


PADANG – Dalam upaya mewujudkan tridarma perguruan tinggi dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan pertanian, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Andalas (UNAND) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Piai Tengah, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Mengusung tema "Farmer and Environmentally Friendly Integrated Crop Protection Strategy for Sustainable Agriculture". Melalui tema ini, Departemen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND berkolaborasi dengan narasumber internasional dan lintas Fakultas guna membahas strategi mutakhir dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan empat sesi materi yang saling berkesinambungan:
-
Sesi 1: Dr. Utpal Dey (Central Agricultural University, India) membahas "Diagnostic Approaches and Management Strategies for Pests and Diseases in Rice Fields" guna memberikan perspektif global terkait identifikasi dini dan strategi pengelolaan hama padi yang tepat.
-
Sesi 2: Prof. Dr. Trizelia (Dosen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND) memaparkan "Induced Protection in Rice Using Entomopathogen or Beneficial Microbe", yang mengedukasi petani mengenai pemanfaatan agen hayati dan mikroba sebagai pelindung alami tanaman yang lebih ramah lingkungan.
-
Sesi 3: Dr. My Syahrawati (Dosen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND) membawakan "Application of Ultrasonic-Based Agrarian Devices for Controlling Brown Planthopper, the Major Pest of Rice", mengenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pengusir wereng coklat berbasis ultrasonik.
-
Sesi 4: Prof. Dr. Ilhamdi Rusydi (Dosen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND) menjelaskan "How Ultrasonic Waves Work in Disrupting and Repelling Rice Pests", membedah secara teknis cara kerja gelombang suara yang mampu mengusir hama tanpa meninggalkan residu beracun di lahan
Melalui integrasi ini, diharapkan masyarakat Piai Tengah, khususnya kelompok tani, dapat menerapkan strategi pertanian yang lebih tangguh. Pendekatan terpadu ini diyakini mampu menekan serangan hama secara signifikan, meningkatkan hasil panen, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.









