

Kamis, 06 Juli 2023, Fakultas Pertanian Universitas Andalas menjalin kerjasama dalam bentuk MoA dengan PT. Musimas dalam Perekrutan Alumni.
Alhamdulillah pada sesi rekrutmen kemarin diterima 9 orang alumni bekerja di perkebunan sawit..
Selamat dan semoga sukses bekerja..

Rabu, 05 Juli 2023, Gedung Balai Sidang Prof. Dr. Ir. Jurnallis Kamil, M.Sc Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar Thematic Lecture dengan tema “Enhancing Agriculture and Agribased Industry Development Through IMT-GT Coorperation dan Pelepasan Mahasiswa Magang Fakultas Pertanian Universitas Andalas”.
Pada Kesempatan ini Dekan Fakultas Pertanian Bapak Dr. Ir. Indra Dwipa, MS menjelaskan dalam sambutannya bahwa Untuk menghasilkan mahasiswa yang siap bersaing di dunia kerja dan dunia Industri, Keterampilan dalam menguasai bidang ilmunya diharapkan sehingga perlu dipersiapkan ketika mereka masih menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah juga telah memperhatikan akan kebutuhan yang diharapkan oleh DUDI ini sehingga pemerintah juga telah meluncurkan suatu program yang bernama Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan Thematic Lecture ini dinarasumberi oleh Mr. Firdaus Dahlan. Beliau merupakan Director of Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle ( IMG-GT).
Salah satu kegiatan yang berperan penting dalam mempersiapkan agar lulusan mampu bersaing di dunia DUDI dan sudah masuk kedalam kurikulum suatu program studi yaitu Mata Kuliah Praktek Kerja Lapang (PKP) atau yang dikenal dengan magang. Kegiatan magang merupakan salah satu mata kuliah lapangan dimana mahasiswa akan menghabiskan waktu mereka di lokasi tempat mereka magang. Lokasi mereka magang akan disesuaikan dengan Program Studi yang mereka ambil.
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan magang bagi mahasiswa ini adalah :
Pada hari ini dalam mempersiapkan ananda semua yang akan mengikuti kegiatang magang, hari ini Fakultas mengundang Mr. Firdaus Dahlan, Director of IMT-GT, suatu lembaga sub regional untuk mempercepat kerjasama dan integrasi di bidang ekonomi negara anggota dan provinsi di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.
IMT-GT ini juga mendorong sektor swasta memimpin pertumbuhan ekonomi dan memfasilitasi pengembangan sub-region secara keseluruhan dengan memanfaatkan yang semua yang ada dan keunggulan pada anggota ketiga negara ini. Fokus utama meliputi Pertanian dan Industri berbasis Pertanian, Turisme atau pariwisata dan product halal.
Jadi organisasi ini merupakan lembaga yang berperan dalam pengembangan ekonomi ekonomi di kawasan IMT-GT. Karena Anggota IMT-GT ini merupakan negara ASEAN yang ekomominya berbasis pada pertanian. Oleh sebab itu, beliau nantinya akan memberikan materi tentang bagaimana peluang dalam industry berbasis pertanian sehingga ketika ananda semua lulus nantinya tidak hanya bisa berkompetisi dengan lulusan PT lainnya namun juga bisa menjadi enterpreneur berbasis pertanian.



Dharmasraya, 24 dan 25 Juni 2023 - Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional yang melibatkan beberapa PTN maupun PTS serta Perguruan Tinggi ASEAN (Vietnam dan Kamboja).
Dalam sambutan dan pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional ini, Dekan Fakultas Pertanian Bapak Dr. Ir. Indra Dwipa, MS menyampaikan tajuk yang diangkat dalam kegiatan ini yakni Pemberdayaan masyarakat melalui penanaman bibit buah-buahan dan aren dalam mendukung upaya konservasi aliran sungai batang hari.
Peserta kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional ini terdiri dari :
Kuliah Umum & Sharing Session
Kebijakan Pengembangan Hortikultura Di Indonesia



Kamis, 14 Juni 2023, Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar Kuliah Umum & Sharing Session bertajuk Kebijakan Pengembangan Hortikultura Di Indonesia. Dalam kesempatan ini kuliah umum disajikan langsung secara Hybrid oleh Direktur Buah & Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan RI Bapak (Dr. Liferdi Lukman, S.P, M.Si).
Komoditi hortikultura merupakan salah satu komoditi yang bernilai tinggi dan bahkan menjadi salah satu andalan penghasil devisa negara. Komoditi hortikultura diantaranya yaitu buah-buahan dan produk florikultur, ungkap Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang diwakili oleh Wakil Dekan III Bapak Dr. Ir. Reflinaldon, MS. Pada tahun 2021, nilai ekspor industri pengolahan hortikultura, yang di dalamnya termasuk industri pengolahan buah, mencapai US$ 383 juta. Nilai tersebut meningkat 22,79% dibanding tahun sebelumya sebesar USD312 juta, lanjutNya. Ini menandakan bahwa permintaan produk hortikultura terutama buah akan meningkat setiap tahun. Ini merupakan peluang bagi kita mempersiapkan komoditi hortikultura dengan kualitas terbaik kita agar selalu menjadi primadona bagi negara tujuan impor kita.
Bapak/Ibu dosen dan ananda mahasiswa yang berbahagia.
Untuk mempersiapkan komoditi hortikultura yang berkualitas, peningkatan nilai tambah dan SDM merupakan dua hal penting yang harus dipersiapkan. Produk-produk hortikultura kedepannya harus siap bersaing di dunia internasional.
Menteri Pertanian, Bapak Syahruk Yasin Limpo menyatakan bahwa sektor hortikultura merupakan sektor yang menjanjikan dari sektor pertanian sebagai penghasil devisa negara sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mengingat 38 juta penduduk Indonesia atau sekitar 14,07%. Dengan kualitas produk hortikultura mereka yang berdaya saing global, maka akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan hidup mereka. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kerja sama oleh semua pihak.
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto yang diwakilkan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH), Bambang Sugiharto mengatakan arah kebijakan pembangunan hortikultura tahun 2021-2024 yaitu
Selanjutnya beliau juga menyatakan bahwa strategi pencapaian target produksi hortikultura diantaranya Kampung atau kawasan terintegrasi, modernisasi hortikultura, peningkatan produktivitas, pendampingan dan pembinaan insentif, manajemen tanam dan Early Warning System (EWS) dan jaminan pasar. Target kampung dan UMKM hortikultura tahun 2023 yaitu kampung sayuran 1.549, kampung buah 607, tanaman obat 400 kampung dan florikultura 48 kampung.
Saat ini adanya modernisasi pada Pembangunan Hortikultura merupakan sinergi program Ditjen Horti dengan semua stakeholders terkait, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam membangun. Sistem informasi usaha tani hortikultura dari hulu hingga hilir untuk Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Hortikultura. Adapun tujuan program modernisasi pada pembangunan hortikultura adalah untuk mentransformasi sub sektor hortikultura yang saat ini masih tradisional agar menjadi lebih modern dan mendidik petani menjadi pengusaha agribisnis andal.
#Balai Sidang Prof. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc. Ph.D
#@fapertaunandofficial