan bagi tentara mereka cukup sedangkan di pihak musuh tidak, mereka dipaksa berperang tanpa makanan. Amerika Serikat sadar bahwa kebutuhan dasar manusia adalah makan. Jika mereka cukup makan, maka kita akan bisa melakukan aktifitas lainnya. Apa hikmah yang bisa kita ambil dari semua peristiwa ini, yaitu “Ketersediaan pangan”. Jika kita berbicara tentang pangan, kita bicara tentang pertanian, dunia yang kita geluti. Ketika terjadi bencana, maka yang kita pastikan terlebih dahulu adalah bagaimana mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri kita atau daerah kita. 3 tahun yang lalu, kita sudah menghadapi perang dengan suatu makhlus halus yang bernama “Corona virus” yang menyebabkan penyakit yang kita sebut dengan covid-19 yang menjadi pandemi di seluruh dunia. Banyak negara yang hampir tumbang karena covid-19. Hal yang menyebabkan mereka hampir tumbang adalah negara-negara tersebut kebutuhan dasar mereka, yaitu “pangan” mereka tergantung ke negara lain sehingga masyarakat panik karena negara pengekspor tidak atau membatasi ekspor mereka. Alhamdulilah, Indonesia masih bisa selamat dari resesi karena pertanian Indonesia masih kuat dan kebutuhan masyarakat akan pangan tidak terganggu. Namun, kita tidak boleh berpuas diri karena kita tetap harus waspada karena beberapa komoditi pangan kita masih impor dari luar negeri seperti gandum, yang 100% kita masih impor dari berbagai negara di dunia. Konsumsi gandum Indonesia sudah mengkhawatirkan, karena 10 tahun yang lalu, Beras dan jagung merupakan 2 makanan pokok utama masyarakat Indonesia dan saat ini, Gandum menjadi makanan pokok kedua setelah beras. Ini sungguh mengkhawatirkan karena kita sangat tergantung pada supplai gandum dari luar. Tentunya kedepannya, diharapkan kita mampu secara perlahan mengurangi impor gandum dari luar negeri. Saat ini sudah banyak varietas gandum tropis yang sudah dilepas termasuk varietas gandum Faperta kita yaitu Guri 6. Semoga kedepannya kita benar-benar bisa terlepas dari impor gandum ini. Aamiin YRA.
Bagi ananda yang wisuda pada hari ini, setelah ini, ini adalah saatnya anda terjun ke masyarakat, mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah anda pelajari di Faperta kita yang kita cintai ini. Dengan ilmu-ilmu yang sudah ananda dapatkan selama belajar di Faperta ini baik dari bidang Agronomi, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, proteksi tanaman dan sosial ekonomi pertanian, ilmu-ilmu tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat di kampung saudara. Terlebih saudara masih fresh graduate, ilmu saudara masih segar di ingatan. Setelah ini saya yakin hampir sebagian besar ananda pulang ke kampung halaman, saran saya, bantulah petani-petani dikampung agar bisa mengatasi permasalahan pertanian yang kampung saudara. Selama di faperta Unand, Ananda semua pasti sudah belajar tentang bagaimana mengelola suatu permasalahan pertanian berdasarkan bidang ilmu saudara. Apa yang saudara pelajari, apsti saudara temui di lapangan atau di kampung saudara. Selain itu, ananda juga pernah menjalani praktek kerja profesi atau magang di suatu lembaga untuk mengasah keilmuan saudara. Inilah tujuan ananda belajar disini dan sebagai lulusan mahasiswa pertanian, keberadaan ananda bisa bermanfaat bagi lingkungan ananda semuanya. Bagi ananda yang juga ingin melamar pekerjaan, sekarang ananda mudah mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan. Saran saya, apapun lowongan yang ada, silahkan ambil saja dahulu agar saudara ada kegiatan dan menambah pengalaman saudara. Bagi saudara yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, itu juga bagus karena mungkin ada dari saudara yang punya bakat di untuk menjadi dosen dan peneliti. Selain itu, mungkin diantara saudara yang saat kuliah dulu seorang aktivis dan berminat mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, maka peluang itu terbuka lebar. Untuk mencapai itu, saudara harus dikenal oleh masyarakat di kampung saudara terlebih dahulu. Jika saudara ingin dikenal oleh masyarakat di tempat saudara berada, saudara harus berkontribusi bagi masyarakat.
Saya tidak bosan-bosannya selalu mengingkatkan di acara wisuda bahwa salah satu tuntutan dalam dunia yang terdigitalisasi saat ini adalah lulusan yang bisa mengaplikasikan teknologi digital atau IT dalam setiap bidang pekerjaan dan sebagai lulusan fakultas pertanian saudara dituntut untuk bisa menguasai teknologi yang bisa digunakan dalam bidang pertanian. Dengan IT tersebut, saudara juga bisa membantu kampung saudara dalam mengatasi permasalahan permasalahan tidak hanya pertanian tapi juga sektor lain di kampung saudara. Ini juga bisa menjadi ajang bagi saudara berperan penting dalam pembangunan kampung saudara. Keahlian saudara dalam mengaplikasikan teknologi kedalam dunia pertanian ini akan banyak menguntungkan saudara. Jika saudara punya bakat enterpreneur, maka saudara bisa memnafaatkan teknologi ini dalam mengembangkan usaha saudara. Selain skill IT yang bagus, saudara juga dituntut harus menguasai bahasa inggris. Dua kemampuan ini mutlak dibutuhkan oleh seorang lulusan sarjana pertanian saat ini. Saat ini, persaingan tidak hanya sebatas tingkat nasional, namun hingga kancah internasional, memiliki kemampuan berbahasa inggris tidak hanya sebagai alat pengembangan diri, namun juga dapat menjadi nilai tambah bagi anda dalam mencari pekerjaan. Kemampuan berkomunikasi yang baik, IT yang bagus ditambah dengan bahasa inggris, maka itu akan mempermudah saudara dalam mencari pekerjaan atau memulai bisnis saudara.