Padang – Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Nurlaila (NIM 2110252036), mahasiswa Program Studi S1 Proteksi Tanaman, berhasil lolos seleksi dan terpilih menjadi salah satu peserta dalam program bergengsi Indonesia – Korea AgriYouth Leadership Program (IKAYLP) Tahun 2026 Angkatan Pertama (A-1).

Pencapaian ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang diikuti oleh putra-putri terbaik bangsa. Pada Seleksi Tahap-2 IKAYLP 2026 A-1 ini, tercatat sebanyak 27 calon peserta bersaing. Dari jumlah tersebut, Nurlaila berhasil masuk dalam jajaran 18 peserta terpilih yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia.

Para peserta yang lolos, termasuk Nurlaila, dijadwalkan akan berangkat ke Korea Selatan pada tanggal 23 Februari 2026 mendatang untuk memulai rangkaian kegiatan.

Selama mengikuti program ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan berharga untuk mengembangkan kreativitas melalui program pembelajaran yang berkualitas tinggi, berorientasi pada kinerja, dan mandiri.

Segenap pimpinan dan civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada Nurlaila atas prestasi gemilang ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama di Korea Selatan dapat menjadi bekal berharga untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Padang, 12 Desember 2025, Puncak rangkaian kegiatan Dies Natalia ke 71 Fakultas Pertanian, digelar Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-71, di Convention Hall Kampus Limau Manis, Jumat, 12 Desember 2025.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Prof Indra Dwipa menyampaikan pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian selama 2025, lima program studi (prodi) mendapatkan akreditasi unggul dan dua prodi akreditasi internasional. Itu berlaku lima tahun ke depan. Lima prodi yang mendapatkan akreditasi unggul itu adalah dua prodi di program magister (S2), yakni Agronomi dan Proteksi Tanaman. Tiga prodi ada di program sarjana (S1), yakni Agroteknologi, Proteksi Tanaman dan Agribisnis. Sedangkan dua prodi akreditasi internasional ada di Prodi Ilmu Tanah baik itu di program S1 dan S2. Pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian suatu yang jarang terjadi di fakultas lainnya di perguruan tinggi. "Ini menggambarkan kita di hargai orang lain. Sebab, menarik mahasiswa masuk ke fakultas adalah akreditasinya, begitujuga untuk berkerja, dilihat akreditasi dari prodinya fakultasnya," jelasnya.

Selanjutnya, publikasi dari dosen terindeks scopus terbaik dan penelitian masuk empat besar, dari lima fakultas di Unand. Demikian juga pengabdian yang dilakukan, sangat berdampak kepada masyarakat. Untuk jumlah penerimaan mahasiswa di Fakultas Pertanian meningkat. "Untuk sarana dan prasarana, kami sudah memiliki Laboratorium, Kebun Percobaan, Screen House, Rumah Karet, Laboratorium Komputer yang dijadikan untuk praktikum. Untuk kegiatan belajar mengajar, ada Ruang Kuliah, Smart Conference Room, Convention Hall Prof Jurnalis Kamil, Masjid Al Kahfi, CH Mahasiswa. Keberhasilan yang ditorehkan selama 2025 tidak terlepas dari sinergisitas semua unsur civitas akademika alumni, serta support rektor dan jajaran Unand," ucapnya.

"Kami memberikan masukan solusi ke depannya kepada pemerintah. Contohnya dengan memetakan kondisi lahan terdampak. Dari informasi 6.000 hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang. Apa solusinya, kita Fakultas Pertanian dan tim siap membantu pemerintah meningkatkan pertanian yang ada di Sumbar," tegasnya. Selanjutnya, Fakultas Pertanian hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak banjir bandang. Demikian juga, dosen dan mahasiswanya. "Kami juga menjamin mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang hingga tamat. Contohnya, beasiswa pendidikan dan biaya kos. Ada sembilan mahasiswa yang menjadi tanggung jawab pimpinan, civitas akademika dan alumni. kita tak ingin mereka yang tertimpa musibah terlantar, melainkan harus selesai perkuliahannya," tegasnya. Lebih lanjut dijelaskannya, pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian selama 2025. "Yang paling membanggakan, lima program studi (prodi) kami mendapatkan akreditasi unggul dan dua prodi akreditasi internasional. Itu berlaku lima tahun ke depan," jelas Indra Dwipa.

Lima prodi yang mendapatkan akreditasi unggul itu adalah dua prodi di program magister (S2), yakni Agronomi dan Proteksi Tanaman. Tiga prodi ada di program sarjana (S1), yakni Agroteknologi, Proteksi Tanaman dan Agribisnis. Sedangkan dua prodi akreditasi internasional ada di Prodi Ilmu Tanah baik itu di program S1 dan S2. Pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian suatu yang jarang terjadi di fakultas lainnya di perguruan tinggi. "Ini menggambarkan kita di hargai orang lain. Sebab, menarik mahasiswa masuk ke fakultas adalah akreditasinya, begitujuga untuk berkerja, dilihat akreditasi dari prodinya fakultasnya," jelasnya.

Selanjutnya, publikasi dari dosen terindeks scopus terbaik dan penelitian masuk empat besar, dari lima fakultas di Unand. Demikian juga pengabdian yang dilakukan, sangat berdampak kepada masyarakat. Untuk jumlah penerimaan mahasiswa di Fakultas Pertanian meningkat. "Untuk sarana dan prasarana, kami sudah memiliki Laboratorium, Kebun Percobaan, Screen House, Rumah Karet, Laboratorium Komputer yang dijadikan untuk praktikum. Untuk kegiatan belajar mengajar, ada Ruang Kuliah, Smart Conference Room, Convention Hall Prof Jurnalis Kamil, Masjid Al Kahfi, CH Mahasiswa. Keberhasilan yang ditorehkan selama 2025 tidak terlepas dari sinergisitas semua unsur civitas akademika alumni, serta support rektor.

Selain itu, Indra juga menambahkan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas juga siap membantu pemerintah daerah melakukan pemulihan lahan pertanian pasca banjir bandang yang terjadi dua pekan lalu.

"Kami memberikan masukan solusi ke depannya kepada pemerintah. Contohnya dengan memetakan kondisi lahan terdampak. Dari informasi 6.000 hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang. Apa solusinya, kita Fakultas Pertanian dan tim siap membantu pemerintah meningkatkan pertanian yang ada di Sumbar," tegasnya.

Selanjutnya, Fakultas Pertanian hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak banjir bandang. Demikian juga, dosen dan mahasiswanya. "Kami juga menjamin mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang hingga tamat. Contohnya, beasiswa pendidikan dan biaya kos. Ada sembilan mahasiswa yang menjadi tanggung jawab pimpinan, civitas akademika dan alumni. kita tak ingin mereka yang tertimpa musibah terlantar, melainkan harus selesai perkuliahannya," tegasnya. (humas/afi)

Agam, 23 November 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta Unand) melaksanakan kegiatan Pengabdian Internasional di Puncak Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-71. Kegiatan ini menegaskan komitmen fakultas dalam memperkuat peran akademik pada pengembangan pertanian daerah melalui penerapan inovasi dan kolaborasi lintas negara.

Mengusung tema “Smart Farming for Integrated Highland Coffee–Sugarcane Plantation in Puncak Lawang, Agam Regency,” kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Tema tersebut sejalan dengan arah kebijakan Fakultas Pertanian dalam mempromosikan teknologi pertanian modern yang aplikatif bagi petani di kawasan dataran tinggi.

Pelaksanaan kegiatan dihadiri lebih dari 200 peserta, yang terdiri dari sivitas akademika Universitas Andalas, perwakilan Universitas Riau (UNRI), Universitas Eka Sakti (UNES), Universitas Taman Siswa (UNITAS), alumni Fakultas Pertanian, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta bundo kanduang Nagari Lawang. Partisipasi lintas institusi ini mencerminkan tingginya dukungan terhadap pengembangan kawasan pertanian terintegrasi di daerah tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua IKA sekaligus Koordinator Lapangan, Ir. Zola Pandu, yang menekankan pentingnya sinergi antara alumni, akademisi, dan pemerintah nagari. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wali Nagari Lawang, F. Dt. Rajo Bagindo, yang mengapresiasi kontribusi Universitas Andalas dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S., turut menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten Agam melalui Kepala Dinas Pertanian, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pertanian presisi di Nagari Lawang.

Dalam sesi penyuluhan, hadir tiga narasumber internasional dan nasional. Dede Suhendra, MP dari Universitas Andalas memaparkan konsep budidaya kopi–tebu berbasis smart farming yang mengintegrasikan teknologi digital dan sensor untuk meningkatkan efisiensi lahan dan air. Dua pakar dari Vietnam, Assoc. Prof. Dr. Le Khac Hoang (Nong Lam University) dan Assoc. Prof. Dr. Tran Thi Hoang Dong (Hue University), memberikan materi terkait organisme pengganggu tanaman pada kopi dan tebu serta pendekatan pengendalian ramah lingkungan berbasis monitoring modern.

Sesi diskusi berjalan interaktif, di mana peserta dari kalangan petani, mahasiswa, dan akademisi terlibat aktif dalam tanya jawab mengenai tantangan pertanian dataran tinggi, peningkatan produktivitas, dan penerapan teknologi terkini. Interaksi ini memperkuat transfer pengetahuan antara pakar internasional dan masyarakat lokal.

Momentum penting kegiatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan Pemerintah Nagari Lawang. PKS ini mencakup pengembangan model pertanian kopi–tebu terintegrasi, peningkatan kapasitas kelompok tani, implementasi teknologi pertanian presisi, serta dukungan terhadap kegiatan riset, pendidikan, dan magang mahasiswa. Kesepakatan ini diharapkan menjadi dasar penguatan kolaborasi jangka panjang antara perguruan tinggi dan masyarakat nagari.

Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pengabdian ini memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah penting dalam mendorong modernisasi pertanian di Sumatra Barat. Fakultas Pertanian Universitas Andalas berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dan menghadirkan program-program berbasis inovasi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(huma/afi*)

Padang, 12 November 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) menerima kunjungan dari SMAN 1 Banuhampu, Kabupaten Agam, yang berlangsung di Balai Sidang Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini disambut secara resmi oleh Wakil Dekan II Fakultas Pertanian, Dr. Jumsu Trisno, S.P., M.Si., yang mewakili Dekan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada para siswa mengenai dunia akademik dan bidang pertanian di perguruan tinggi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Rombongan SMAN 1 Banuhampu, yang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak fakultas. Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan pemaparan dan presentasi mengenai berbagai departemen yang ada di Fakultas Pertanian oleh masing-masing perwakilan departemen. Sesi tanya jawab yang interaktif turut melibatkan mahasiswa dan peserta kunjungan, menciptakan suasana diskusi yang menarik dan informatif.

Sebagai penutup, rombongan SMAN 1 Banuhampu diajak untuk melakukan campus tour mengelilingi berbagai fasilitas yang dimiliki Fakultas Pertanian, termasuk laboratorium dan kebun percobaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta termotivasi untuk melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Andalas di masa depan.

Padang, 3 November 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FAPERTA UNAND) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Sabtu, 1 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian memperingati Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-71, dengan tema “Pengembangan Tanaman Aren sebagai Strategi Konservasi Hutan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian UNAND, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S., bersama civitas akademika Fakultas Pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Aswaldi Anwar, M.S. bertindak sebagai Koordinator Pengabdian, dan pelaksanaan kegiatan berada dalam koordinasi Ketua Dies Natalis ke-71 Fakultas Pertanian, Dr. My Syahrawati, S.P., M.Si.

Kegiatan diawali dengan pertemuan dan diskusi di Balai Kantor Nagari Koto Malintang yang turut dihadiri oleh Wali Nagari Koto Malintang Hendra Yanto, Camat Tanjung Raya Al Hafidh, Kepala KPHL Agam Raya Dewi Safnita, Kelompok Tani Hutan “Gila Aren,” kelompok wanita tani, pelaku usaha lokal, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Hendra Yanto menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap pendampingan berkelanjutan dapat terus dilakukan. “Program ini perlu berlanjut hingga pengolahan dan pemasaran hasil agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S. menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian berkomitmen mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. “Pendampingan berbasis ilmu pengetahuan akan memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Adrinal, M.S. yang membahas “Peranan Aren sebagai Tanaman Konservasi.” Tanaman aren memiliki fungsi ekologis yang kuat dalam menjaga sumber air dan stabilitas tanah, sekaligus memiliki nilai ekonomi melalui produk turunannya. Pendekatan agroforestri dinilai tepat dalam pengembangan aren secara berkelanjutan.

Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dengan keterlibatan aktif dalam diskusi dan kesiapan mereka menyediakan lahan ±5 hektare untuk pengembangan tanaman aren sebagai komoditas unggulan nagari.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit aren secara simbolis, serta penyerahan bibit kepada kelompok masyarakat untuk ditanam di lahan yang telah disiapkan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Andalas berharap pengembangan tanaman aren dapat menjadi langkah strategis dalam konservasi hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Koto Malintang.(fiz/ami*)

 

Sebagai penutup rangkaian Bincang Alumni Dies Natalis ke-71 Fakultas Pertanian Universitas Andalas, digelar Sesi V dengan tema “Sharing Pengalaman Mantan Dekan: Demi Kejayaan Faperta” pada Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB, bertempat di Green Studio FPUA dan disiarkan secara daring melalui Zoom dan YouTube Unand TV.

Sesi ini menghadirkan dua sosok pemimpin inspiratif yang telah menorehkan sejarah panjang bagi Fakultas Pertanian, yaitu Prof. Ir. Ardi, M.Sc., Dekan FPUA dua periode (2008–2012 dan 2013–2017), serta Dr. Ir. Munzir Busniah, M.Si., Dekan FPUA periode 2017–2021. Acara dipandu dengan santai oleh Lailatun Najmi, M.Si., yang membuka dan menutup sesi dengan pantun segar, menciptakan suasana diskusi yang santai namun sarat makna.

Dalam perbincangan tersebut, kedua mantan dekan berbagi refleksi dan pengalaman tentang perjalanan panjang mereka memimpin FPUA, mulai dari masa pembenahan kelembagaan hingga memperluas reputasi akademik dan jejaring internasional.

Sebagai pembicara pertama, Prof. Ir. Ardi, M.Sc. menyampaikan pentingnya keberanian dan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

“Mahasiswa harus berani memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” ujar Prof. Ardi. “Kampus sudah membuka banyak ruang untuk berkembang, tinggal bagaimana kita menjemput peluang itu dengan keberanian, keterbukaan, dan semangat belajar yang tinggi. Dunia sekarang luas, dan siapa pun yang mau berusaha akan menemukan jalannya.”

Sebagai sosok yang banyak berperan dalam memperluas jejaring internasional FPUA dan menjadi visiting professor di beberapa universitas luar negeri, Prof. Ardi juga menitipkan pesan kehidupan yang penuh makna.

“Setiap kita punya tujuan hidup. Kita harus bertekad untuk mencapainya, mulai dengan bismillah, berbuat maksimal sesuai kapasitas kita. Mudah-mudahan dari situ lahir kejayaan, untuk diri sendiri, kampus, bangsa, dan tentu untuk petani, karena kita berasal dari Fakultas Pertanian.”

Sementara itu, Dr. Ir. Munzir Busniah, M.Si., yang dikenal sebagai dekan visioner dan berkomitmen tinggi terhadap pengembangan kewirausahaan serta kelembagaan akademik, menekankan pentingnya etos kerja yang tulus dan konsisten.
“Kita harus bekerja maksimal semampu kita,” ujarnya. “Berikan yang terbaik, lakukan dengan sebaik-baiknya, dan tentu saja, bekerja seikhlas dan setulusnya demi kebaikan kita bersama.”

Lebih lanjut, Dr. Munzir menegaskan bahwa kemajuan fakultas tidak hanya bergantung pada pimpinan, tetapi juga pada sinergi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga alumni.

“Fakultas ini bisa maju kalau semua bergerak bersama,” tuturnya. “Mahasiswa dengan semangat belajarnya, dosen dengan dedikasinya, dan alumni dengan kontribusinya di dunia kerja. Kalau masing-masing memberi yang terbaik dari perannya, maka kejayaan Faperta bukan sekadar harapan, tapi kenyataan.”

Menutup sesi, Dr. Munzir juga memberikan pesan reflektif bagi seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian.

“Kita ini satu rumah besar. Apa pun posisi kita, baik mahasiswa, dosen, atau alumni, semuanya punya peran penting. Kalau kita bekerja dengan hati dan menjaga silaturahmi, insyaallah kejayaan Faperta akan terus berlanjut.”

Sesi terakhir Bincang Alumni ini menjadi penutup yang penuh makna, menghadirkan pesan kepemimpinan, ketulusan, dan inspirasi dari dua tokoh yang telah membangun fondasi kuat bagi Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Melalui pengalaman dan refleksi beliau, civitas akademika dan alumni FPUA diingatkan untuk terus menumbuhkan semangat kerja keras, integritas, dan kolaborasi demi kemajuan pertanian Indonesia.

Padang, 29 Oktober 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) menjalin kerja sama internasional dengan Fakultas Pertanian Universiti Putra Malaysia (UPM) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025, bertempat di Ruang Dekan Fakultas Pertanian UNAND, Kampus Limau Manis, Padang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Manajer SDM, TI, Kerjasama dan Hubungan Alumni Fakultas Pertanian UNAND serta perwakilan dari Program Studi Agribisnis, yang menjadi pelaksana utama kerja sama ini.

Penandatanganan MoA ini dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S., selaku Dekan Fakultas Pertanian UNAND , Dr. Zednita Azriani, S.P., M.Si., selaku Ketua Program Studi Agribisnis dan Assoc. Prof. Dr. Nolila Mohd Nawi, selaku Head of Department of Agribusiness and Bioresource Economics, Faculty of Agriculture, Universiti Putra Malaysia.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik antara kedua fakultas melalui berbagai kegiatan seperti program creadit earning, kolaborasi penelitian, pertukaran dosen dan praktisi, serta penyelenggaraan kegiatan akademik bersama seperti seminar, lokakarya, dan konferensi ilmiah.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Fakultas Pertanian Unand dan UPM dapat terus berinovasi dalam pengembangan akademik dan penelitian yang berdampak bagi kemajuan pertanian.

 

Sarjana pertanian harus mampu beradaptasi terhadap perubaĥan teknologi terutama adaptasi pada digitalisasi. Hal ini terungkap dalam Bincang Alumni Sesi IV bertema “Sarjana Pertanian Bisa Jadi Apa?”. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB di Green Studio FPUA dan disiarkan langsung melalui Faperta Unand TV. Diskusi ini menghadirkan empat narasumber lintas profesi yaitu Dr. Ir. Munzir Busniah , M.Si. (Dosen Fakultas Pertanian Unand), Didi Al Amin, S.P. (Wali Nagari Panti Selatan), Rio, S.P. (Direktur PT. Huma Inovasi Indonesia), dan Arif Zulpriansyah Srg, S.P. (Founder Agraris Indonesia Grup). Empat narasumber tersebut dihadirkan untuk menunjukkan bahwa lulusan pertanian memiliki jalan karier yang luas dan bisa jadi apa saja. Acara dipandu oleh Dr. Ami Sukma Utari, yang menjaga alur diskusi tetap cair dan inspiratif.

Sebagai pembuka, Dr. Munzir Busniah, M.Si. menegaskan bahwa kunci utama menghadapi masa depan adalah kemampuan beradaptasi. “Komunikasi itu penting, dan medianya sekarang sangat beragam. Sarjana pertanian bisa jadi apa saja, asalkan mampu membaca zaman,” ujarnya. Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani memulai dari hal kecil, termasuk memanfaatkan platform digital. “Kalau kalian suka menanam, meneliti, atau punya hobi apapun, terutama yang berkaitan dengan pertanian, dokumentasikan. Upload di media sosial. Tunjukkan karyamu. Indonesia butuh petani modern, dan peluangnya sangat besar,” sambungnya.

Didi Al Amin, membagikan refleksi tentang perjalanannya sebagai Wali Nagari. Ia menyampaikan bahwa bangku kuliah banyak membentuk karakternya dalam memimpin dan berinteraksi dengan masyarakat. “Masa kuliah itulah yang membentuk saya hari ini. Mau jadi apa pun nanti, itu pilihan hidup. Tapi berdirilah bersama masyarakat yang tidak semuanya sarjana, supaya kita paham benar apa hakikat seorang sarjana dan bagaimana seharusnya kita memberi manfaat.”ujarnya

Senada dengan itu, Rio, yang kini memimpin PT. Huma Inovasi Indonesia, menekankan pentingnya kepedulian sosial dimana pun alumni berada. “Dulu saya aktif berorganisasi dan belajar peka terhadap lingkungan. Ternyata itu sangat terpakai hari ini,” ujarnya.

Melengkapi perspektif wirausaha, Arif Zulpriansyah Srg, Founder Agraris Indonesia Grup, menegaskan bahwa kekuatan jaringan dan pengembangan diri adalah modal utama sarjana pertanian. “Optimis itu wajib, tapi tidak cukup. Bekali diri dengan karakter, public speaking, mental yang kuat, dan skill yang relevan. Perbanyak jaringan, karena teman-teman kalian hari ini akan menjadi pemimpin di tempatnya masing-masing.”katanya

Sesi ini menghadirkan benang merah yang sama, yaitu sarjana pertanian tidak dibatasi profesi, tetapi justru dibekali fondasi ilmu, logika berpikir, serta kepekaan sosial yang dapat dibawa ke berbagai bidang, mulai dari dari akademik, pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, hingga agribisnis. Pesannya jelas, apa pun jalan yang dipilih, jadilah sarjana yang adaptif, berkarakter, dan memberi manfaat bagi sesama. (humas/am*)

Padang, 14 Oktober 2025 – Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) dan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti (UNES) sepakat menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Selasa (14/10).

Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas tindak lanjut kerja sama yang akan difokuskan pada berbagai program bersama, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, kegiatan akademik bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Penandatanganan MoU dan PKS dilakukan secara resmi oleh kedua dekan dan disaksikan oleh seluruh peserta yang hadir. Acara kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi dan ramah tamah, yang menandai komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat jejaring dan sinergi dalam bidang pertanian di Sumatera Barat.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Fakultas Pertanian UNAND dan Fakultas Pertanian UNES dapat saling berbagi pengalaman, sumber daya, dan inovasi untuk mendukung pengembangan ilmu pertanian yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

 

Perubahan wajah pertanian Indonesia tidak hanya lahir dari laboratorium atau kebijakan, tetapi juga dari keberanian individu yang mengubah lahan menjadi sumber nilai dan peluang usaha. Semangat inilah yang mengalir dalam Bincang Alumni Sesi III dengan tema “Dari Lahan ke Pasar: Perjalanan Alumni Menjadi Agripreneur Tangguh”, yang digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB di Green Studio FPUA serta disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube Faperta Unand TV.

Acara ini menghadirkan tiga figur alumni inspiratif yang membuktikan bahwa pertanian adalah lahan luas bagi kreativitas dan inovasi, yaitu Ferdhinal Asful, M.Si. (Dosen FPUA dan penggerak socioentrepreneurship), Zulfa Erianti, S.TP. (Instruktur Boga dan Wirausaha Kuliner), serta Alghany Perdana Arsyadi (Entrepreneur Kepiting Bakau Modern). Diskusi dipandu oleh Cindy Paloma, M.Si., yang membawa percakapan mengalir santai namun penuh makna.

“Ijazah itu hanya menandakan kita pernah sekolah. Tapi bukan itu yang menentukan cara kita berpikir" ujar ujar Ferdhinal Asful. Dia menambahkan, kemandirian, keberanian berinovasi, dan kemauan memberi manfaat adalah hal yang membentuk seorang agripreneur sejati. Menurutnya, di pertanian, banyak ide bisa tumbuh kalau kita mau melihat lahan sebagai sumber inspirasi, bukan sekadar tempat bekerja..

Sementara itu, Zulfa Erianti, yang aktif sebagai wirausaha kuliner dan pelatih boga, menekankan bahwa perjalanan menjadi pengusaha tangguh penuh dengan dinamika. “Sukses itu bukan soal seberapa besar keuntungan, tapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan untuk orang lain,” katanya.
Dia mengungkapkan UMKM yang kuat tidak lahir dalam semalam. Ada keberanian untuk jatuh dan bangkit, serta kesabaran untuk terus belajar dari setiap proses.

Senada dengan itu, Alghany Perdana Arsyadi, alumni muda yang sukses mengembangkan bisnis kepiting bakau modern, menuturkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberi dampak sosial. “Jangan mati sebelum bermanfaat. Usaha di dunia pertanian itu bukan hanya sumber penghasilan, tapi juga sarana berbagi manfaat. Kalau dikelola dengan ilmu dan hati, usaha kita bisa menghidupi diri sekaligus membuka peluang bagi banyak orang.” ujarnya

Melalui sesi ini, para narasumber mengajak mahasiswa dan alumni muda untuk tidak ragu memulai langkah kecil dalam berwirausaha. Menjadi agripreneur berarti berani berpikir kreatif, bekerja keras, dan menjadikan pertanian sebagai ruang inovasi yang bernilai dan berdampak bagi masyarakat. (humas/am*)