
PADANG – Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) sukses menyelenggarakan program Summer Course 2026 dengan tema “Natural Resources Management: Socioeconomic Perspective for Sustainable Agriculture and Rural Development”. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 10 Mei 2026 ini, menjadi wadah diskusi krusial bagi isu keberlanjutan global yang diikuti oleh 50 peserta lintas negara. Keberagaman latar belakang menjadi sorotan utama dalam kolaborasi global ini, di mana peserta terdiri dari 26 orang secara onsite dan 24 orang secara daring, yang mencakup 24 peserta internasional dari Pakistan, Nigeria, Yaman, Gambia, Tiongkok, Myanmar, Aljazair, Guinea, Afghanistan, hingga Vietnam, serta 26 peserta dari Indonesia. Kehadiran mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara ini diharapkan mampu membangun diskusi yang inklusif, kolaboratif, dan lintas disiplin.
Selama program berlangsung, para peserta terlibat dalam rangkaian kegiatan akademik yang intensif, mulai dari kuliah pakar, diskusi kelompok berbasis kasus (case-based learning), hingga presentasi hasil diskusi. Program ini menghadirkan sejumlah pakar antara lain Dr. Doan Nainggolan dari Aarhus University, Denmark, serta jajaran pakar dari Universitas Andalas yaitu Prof. Ir. Yonariza, M.Sc., Ph.D., Prof. Ir. Rudi Febriamansyah, M.Sc., Ph.D. , dan Hasnah, S.P., DipAgEc., M.Ec., Ph.D. Selain sesi kelas, pada hari kelima para peserta melakukan kunjungan lapangan (fieldtrip) ke Nagari Sumpur untuk mempelajari pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat di kawasan Danau Singkarak, serta mengenal lebih dekat kebudayaan Minangkabau.
Penyelenggaraan Summer Course 2026 ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini dikelola melalui Program EQUITY dengan nomor kontrak 4304/B3/DT.03.08/2025, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan kolaborasi riset internasional di lingkungan Universitas Andalas.



Padang, 30 April 2026 – Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas menyelenggarakan Guest Lecture on Plant Protection Series bertajuk “Distribution and Management of Anthracnose Disease in India and Indonesia” Acara ini diselenggarakan secara hybrid di Balai Sidang Prof. Ir Jurnalis Kamil, MSc. PhD dan dihadiri oleh Mahasiswa, Akademisi, dan juga Praktisi di bidang Proteksi Tanaman.
Acara ini menghadirkan pembicara Internasional dan nasional, yaitu Dr. Utpal Dey dari Central Agricultural University (India) dan Prof. Dr. Nurbailis dari Universitas Andalas. Sesi ini pandu oleh Prof. Dr. Darnetty.
Dalam presentasinya, Prof. Nurbailis menjelaskan status terkini penyakit antraknosa di Indonesia, khususnya pada tanaman hortikultura, serta tantangan yang terkait dengan pengelolaannya di lapangan. Sementara itu, Dr. Utpal Dey membahas penyebaran penyakit antraknosa di India dan menyoroti berbagai strategi pengelolaan, termasuk pendekatan berbasis lingkungan dan intervensi teknologi modern.



PADANG – Dalam upaya mewujudkan tridarma perguruan tinggi dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan pertanian, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Andalas (UNAND) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Piai Tengah, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Mengusung tema "Farmer and Environmentally Friendly Integrated Crop Protection Strategy for Sustainable Agriculture". Melalui tema ini, Departemen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND berkolaborasi dengan narasumber internasional dan lintas Fakultas guna membahas strategi mutakhir dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan empat sesi materi yang saling berkesinambungan:
Sesi 1: Dr. Utpal Dey (Central Agricultural University, India) membahas "Diagnostic Approaches and Management Strategies for Pests and Diseases in Rice Fields" guna memberikan perspektif global terkait identifikasi dini dan strategi pengelolaan hama padi yang tepat.
Sesi 2: Prof. Dr. Trizelia (Dosen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND) memaparkan "Induced Protection in Rice Using Entomopathogen or Beneficial Microbe", yang mengedukasi petani mengenai pemanfaatan agen hayati dan mikroba sebagai pelindung alami tanaman yang lebih ramah lingkungan.
Sesi 3: Dr. My Syahrawati (Dosen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND) membawakan "Application of Ultrasonic-Based Agrarian Devices for Controlling Brown Planthopper, the Major Pest of Rice", mengenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pengusir wereng coklat berbasis ultrasonik.
Sesi 4: Prof. Dr. Ilhamdi Rusydi (Dosen Proteksi Tanaman FAPERTA UNAND) menjelaskan "How Ultrasonic Waves Work in Disrupting and Repelling Rice Pests", membedah secara teknis cara kerja gelombang suara yang mampu mengusir hama tanpa meninggalkan residu beracun di lahan
Melalui integrasi ini, diharapkan masyarakat Piai Tengah, khususnya kelompok tani, dapat menerapkan strategi pertanian yang lebih tangguh. Pendekatan terpadu ini diyakini mampu menekan serangan hama secara signifikan, meningkatkan hasil panen, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.


PADANG – Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FAPERTA UNAND) resmi menjalin kerja sama riset dengan Lembaga Penelitian yang fokus pada Kajian di bidang Teknologi dan Lingkungan asal Jepang, Archeda, Inc., untuk mengukur dan menekan emisi metana di lahan persawahan melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD). Rangkaian kegiatan peresmian dan implementasi lapangan ini berlangsung selama dua hari pada 20-21 April 2026.
Pada Senin (20/4), penandatanganan naskah kerja sama dilakukan di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 Faperta UNAND. Acara yang dihadiri oleh pimpinan Fakultas dan para Kepala Departemen ini dilanjutkan dengan diskusi terbuka terkait riset. Dalam proyek ini, UNAND berfokus pada manajemen lapangan dan pengambilan data, sementara Archeda berfokus pada analisis data satelit.


Keesokan harinya, Selasa (21/4), tim riset gabungan bersama mahasiswa Faperta turun langsung ke lahan mitra, yakni Kelompok Tani Santok Indah di Desa Air Santok, Pariaman Timur. Tim melakukan pemasangan alat ukur di beberapa titik sawah sekaligus memberikan sosialisasi dan pelatihan langsung kepada para petani mengenai penerapan metode AWD yang tepat guna.
Melalui kolaborasi internasional ini, diharapkan tercipta data riset yang valid, sekaligus mengedukasi masyarakat petani lokal dalam mengadaptasi metode pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Announcement – Summer Course 2026 (Hybrid Program)
We are pleased to announce the participants who have successfully passed the selection for the Summer Course 2026 hosted by the Department of Agricultural Socioeconomic, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas.
This year’s theme is:
Natural Resources Management: Socioeconomic Perspective for Sustainable Agriculture and Rural Development.
The program will be conducted in a hybrid format, combining onsite and online participation to create a dynamic international learning experience.
Congratulations to all selected participants! Your enthusiasm, dedication, and achievements have brought you to this stage. We look forward to welcoming you and sharing meaningful discussions, knowledge exchange, and cross-cultural collaboration throughout the program.
Please stay tuned for further information regarding schedules, technical guidelines, and program activities.
Feel free to contact us via email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
See you at Summer Course 2026!







PADANG – Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta Unand) kembali menorehkan prestasi gemilang dan membuktikan dedikasinya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebanyak 14 dosen dari berbagai departemen di lingkungan Faperta Unand berhasil lolos dan menerima Pendanaan Hibah Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA KEMENDIKTISAINTEK Tahun 2026.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Faperta Unand dalam mendorong riset dan inovasi yang berdampak, serta kontribusi aktif dalam memberdayakan masyarakat luas. Pendanaan yang diraih terbagi ke dalam dua skema utama, yakni Hibah Penelitian dan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Untuk skema Program Penelitian dan RIKUB, sebanyak 10 dosen peneliti berhasil memenangkan pendanaan dengan berbagai fokus riset strategis dan inovatif di bidang pertanian. Para penerima hibah penelitian tersebut adalah:
Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, M.Sc (Departemen Ilmu Tanah)
Prof. Dr. Ir. Herviyanti, MS (Departemen Ilmu Tanah)
Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS (Departemen Agronomi)
Dr. P.K. Dewi Hayati, SP, M.Si (Departemen Agronomi)
Prof. Ir. Rudi Febriamansyah, M.Sc., Ph.D (Departemen SOSEK)
Prof. Dr. Ir. Rahmat Syahni Zakaria, M.Sc., M.S (Departemen SOSEK)
Astri Harnov Putri, S.P., M.Sc (Departemen Agronomi)
Dr. Haliatur Rahma, S.Si, MP (Departemen Proteksi Tanaman)
Dr. Yulmira Yanti, S.Si, MP (Departemen Proteksi Tanaman)
Diana Putri, M.Si (Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan)
Sementara itu, pada skema Program Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi Seni Nusantara, 4 dosen Faperta Unand sukses mendapatkan pendanaan untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan teknologi, penguatan kelembagaan, dan inovasi pertanian berbasis kelestarian lingkungan. Keempat dosen tersebut adalah:
Dr. Hasmiandy Hamid, SP, M.Si (Departemen Proteksi Tanaman)
Muhammad Parikesit Wisnubroto, S.P., M.Sc (Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan)
Dr. Siska Efendi, S.P., M.P (Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan)
Dr. Zahlul Ikhsan, S.P., M.P (Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan)
Segenap Pimpinan dan Sivitas Akademika Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh dosen penerima hibah BIMA KEMENDIKTISAINTEK 2026



PADANG, 7 April 2026 – Merespons dinamika ketidakpastian global yang kian eskalatif, Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta UNAND) menyelenggarakan wadah diskusi bertajuk "Faperta Strategic Dialogue: Geopolitik Pangan dan Masa Depan Pertanian: Apakah Pendidikan Pertanian Siap Menghadapi Krisis Global?". Diskusi strategis ini dilangsungkan secara hybrid pada Balai Sidang Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc., Ph.D. dan melalui platform Zoom pada Selasa, 7 April 2026.
Acara yang dipandu oleh Muhammad Fadli, Ph.D. ini menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi terkemuka, yaitu Hasnah, Ph.D., Prof. Dr. Reflinaldon, Prof. Dr. Musliar Kasim, dan praktisi pertanian Ir. Zola Pandu.
Geopolitik Pangan sebagai Instrumen Kekuasaan
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Faperta UNAND, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa,MS menyoroti kondisi geopolitik dunia yang sedang bergejolak akibat rentetan konflik bersenjata. Beliau menyebutkan bahwa setelah perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada fluktuasi impor gandum Indonesia hingga 97%, kini dunia kembali dihadapkan pada ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Irak yang berlangsung sejak Februari 2026.
Prof. Indra menekankan bahwa konflik global, perubahan iklim, dan disrupsi rantai pasok telah mengubah paradigma ketahanan pangan. Pangan kini tidak lagi sekadar isu distribusi atau produksi, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen kekuasaan dan penentu kedaulatan sebuah bangsa.
"Secara jujur, kita harus mengakui bahwa pendidikan pertanian di Indonesia masih berada pada persimpangan jalan," ungkap Prof. Indra. Beliau memaparkan beberapa tantangan utama yang saat ini dihadapi sektor pendidikan pertanian:
Sebagai langkah adaptif dalam menghadapi ancaman krisis energi dan pangan, Departemen Agronomi Faperta UNAND telah menawarkan mata kuliah "Bioenergi". Langkah ini disiapkan untuk mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan produk pertanian sebagai bahan bakar nabati, seperti peningkatan kadar sawit dalam biodiesel (B50)
Gagasan Transformasi Pertanian Berkelanjutan
Menjawab tantangan tersebut, Ir. Zola Pandu selaku salah satu narasumber memaparkan sejumlah strategi kunci untuk membenahi ekosistem pendidikan dan praktik pertanian di lapangan. Beberapa gagasan yang ditekankan meliputi:
Ir. Zola juga menyoroti sebuah ironi di dunia agrikultur saat ini. Menurutnya, bisnis pertanian terbukti menguntungkan dan akan terus memiliki prospek cerah selama manusia masih membutuhkan makanan. Namun, keberanian dan nyali lulusan pertanian untuk langsung terjun ke lapangan masih cenderung rendah. Oleh karena itu, kampus didorong untuk lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan berkelanjutan, khususnya komoditas strategis seperti padi sawah.
Melalui Strategic Dialogue ini, Fakultas Pertanian diharapkan tidak sekadar menjadi pusat pembelajaran, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat inovasi yang mengintegrasikan teknologi digital dan memperkuat jiwa kewirausahaan. Jika mampu beradaptasi dengan cepat, pendidikan pertanian Indonesia berpeluang besar menjadi pelopor sistem pangan berkelanjutan di tingkat global.

[SUMMER COURSE 2026 – Universitas Andalas]
The Department of Agricultural Socioeconomics, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas invites students to join the Summer Course 2026 with the theme: “Natural Resources Management: Socioeconomic Perspective for Sustainable Agriculture and Rural Development.”
May 03 - 09, 2026
Universitas Andalas, Indonesia
Field Trip: Nagari Sumpur, Singkarak
✨ This program is FULLY FUNDED / FREE.
All participants will receive:
✔ Academic lectures and learning sessions
✔ Access to campus facilities
✔ Accommodation
✔ Meals and snacks during the program
✔ Field trip activities (including accommodation and meals)
Limited seats: only 50 participants
(25 on-site & 25 online | Open for international and local students)
Application deadline: April 10, 2026
Register here:
https://forms.gle/nwvkwYGXWXWtxQ5s5
For more information:
https://drive.google.com/file/d/1AB6XXpqodrKxrCca5qMeTGIqYklAnUsD/view?usp=sharing
Please feel free to share this opportunity with student

Padang – Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Nurlaila (NIM 2110252036), mahasiswa Program Studi S1 Proteksi Tanaman, berhasil lolos seleksi dan terpilih menjadi salah satu peserta dalam program bergengsi Indonesia – Korea AgriYouth Leadership Program (IKAYLP) Tahun 2026 Angkatan Pertama (A-1).
Pencapaian ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang diikuti oleh putra-putri terbaik bangsa. Pada Seleksi Tahap-2 IKAYLP 2026 A-1 ini, tercatat sebanyak 27 calon peserta bersaing. Dari jumlah tersebut, Nurlaila berhasil masuk dalam jajaran 18 peserta terpilih yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia.
Para peserta yang lolos, termasuk Nurlaila, dijadwalkan akan berangkat ke Korea Selatan pada tanggal 23 Februari 2026 mendatang untuk memulai rangkaian kegiatan.
Selama mengikuti program ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan berharga untuk mengembangkan kreativitas melalui program pembelajaran yang berkualitas tinggi, berorientasi pada kinerja, dan mandiri.
Segenap pimpinan dan civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada Nurlaila atas prestasi gemilang ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama di Korea Selatan dapat menjadi bekal berharga untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia.


Padang, 12 Desember 2025, Puncak rangkaian kegiatan Dies Natalia ke 71 Fakultas Pertanian, digelar Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-71, di Convention Hall Kampus Limau Manis, Jumat, 12 Desember 2025.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Prof Indra Dwipa menyampaikan pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian selama 2025, lima program studi (prodi) mendapatkan akreditasi unggul dan dua prodi akreditasi internasional. Itu berlaku lima tahun ke depan. Lima prodi yang mendapatkan akreditasi unggul itu adalah dua prodi di program magister (S2), yakni Agronomi dan Proteksi Tanaman. Tiga prodi ada di program sarjana (S1), yakni Agroteknologi, Proteksi Tanaman dan Agribisnis. Sedangkan dua prodi akreditasi internasional ada di Prodi Ilmu Tanah baik itu di program S1 dan S2. Pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian suatu yang jarang terjadi di fakultas lainnya di perguruan tinggi. "Ini menggambarkan kita di hargai orang lain. Sebab, menarik mahasiswa masuk ke fakultas adalah akreditasinya, begitujuga untuk berkerja, dilihat akreditasi dari prodinya fakultasnya," jelasnya.
Selanjutnya, publikasi dari dosen terindeks scopus terbaik dan penelitian masuk empat besar, dari lima fakultas di Unand. Demikian juga pengabdian yang dilakukan, sangat berdampak kepada masyarakat. Untuk jumlah penerimaan mahasiswa di Fakultas Pertanian meningkat. "Untuk sarana dan prasarana, kami sudah memiliki Laboratorium, Kebun Percobaan, Screen House, Rumah Karet, Laboratorium Komputer yang dijadikan untuk praktikum. Untuk kegiatan belajar mengajar, ada Ruang Kuliah, Smart Conference Room, Convention Hall Prof Jurnalis Kamil, Masjid Al Kahfi, CH Mahasiswa. Keberhasilan yang ditorehkan selama 2025 tidak terlepas dari sinergisitas semua unsur civitas akademika alumni, serta support rektor dan jajaran Unand," ucapnya.
"Kami memberikan masukan solusi ke depannya kepada pemerintah. Contohnya dengan memetakan kondisi lahan terdampak. Dari informasi 6.000 hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang. Apa solusinya, kita Fakultas Pertanian dan tim siap membantu pemerintah meningkatkan pertanian yang ada di Sumbar," tegasnya. Selanjutnya, Fakultas Pertanian hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak banjir bandang. Demikian juga, dosen dan mahasiswanya. "Kami juga menjamin mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang hingga tamat. Contohnya, beasiswa pendidikan dan biaya kos. Ada sembilan mahasiswa yang menjadi tanggung jawab pimpinan, civitas akademika dan alumni. kita tak ingin mereka yang tertimpa musibah terlantar, melainkan harus selesai perkuliahannya," tegasnya. Lebih lanjut dijelaskannya, pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian selama 2025. "Yang paling membanggakan, lima program studi (prodi) kami mendapatkan akreditasi unggul dan dua prodi akreditasi internasional. Itu berlaku lima tahun ke depan," jelas Indra Dwipa.
Lima prodi yang mendapatkan akreditasi unggul itu adalah dua prodi di program magister (S2), yakni Agronomi dan Proteksi Tanaman. Tiga prodi ada di program sarjana (S1), yakni Agroteknologi, Proteksi Tanaman dan Agribisnis. Sedangkan dua prodi akreditasi internasional ada di Prodi Ilmu Tanah baik itu di program S1 dan S2. Pencapaian yang telah diraih Fakultas Pertanian suatu yang jarang terjadi di fakultas lainnya di perguruan tinggi. "Ini menggambarkan kita di hargai orang lain. Sebab, menarik mahasiswa masuk ke fakultas adalah akreditasinya, begitujuga untuk berkerja, dilihat akreditasi dari prodinya fakultasnya," jelasnya.
Selanjutnya, publikasi dari dosen terindeks scopus terbaik dan penelitian masuk empat besar, dari lima fakultas di Unand. Demikian juga pengabdian yang dilakukan, sangat berdampak kepada masyarakat. Untuk jumlah penerimaan mahasiswa di Fakultas Pertanian meningkat. "Untuk sarana dan prasarana, kami sudah memiliki Laboratorium, Kebun Percobaan, Screen House, Rumah Karet, Laboratorium Komputer yang dijadikan untuk praktikum. Untuk kegiatan belajar mengajar, ada Ruang Kuliah, Smart Conference Room, Convention Hall Prof Jurnalis Kamil, Masjid Al Kahfi, CH Mahasiswa. Keberhasilan yang ditorehkan selama 2025 tidak terlepas dari sinergisitas semua unsur civitas akademika alumni, serta support rektor.
Selain itu, Indra juga menambahkan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas juga siap membantu pemerintah daerah melakukan pemulihan lahan pertanian pasca banjir bandang yang terjadi dua pekan lalu.
"Kami memberikan masukan solusi ke depannya kepada pemerintah. Contohnya dengan memetakan kondisi lahan terdampak. Dari informasi 6.000 hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang. Apa solusinya, kita Fakultas Pertanian dan tim siap membantu pemerintah meningkatkan pertanian yang ada di Sumbar," tegasnya.
Selanjutnya, Fakultas Pertanian hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak banjir bandang. Demikian juga, dosen dan mahasiswanya. "Kami juga menjamin mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang hingga tamat. Contohnya, beasiswa pendidikan dan biaya kos. Ada sembilan mahasiswa yang menjadi tanggung jawab pimpinan, civitas akademika dan alumni. kita tak ingin mereka yang tertimpa musibah terlantar, melainkan harus selesai perkuliahannya," tegasnya. (humas/afi)